RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Malu dan Canggung berujung Salah tingkah......


__ADS_3

Setelah mengobrol dengan reza, galang memilih menuju kamar hotelnya dan galang saat ini begitu takut untuk memasuki kamar hotelnya karena masih canggung berada di dekat rindu.


Galang berhasil membuka pintu kamar dan langsung masuk, pandangan galang pertama adalah melihat rindu sedang solat dan gerakannya saat ini sedang sujud.


''Sungguh istri idamanku, baik tingkahnya dan baik pula akhlak nya. ''


gumam galang dalam hatinya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Rindu selesai dengan sholatnya dan duduk sambil memanjatkan doa kepada sang pencipta.


''Ya allah....kuatkan hatiku untuk menerima segala apa yang engkau takdirkan untukku, karena jika hati sudah kuat maka kelak akupun lebih tenang menghadapi ujian yang akan datang.


Ya rabbku... buatlah hatiku mengingatmu, maka tatkala musibah menimpaku yang aku ingat tak lain hanyalah engkau, sungguh aku yakin bahwa setiap apa yang engkau takdirkan adalah terbaik untukku, hanya padamu aku meminta nya ya allah. ''


ucap rindu di akhir doanya.


Rindu langsung merapihkan kembali mukenya dan langsung memakai hijab dan juga cadarnya, rindu terdiam saat mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.


Rindu langsung duduk sambil memainkan handphone nya karena rindu tidak memiliki pakaian ganti untuk suaminya, jadinya rindu hanya diam tanpa menyiapkan pakaian.


Galang selesai dengan mandinya dan keluar kamar mandi dengan keadaan segar dan pakaiannya pun sudah berganti.


''Mas galang... Apa kita akan makan di bawah atau mau aku pesankan makanannya?? ''


ucap rindu saat galang menghampirinya dan duduk di sampingnya.


''Mas sudah pesankan makanannya, paling sebentar lagi ada yang mengantarkan kesini. ''


jawab galang dan rindu mengangguk.


Pintu kamar di ketuk dan galang langsung membukanya, ternyata ada pelayan yang mengantarkan makanan dan galang yang menerimanya.


''Ayo kita makan dulu pasti kamu lapar kan. ''


ucap galang dan rindu mengangguk.


''Kenapa masih di pakai cadarnya, aku kan suaminya dan semua yang ada di dirinya adalah milikku. ''


gumam galang dalam hatinya saat melihat rindu masih menggunakan cadarnya.


Rindu langsung mengambil alih troli makanannya dan menatanya di meja, galang langsung duduk dan membiarkan rindu yang merapihkan makanannya.


''Mas galang sebelum kita makan bersama, aku mau membuka cadarku dulu, karena kamu adalah suamiku dan laki laki halalku. ''


ucap rindu dan galang tersenyum mengangguk.


Rindu langsung melepaskan cadarnya, sungguh saat ini rindu malu dan sangat canggung saat melepaskan cadar di hadapan laki laki yang baru sah menjadi suaminya.


Galang langsung terpana saat melihat wajah rindu tanpa cadar, wajah yang sempurna dan sangat cantik sekali bahkan melebihi kecantikan wanita cantik lainnya.


''Mas galang kenapa?? ''

__ADS_1


ucap rindu saat melihat galang hanya menatapnya tanpa bicara.


''Gak apa apa, mas hanya bahagia dan bangga sekali menjadi suami kamu dan kamu adalah istriku, terimakasih rindu dan mas mohon tetaplah memakai cadarnya karena keindahan wajah kamu hanya milik mas dan bukan milik publik. ''


ucap galang dan membuat rindu langsung malu.


Rindu langsung memakan makanannya dan sesekali mencuri pandangannya kepada galang, galang hanya tersenyum saat pandangannya beradu dengan pandangan rindu.


Rindu begitu canggung saat menatap galang yang terus memperhatikan nya, hingga makan selesai rindu langsung merapihkan bekas makanya.


''Bentar yah, mas mau mengerjakan pekerjaan dulu yang di kirim asisten mas barusan. ''


ucap galang dan rindu mengangguk.


Pasangan pengantin rindu dan galang tidak sama seperti pasangan pengantin lainnya, mereka berdua sibuk dengan pekerjaannya masing masing.


''Kalau ngantuk duluan ajah gih tidur, jangan memaksakan untuk membuka mata. ''


ucap galang yang melihat mata rindu yang sedikit sayu dan mengantuk.


''Nanti ajah nunggu mas galang selesai ajah. ''


ucap rindu dan galang langsung merapihkan pekerjaanya lalu mengajak rindu untuk istirahat.


''Mas galang...... ''


''Heummm..... ''


''Boleh rindu, asal kamu tau batasannya ajah dan bisa membagi waktu, antara pekerjaan dan suami kamu, mas gak akan mengekang kamu. ''


''Makasih mas galang. ''


''Ayo istirahat karena ini sudah malam juga, kita tidur satu ranjang yah jangan ada derama tidur di sofa seperti cerita cerita Novel. ''


ucap galang dan rindu mengangguk.


Rindu menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan galang duluan merebahkan tubuhnya di ranjang.


''Besok adalah pesta raya pernikahan, sebagian besar yang datang pasti rekan bisnis ku juga ada yang di undang, gak menyangka sekali aku jadi pengantin dadakan dan bahagia sekali karena wanita itu adalah rindu, wanita yang membuat hatiku teduh saat pertama melihatnya, walaupun kita rindu belum mencintaiku tapi aku akan berusaha membuat rindu mencintaiku. ''


gumam galang sambil menatap langit langit di dalam kamar hotelnya.


Pintu kamar mandi terbuka dan rindu lah yang keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya dan galang langsung tersenyum karena tubuh rindu begitu indah di pandang.


Rindu langsung menaiki ranjang dan membuka hijabnya, galang kembali terbius dengan kecantikan rindu dengan membuka hijabnya dan rambut rindu begitu indah tergerai.


''Haduuh.... mas galang kenapa jadi aneh sih, aku kan malu di perhatikan seperti itu terus. ''


gumam rindu dalam hatinya dan segera merebahkan tubuhnya.


Rangga ikut merebahkan tubuhnya dan menatap rindu yang membelakangi tubuhnya.

__ADS_1


Pagi hari menjelang.....


Rindu membuka matanya terlebih dahulu dan tersenyum saat melihat galang tertidur pulas sambil menghadap kepadanya.


Rindu memberanikan diri untuk membangunkan galang untuk melakukan sholat berjamaah dan galang pun setuju.


Rindu terlebih dahulu menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sedangkan galang merapihkan ranjangnya.


''Baru jam empat tiga puluh dan orang orang yang merias rindu datang jam enam pagi, masih ada waktu buat sarapan. ''


ucap galang saat mendapatkan pesan dari reza agar membuka pintu nya jam enam pagi.


Rindu selesai dengan mandinya dan langsung bergantian dengan galang.


Rindu menyiapkan alat sholatnya dan menyiapkan pakaian untuk galang karena semalam asistennya galang mengantarkan pakaian untuk galang.


Selama menunggu galang rindu duduk di atas sajadah sambil membaca surat surat pendek yang di buka dari aplikasi di handphone nya.


Galang langsung memakai pakaian yang di siapkan oleh rindu setelah selesai mandi dan langsung mengajak rindu untuk memulai sholatnya dengan galang sebagai pemimpinnya.



Selesai dengan sholat berjamaahnya, galang memimpin doa dan rindu mengaminkannya, setelah selesai rindu mencium tangan galang dan betapa kagetnya saat galang membalas dengan mencium kening rindu.


''Terimakasih karena kamu menyempurnakan hidupku, kekuranganku dan rasa sepi di hidupku, belajarlah untuk membuka hati untukku dan aku akan membantu kamu mengenal apa itu cinta. ''


ucap galang saat setelah mencium kening rindu.


Rindu hanya mengangguk dan langsung merapihkan peralatan sholatnya, sedangkan galang masih duduk di atas sajadahnya.


''Terimakasih ya allah..... ''


ucap galang di akhir sholatnya dan merapihkan sajadahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.......................


__ADS_2