
Rindu menatap suaminya yang terdiam, rindu ragu untuk melanjutkan ceritanya karena galang hanya diam saat rindu menceritakan awalnya belum sampai tuntas.
''Udah kita bobo ajah yah mas galang, takut kesiangan besok soalnya. ''
ucap rindu dan galang mengerutkan keningnya.
''Gak bisa, ayo lanjutkan karena belum sampe ke cerita intinya. ''
ucap galang sambil menatap rindu dan rindu menganggukan kepalanya.
''Saat itu kak saka memiliki usaha yang begitu maju mas dan aku melanjutkan sekolah SMA ku yang menuju tahap akhir, suatu saat kak saka meminta ijin untuk menjadi relawan ke negara timur tengah dan aku mengijinkannya, usaha kak saka di lelang semua lalu uangnya di investasikan di perusahaan papah sebanyak empat puluh persen, atas permintaan kak saka dan kak saka bilang itu adalah tabungan untuk nanti pernikahan aku sama kak saka, satu tahun kemudian rindu lulus sekolah SMA tapi ada kabar buruk dari kak saka, dia tewas saat membantu relawan dan terkena serangan, kak saka meninggal di tempat saat itu dan aku langsung berteguh hati saat itu menutup hatiku dari yang namanya cinta, karena bagiku tak ada cinta tulus dan hanya milik kak saka ketulusan cintanya untuk aku, itu cerita masa lalu aku mas galang dan untuk masa depanku saat ini ada kamu dan vania, kamu laki laki yang aku sayangi dan cintai saat ini mas galang. ''
ucap rindu dan galang tersenyum.
''Gimana perasaan kamu saat itu?? pasti begitu sakit dan sangat sedih kan?? ''
ucap galang dan rindu langsung terdiam.
''Sakit bukan sakit lagi tapi sangat sakit mas, duniaku seakan hancur dan ikut bersama dengan kematian kak. saka, tapi papa selalu menguatkan aku, kak reza apalagi sampai melakukan berbagai cara untuk membuat aku kembali semula, seceria dulu dan akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan study tata boga ke mesir dan papa sampai pindah kesana kantornya hanya untuk menemaniku dan mama tetap di tanah air menemani kak reza. ''
ucap rindu dan galang langsung memeluk tubuh rindu.
''Terimakasih karena saat ini kamu memilih mas menjadi pria yang kamu cintai, i love you rindu. ''
ucap galang dan rindu langsung tersenyum.
''i love you soumuch mas galang. ''
ucap rindu dan membuat galang langsung bahagia.
Galang langsung merebahkan tubuh rindu dan mulai menyentuh rindu sesuai keinginannya sedari tadi, tubuh rindu setelah melahirkan terasa berbeda dan lebih menggairahkan bagi galang.
Rindu terus menerima semua sentuhan galang yang begitu memabukkan baginya, suami sempurna yang selalu menyentuhnya penuh kelembutan hingga tak terasa satu jam kemudian galang selesai dengan permainannya dan langsung ambruk di samping rindu terlelap setelah mencium kening rindu.
''Tuhan belum selesai menulis cerita hidupmu, jangan pernah menyerah dan putus asa, masih ada harapan dan kemenangan bagimu, selagi kamu bisa bangun dan bernafas, percayalah bahwa masih ada rencana tuhan siapkan bagimu, kata kata itu seperti nyata kak saka padahal saat itu kamu datang dalam mimpiku, tenang di surganya allah kak, rindu yakin kakak ahli surga dan semoga kita di takdirkan di alam lain oleh allah. ''
ucap rindu saat setelah membersihkan tubuhnya sedangkan galang langsung tidur terlelap di ranjangnya.
Rindu mendekat dan menyelimuti tubuh polos galang dan rindu tidak mau mengusik galang yang sudah terlelap bahkan terdengar dengkuran tidurnya saat ini.
''Alangkah bahagianya aku memilikimu, mendengar dengkuran tidurmu, hal yang paling rahasia yang kau sembunyikan dari banyak orang, lalu kutangkap malam ini sebagai puisi yang memilih datang saat tidurmu dan saat ini aku merasa lebih akrab denganmu mas galang, mencintaimu seperti belajar mengeja, membuatku ingin terus membaca dan membaca, selamat malah pangeran duniaku dan mimpi indah suamiku sayang. ''
ucap rindu sambil mencium kening galang.
Rindu membawa vania untuk di tidurkan bersamanya dan bersama galang, karena rindu tidak tega melihat vania tertidur sendiri.
Pagi hari menjelang.......
Rindu selesai memandikan vania dan saat ini vania sedang di jemur di bawah hangatnya sinar matahari oleh mama hanum.
''Kak tamara mau ke rumah sakit sekarang?? ''
__ADS_1
ucap rindu saat menyiapkan teh hangat untuk galang.
''Iya rindu dan mas reza udah daftar, nanti jam sembilan kita berangkatnya dan kakak mau di rumah sakit yang dulu menangani kamu memeriksakan kehamilannya. ''
ucap tamara dan rindu mengangguk.
''Semoga hasilnya baik yah dan ingat kakak harus menjaga kandungannya, rindu mau ke kamar dulu takut mas galang selesai mandinya. ''
ucap rindu dan tamara hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
''Tamara kamu jangan melakukan aktifitas apapun yah, jaga kondisi kamu dan biarkan reza makan sendiri seperti papa tuh. ''
ucap mama hanum yang masuk kedalam rumah sambil menggendong vania.
''Baik mama dan makasih atas perhatiannya. ''
ucap tamara dengan senyum bahagianya dan mama hanum mengangguk.
Reza dan papa haris langsung makan terlebih dahulu karena mereka akan ke kantor lebih awal untuk mengurus sahamnya rindu yang akan di berikan pada perusahaan galang.
''Hai cucu nya kakek, cantik banget siih mau kemana sayang. ''
ucap papa haris saat melihat vania sedang menatapnya dan membuat mama hanum tersenyum.
''Ayo gendong dulu vanianya sebelum papa berangkat ke kantor. ''
''Berasa gendong rindu yah mama, dulu rindu gembul gini badannya dan lucu sekali gemesin. ''
ucap papa haris sambil mencium pipi vania
''Hai sayang..... sini uncle gendong yah sebelum berangkat ke kantor. ''
ucap reza saat vania di tidurkan di kasur empuknya.
''Hadeuuh.... lihat vania, ada galang langsung matanya ke arah galang, padahal tadi kan ke arah aku loh dan kamu galang harusnya ngumpet dulu biar vania mau aku gendong. ''
ucap reza dan membuat galang tertawa sedangkan rindu langsung mendelik sebal.
''Kak reza aneh, udah tinggal gendong ajah dan vania gak akan nangis walaupun matanya menatap ayahnya. ''
ucap rindu dan reza langsung menggendong.
''Waah vania gak nangis, vania kamu cantik banget gemesin lagi. ''
ucap tamara yang menghampiri reza yang sedang menggendong vania.
''Sayang sana ambil tas nya dan kita berangkat sekarang, kamu ikut ke kantor mas sebentar cuma kasih berkas ajah ke papa untuk di urus. ''
__ADS_1
ucap reza dan tamara mengangguk.
Papa haris sudah pamit duluan menuju perusahaan dan di susul oleh reza dan tamara, sedangkan galang masih sarapan dan vania di bawa ke taman belakang oleh mama hanum.
Galang langsung pamit saat selesai sarapannya tanpa pamit ke mama hanum karena takut vania menangis ingin di gendong galang.
Reza dan tamara sampai di perusahaan gemilang dan reza langsung menuju ruangannya lalu diikuti oleh asisten papa nya.
''Ini berkasnya dan berikan ke papa terus nanti ada galang sama asistennya akan datang ke perusahaan ini, kamu tinggal konfirmasi ke papa ajah, semua papa yang urus soalnya. ''
ucap reza dan asisten papa haris mengangguk.
Reza langsung mengajak tamara ke rumah sakit saat selesai dengan urusannya, tamara menggandeng lengan reza begitu erat dan membuat reza tersenyum senang.
Perjalanan menuju rumah sakit khusus ibu dan anak hanya dua puluh menit dan saat sampai reza mendaftar ulang lalu menunggu beberapa menit langsung di panggil.
''Selamat pagi ibu tamara silahkan duduk yah. ''
ucap dokter saat tamara dan reza masuk ke ruangan.
''Terimakasih dokter. ''
ucap tamara dan dokter mengangguk.
''Ada yang bisa saya bantu ibu, bapa?? ''
ucap dokter dengan nada ramahnya dan tamara tersenyum
''Saya mau memeriksakan kehamilan saya dokter dan ini hasil tespek tadi pagi hasilnya garis dua. ''
ucap tamara sambil memberikan alat tes kehamilannya.
''Kalau gitu mari kita lakukan USG biar lebih meyakinkan hasilnya. ''
ucap dokter menyarankan dan suster langsung membantu tamara untuk merebahkan tubuhnya di berangkar.
''Benar sekali, saat ini ibu tamara sedang hamil dan ini kantung bayinya, sepertinya ada dua yah bu dan ibu ternyata hamil bayi kembar, ini masih sebesar biji kacang yah bu. ''
ucap dokter dan membuat tamara langsung tersenyum bahagia juga reza yang tak hentinya mengucap syukur.
Tamara langsung di bantu duduk setelah selesai di rapihkan oleh suster, tamara langsung duduk di hadapan dokternya.
''Ibu pernah ada riwayat keguguran dan saya sarankan jangan beraktifitas yang berat dahulu sampai usia kandungannya enam belas minggu dan peran suami sangat di butuhkan saat ini, usia kandungan ibu tamara di hitung dari tanggal terakhir datang bulan, saat ini usia nya enam minggu, ini saya resepkan obat yah dan harus di habiskan, bulan depan kita bertemu kembali untuk kontrol kandungan ibu tamara. ''
ucap dokter sambil memberikan resep obatnya dan di terima oleh reza.
''Permisi dokter dan terimakasih. ''
ucap tamara dan dokter mengangguk.
Reza langsung menggandeng pinggang tamara dengan hati hati karena ada dua nyawa di dalam perut tamara saat ini.
__ADS_1
TBC......