
Rindu terus menangis dan mama hanum juga tamara berusaha menenangkan rindu, reza menghela nafasnya dan menatap papa haris karena papa haris yang bisa menenangkan rindu yang sedang menangis.
Papa haris mendekat dan tamara juga istrinya langsung menjauh dari rindu, papa haris membuka cadar rindu dan menghapus air matanya.
''Kenapa kamu menangis sayang?? ''
ucap papa haris dengan nada yang begitu lembut.
''Rindu sedih karena gak tau tentang masalah ini, rindu kecewa kenapa kak reza melakukan hal seperti itu untuk menjebak galih, rindu juga kecewa sama mas galang kenapa gak membicarakan masalah galih, oke rindu ngerti kalau semua mas galang lakukan demi adiknya, rindu juga terharu karena kak reza sangat menyayangi rindu sampai melakukan hal seperti itu, gimana kalau keluarga mas galang marah karena kak reza menjebak galih dengan obat obat terlarang itu?? ''
ucap rindu sambil menangis sesegukan.
''Reza sangat sayang sama kamu dan dia gak rela kamu di rendahkan sayang, makanya reza melakukan jebakan itu dan lagian galih juga emang pemakai obat terlarang makanya reza memudahkan polisi menangkap galih, sebenarnya bisa ajah papa yang turun tangan tapi papa malas melakukannya karena ada reza yang menggantikan papa, udah jangan nangis lagi yah sayang karena sekarang kita tunggu kejujuran galang ajah, papa juga gak marah sama galang karena galang melakukannya juga demi adiknya, seperti reza membantu kamu sebagai adiknya. ''
ucap papa haris dan rindu mengangguk.
Rindu tangisannya mereda dan dia saat ini tertidur di bahu papa haris, mama hanum merapihkan bantal dan rindu langsung di rebahkan di sofa.
''Reza kira rindu nangis itu karena marah ke reza tapi ternyata karena dia terharu dengan tindakan reza, anak ini benar benar gak bisa di tebak sekarang. ''
ucap reza setelah mengelus kepala rindu yang terlelap.
''Maklum laah karena rindu kan sedang hamil dan hormon nya berubah ubah. ''
ucap papa haris dan reza mengangguk.
''Kita tunggu galang datang ajah, dia mau jujur apa kita yang bertanya duluan, bukan masalah marah atau apa gitu papa, reza cuma mau galang jujur karena kelakuan galih gak bisa di maafkan. ''
ucap reza dan papa haris mengangguk.
Di kediaman mahendra saat ini....
Galang baru selesai mengerjakan pekerjaanya dan langsung menatap jam yang menunjukan pukul tiga dan sebentar lagi menuju sore.
''Apa aku susul rindu dan jujur dengan semuanya, lagian kalau aku tau kelakuan galih juga mana mungkin aku membantu sampai dia bisa nyaman di lapas. ''
gumam galang sambil merapihkan file file nya dan bersiap menuju kediaman gemilang.
''Galang.... kamu mau menjemput rindu?? ''
__ADS_1
ucap ibu hesti dan galang mengangguk.
''Jangan masak terlalu banyak bu, karena galang gak yakin kalau rindu mau pulang, galang siap siap dulu yah bu dan paling habis asar galang ke rumah keluarga gemilang nya. ''
ucap galang dengan nada sendunya.
''Kamu harus jujur dengan semuanya, pasti reza dan papa mertua kamu mengerti, disana ada rindu yang akan membela kamu juga. ''
ucap ibu hesti yang memperhatikan wajah muram galang dan galang mengangguk.
Satu jam kemudian galang sudah rapih dan akan menuju kediaman gemilang, galang pamit kepada ibu dan ayahnya, galang mengemudikan mobil nya sendiri tanpa supir.
Di kediaman gemilang saat ini, rindu baru selesai sholat dan sudah memakai daster rumahannya karena tubuhnya selalu berkeringat kalau memakai gamis.
''Mau kemana deek?? ''
ucap reza saat rindu keluar dari kamarnya.
''Mau ngemil kak, perut aku laper dan melewatkan makan siang. ''
ucap rindu dan reza tersenyum.
ucap reza sambil memotong buah buahan untuk dimakan rindu dan rindu mengerutkan keningnya dengan ucapan yang reza ucapkan.
''Kakak ini menyindir diri sendiri yah, enak ajah bilang rindu gak tenang dan sering marah, bukannya kakak yang suka emosian. ''
ucap rindu dengan nada kesalnya dan membuat reza tertawa.
''Hahhahaaaa..... kakak malah menyindir diri sendiri. ''
ucap reza dengan tawanya dan rindu memanyunkan bibirnya.
''Deek... kamu itu wanita kuat dan kamu adalah adiknya kakak yang terhebat, di awal pernikahan kamu selalu ada ajah masalah, allah tau kamu lelah, allah tau kamu pasrah, hanya saja allah lebih ingin tau seberapa besar kesabaranmu, walau telah di hantam badai berjuta kali, allah ingin kamu merasakan betapa berharganya nikmat bersabar sebelum memetik buah keberhasilan, kakak yakin kamu bisa melewati semuanya. ''
ucap reza sambil menyuapi buah untuk rindu dan rindu menerima suapannya karena memang perutnya terasa lapar.
''Kakak tau kan kalau mama yang membentuk kita untuk menjadi anak yang kuat dan gak bergantung kepada orang lain, mama mendidik kita agak sedikit keras, karena hidup itu tidak mudah, terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan maka dari itu, mama melatih kita agar kita tau caranya berjuang, agar tau apa itu kecewa, luka dan bahagia, mama membentuk mental kita sekuat baja, namun didikan mama tetap selembut sutra, karena tak selamanya mama menggandeng kita, tak selamanya kita berada di pangkuan mama, tak selamanya mama atau papa ada di belakang dan di samping kita. ''
ucap rindu yang begitu mengingat semua didikan keras dari mama nya dan papa haris malah lebih terlihat santai.
__ADS_1
Reza tersenyum dan terus menyuapi rindu yang lahap memakan buah buahannya, reza begitu bangga memiliki rindu yang kuat dan tidak selemah wanita pada umumnya, bahkan cadar yang menutupinya tidak menyulitkannya.
Saat sedang asik menyuapi rindu dari arah pintu masuk galang mengucap salam dan di jawab oleh reza juga rindu, galang langsung menghampiri rindu dan mencium kening rindu lalu menyapa reza dan di balas anggukan oleh reza.
''Mas galang udah makan belum?? ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
''Udah sayang, kenapa kamu baru makan padahal ini udah sore loh. ''
ucap galang sambil mengambil alih suapan rindu karena reza sedang memanggil mama dan papanya juga tamara di halaman belakang.
''Tadi aku ketiduran di pundak papa dan baru kerasa laper deh sekarang. ''
ucap rindu dan galang tersenyum.
''Galang.... apa kabarnya kamu?? ''
ucap mama hanum saat menghampiri galang dan galang langsung mencium tangan papa dan mama mertuanya juga menyapa tamara.
''Alhamdulillah galang baik, maaf karena akhir akhir ini galang sibuk di kantor makanya jarang kesini. ''
ucap galang dan mama hanum mengangguk.
Beberapa saat kemudian....
Galang saat ini duduk di samping rindu dan gabung dengan keluarga lainnya, galang menarik nafasnya dan memberanikan diri untuk berbicara kejujuran.
''Papa, mama, kak reza, kak tamara.... sebelumnya galang minta maaf atas semua kesalahan yang galang lakukan, galang tidak berkata jujur dan merahasiakan semuanya, galang yang memberikan fasilitas mewah untuk galih yang ada di tahanan rehabilitasi, semua galang lakukan karena memang galang menyayangi galih sebagai adik kandung galang, galang baru mengetahui kejahatan galih hari ini dari ayah dan ibu, kalau galang mengetahuinya dari awal, galang gak akan melakukan semua nya kepada galih, maafkan galang karena mengecewakan kalian semua karena semua di luar kemampuan galang. ''
ucap jujur galang dan membuat reza menyunggingkan senyumnya.
''Papa percaya kamu galang, galih itu anak yang tidak tau di untung dan tidak tau tata krama kepada orang tua, kedepannya papa mohon jujurlah galang jangan ada yang di sembunyikan, kamu tau galang dalam hubungan harta terbaik adalah kejujuran, senjata terkuat adalah kesabaran, kekayaan terbesar adalah iman dan komunikasi paling canggih adalah doa, jujurlah dan bicarakan kepada rindu sajah kalau kamu gak yakin bicara kepada orang tua kamu. ''
ucap papa haris dan galang mengangguk.
Galang begitu lega setelah mengatakannya karena galang belum siap kalau harus kehilangan rindu dan calon anaknya yang ada di dalam kandungan rindu.
TBC......
__ADS_1