RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
kebahagiaan sempurna.....


__ADS_3

Setelah selesai makan buburnya galang merapihkan sisa sisa makanannya dan rindu memainkan handphone milik galang karena handphone nya tertinggal di rumah.


Pintu ruangan terbuka dan petugas makanan juga dua suster yang masuk kedalam ruangan.


Suster memeriksa keadaan rindu, tensi dan detak jantungnya paling utama.


''Nanti siang ibu rindu akan di jadwalkan untuk USG dan nanti sekitar pukul sembilan, dokter kandungan akan memeriksa keseluruhannya. ''


ucap suster sambil merapihkan alat alatnya dan rindu mengangguk.


''Terimakasih suster.... ''


ucap rindu saat suster akan keluar dari ruang rawatnya.


''Lihat makanan rumah sakit udah ada, kamu mau makan lagi gak sayang?? ''


ucap galang sambil membawa nampan berisi makanan yang di sediakan rumah sakit.


''Mas galang ihh jahat banget, aku mau buah buahan yang kaya semalam ajah. ''


ucap rindu dan galang menyimpan kembali makanannya.


''Boleh, nanti setelah ada yang datang ajah biar jagain kamu disini saat mas belanja buahnya. ''


ucap galang galang dan rindu mengangguk.


Galang dan rindu mengobrol ringan hingga pintu terbuka dan ibu hesti yang datang dengan ayah yoga, galang langsung berdiri dan menyapa ayahnya karena ibunya menghampiri rindu.


''Bagaimana keadaan kamu rindu, maaf ayah baru datang hari ini. ''


ucap ayah yoga saat rindu mencium tangannya.


''Alhamdulillah udah baikan paling tinggal lemas nya ajah ayah, ayah kapan sampai, kenapa sepagi ini udah ke rumah sakit?? ''


ucap rindu saat menjawab pertanyaan ayah mertuanya.


''Semalam ayah sampai dan tadinya mau kesini tapi takut ganggu kamu jadinya pagi ini ayah ke rumah sakit, alhamdulillah kalau keadaan kamu udah baikan dan makasih karena kamu memberikan keturunan untuk keluarga mahendra. ''


ucap ayah yoga dan rindu langsung tersenyum.


''Ini ibu bawakan buah buahan yang udah di potong buat kamu, oh iya kenapa belum di makan makanannya?? ''


ucap ibu hesti.


''Rindu udah makan tadi bu berdua sama mas galang, rindu mau buah buahan nya ajah yah. ''


ucap rindu dan ibu hesti langsung mengangguk lalu menyuapi rindu.

__ADS_1


Galang langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, karena ibunya membawa peralatan mandi dan pakaian ganti untuk galang.


Tak berselang lama pintu terbuka kembali dan ternyata yang datang itu, mama hanum juga papa haris sedangkan reza sedang membeli kopi di kantin rumah sakit.


''Manja banget di suapin ibu mertuanya. ''


ucap mama hanum dan rindu hanya memanyunkan bibirnya.


''Udah jangan gitu sayang, mama kamu sirik karena ingin menyuapi kamu. ''


ucap ibu hesti dan rindu langsung tertawa.


''Benar sekali ucapan kamu hesti, aku juga bawa buah buahan potong dan makanan juga, keduluan deh. ''


ucap mama hanum sambil menyiapkan makanan di meja untuk suami dan besannya lalu membawa satu kotak buah potong ke berangkar rindu.


''Bisa samaan yah isinya, mama sama ibu janjian yah buat motong buahnya?? ''


ucap rindu saat melihat buah potong yang di bawa mama hanum.


''Itu berarti kasih sayang kami sama dan gak membedakan menantu juga anak, karena kami sama sama seorang ibu yang menyayangi anaknya. ''


ucap ibu hesti dan di angguki oleh mama hanum.


''So sweet.... rindu terharu dan bahagia sekali, makasih mama dan makasih ibu. ''


Mama hanum dan ibu hesti langsung memeluk rindu, ayah yoga dan papa haris hanya menggelengkan kepalanya melihat tiga wanita di hadapannya.


Galang selesai dengan mandinya dan tersenyum saat melihat ketiga wanita sedang berpelukan, galang langsung menyapa papa mertuanya dan menghampiri mama mertuanya saat selesai berpelukan.


''Kamu udah makan belum galang?? itu mama bawakan makanan buat kamu. ''


ucap mama hanum dan galang mengangguk.


''Yang beli kopi kenapa lama sekali yah. ''


ucap papa haris yang menunggu kopi namun rezq belum datang juga.


''Siapa emangnya yang beli kopi papa?? ''


ucap galang sambil duduk di samping ayahnya.


''Reza yang beli, kayanya belinya ke francis deh. ''


ucap papa haris dan semua tersenyum.


''Mungkin me ngantri di kantinnya kan sekarang jam nya orang orang sarapan. ''

__ADS_1


ucap ayah yoga dan papa haris mengangguk.


Galang, papa haris dan ayah yoga mengobrol tentang perusahaan sedangkan mama hanum dan ibu hesti sibuk menyuapi rindu.


Reza datang bertepatan dengan dokter yang akan memeriksa rindu.


Mama hanum dan ibu hesti langsung berdiri lalu memberi ruang kepada dokter untuk memeriksa rindu.


Rindu di periksa keseluruhan dan di tanyakan banyak pertanyaan oleh dokter kandungan, hasil pemeriksaannya bagus, rindu di nyatakan pulih dan di ijinkan pulang.


''Nanti jam sebelas akan ada suster yang datang untuk membawa ibu rindu ke ruang USG yah, nanti disana saya akan menjelaskan detail nya yah dan saya harap suami ibu rindu pun ikut untuk menyaksikan semuanya dan ada beberapa hal yang akan saya jelaskan juga, agar kejadian pendarahan tidak terulang kembali. ''


ucap dokter dan rindu mengiyakannya.


Dokter langsung meninggalkan ruangan dan dua suster langsung masuk untuk melepaskan infus juga mempersiapkan rindu untuk di bawa menuju ruangan USG.


''Suami nya ibu rindu bisa mengikuti kan?? ''


ucap suster saat galang menggendong dan mendudukan rindu di kursi roda.


''Baik suster dan tadi juga dokternya meminta suaminya untuk ikut. ''


ucap galang dan suster mengangguk.


Galang langsung mendorong kursi roda yang rindu duduki untuk menuju ruangan USG, mengikuti suster yang duluan berjalan.


Galang terus tersenyum sambil mendorong kursi roda karena galang terus menggoda rindu.


Rindu hanya bisa mencubit tangan galang dan tersenyum di balik cadarnya.


Sesampainya di ruangan USG, rindu langsung di gendong oleh galang menuju berangkar dan di rebahkan perlahan oleh galang.


Dokter langsung mulai dengan USG nya dan menjelaskan semuanya, rindu dan galang hanya mengangguk tersenyum bahagia mendengar penjelasan dokternya.


''Setelah di USG dan di cocokkan dengan tanggal terakhir ibu rindu datang bulan, janinnya berusa tujuh minggu dan bukan lima minggu, untuk kedepannya saya harap ibu rindu jangan terlalu banyak aktivitas hingga usia kandungannya enam belas minggu dan saya harap peran suami sangat di butuhkan juga, kalau bisa ibu rindu jangan di sentuh hingga memasuki minggu ke enam belas, kehamilan ibu rindu lemah dan sangat rentan, dua minggu kedepan ibu rindu total bedrest yah jangan melakukan apapun. ''


ucap dokter saat rindu dan galang duduk di hadapan dokternya.


''Baik dokter terimakasih. ''


ucap galang dan dokter mengangguk.


''Ini ada resep obat silahkan di tebus yah dan konsumsi setiap hari sesuai dosisnya, bulan depan datang lagi kesini biar saya bisa melihat perkembangan janin ibu rindu, saya juga meresepkan obat mual dan muntah takutnya nanti terasa tapi kalau gak terasa jangan di minum, minum vitaminnya sajah, semoga sehat selalu ibu rindu dan bertemu kembali dengan saya bulan depan yah. ''


ucap dokter dan rindu mengangguk.


Galang membawa rindu menuju ruang rawatnya kembali dan setelahnya langsung menuju farmasi juga bagian administrasi untuk mengurus kepulangan rindu.

__ADS_1


TBC......


__ADS_2