
Sembilan hari sudah rindu berada di tanah suci mekkah, rindu merasa senang karena ada sahabat masa kecilnya yang berada di tanah suci dengannya.
''Ya allah untuk kedua kalinya aku berada di tanah suci, tempat mu yang penuh dengan kenyataan ini, ya allah bahagiaku tiada dua saat ini, aku seperti bermimpi bisa menginjakan kakikku di rumahmu, semoga suatu saat nanti aku bisa datang kembali dengan pasanganku kelak. ''
ucap rindu saat berdiri tepat di depan kabah yang begitu nyata di hadapannya.
''Ya allah.....berikanlah hamba petunjuk untuk menentukan perjodohan ini, hamba ikhlas dan ridho menerima perjodohan ini, apabila pilihan orang tua hamba tidak baik maka berilah jalan agar semua batal, jika pilihan orang tua hamba yang terbaik, hamba mohon lancarkan perjodohan ini, ya allah berilah kesehatan kepada mama, papa dan kak reza, ampunilah dosanya dan berilah kemudahan dalam setiap urusan seluruh keluarga hamba, hanya kepadamu hamba meminta. ''
ucap rindu di sujud keduanya.
Rindu segera melangkah menuju tempat dimana olivia menunggunya, rindu tak hentinya memanjatkan doa dalam hatinya.
''Oliv dimana yah, kenapa gak terlihat sama sekali sih. ''
gumam rindu sambil celingukan mencari olivia.
Dan akhirnya rindu menemukan dimana olivia, ternyata olivia sedang duduk menunggu rindu.
''Sudah selesai dengan doa nya?? ''
ucap olivia saat rindu menghampirinya.
''Alhamdulillah sudah selesai dan besok kita akan pulang ke tanah air, sedih sekali harus meninggalkan tanah suci ini, seperti kemarin baru datang nyatanya sudah sembilan hari. ''
ucap rindu dan olivia tersenyum.
''Yaelah..... tinggal datang lagi ajah bulan depan kesini apa susahnya. ''
ucap olivia dengan entengnya.
''Kamu itu sangat sangat memudahkan dan mengentengkan kalau bicara. ''
''Rindu kita sedang di tanah suci dan semua ucapaan kita insya allah ijjabah loh. ''
''Semoga terkabul ya allah. ''
ucap rindu dengan nada bahagianya dan langsung mengajak olivia untuk mencari souvenir.
''Rindu.... sedih deh kita akan berpisah lagi, tapi aku janji akan datang berkunjung ke rumah kamu dan kamu juga harus datang ke magelang yah?? ''
ucap olivia di sela sela memilih beberapa belanjaannya.
''Insya allah aku akan ke magelang dan kamu juga aku tunggu di rumahku yah, pokonya kita harus kontek walaupun lewat telphone. ''
ucap rindu dan olivia mengacungkan jempolnya.
Rindu sedang sibuk dengan memilih sovenir dengan olivia, sedangkan di tanah air sedang ada perdebatan antara reza dan mama nya.
''Reza.... kenapa sih kamu dingin sekali kepada tamara, dia udah berubah lebih baik demi kamu dan dia sudah tulus mencintai kamu, kenapa kamu malah mengacuhkannya dan kamu harus ingat satu hal, kamu memiliki adik perempuan dan sama akan di jodohkan juga, gimana kalau posisi rindu ada di posisi tamara saat ini?? ''
ucap mama hanum saat reza protes untuk menolak makan malam dengan tamara.
''Ya allah mama, rindu dan tamara itu berbeda loh jangan di bandingkan. ''
ucap reza dengan nada kesalnya.
''Mama bukan membandingkan reza, tapi seandainya dan kamu harus percaya kalau karma itu ada loh, ayolah reza buka hati kamu dan lihat keseriusan tamara. ''
''Mama tau sendiri kan, hati reza masih sakit dengan penghianatan di masa lalu, reza gak mau terulang kembali rasa sakit itu. ''
''Ya allah reza, itu kan emang wanita nya ajah yang kurang ajar, jangan samakan dengan tamara dong, tamara wanita baik baik dan terhormat, ingat reza keluarga kita adalah konglomerat negeri dan mama gak mau kamu hancurkan dengan keputusan kamu yang sepihak, dua hari lagi rindu akan pulang dan kamu harus menjemput rindu dengan mengajak. tamara dan tidak ada bantahan. ''
ucap mama hanum sambil berjalan meninggalkan reza yang sedang duduk dan terlihat kesal.
__ADS_1
''Ya allah mama, kenapa gak bisa mengerti dengan perasaan reza sih, aku gak mau membuat tamara sakit kalau aku pura pura menerimanya. ''
ucap reza sambil merebahkan kepalanya di sandaran sofa ruang keluarga.
Di kediaman keluarga mahendra saat ini....
Dua malam galih tidak pulang dan membuat ayab dan ibunya geram, hingga ultimatum langsung di jatuhkan pada galih, semua akses d blokir dan akhirnya galih kembali ke rumah.
''Masih ingat pulang kamu galih, sekalian ajah pergi dari rumah ini dan mempermalukan keluarga kita di hadapan keluarga gemilang. ''
ucap ayah yoga saat galih duduk di hadapan ayah juga ibunya.
''Maafkan galih ayah, hana sakit dan galih terpaksa harus menjaganya karena keluarga hana tidak ada di kota ini. ''
ucap galih sambil menunduk.
''Bodo amat galih urusan wanita itu, kamu pulang karena ayah sudah memblokir semua akses kartu kamu dan wanita matre itu mengusir kamu untuk pulang, jawab ibu dan itu benarkan galih. ''
ucap tante hesti dan galih hanya diam tanpa bicara.
''Ingat lusa kita akan ke rumah rindu untuk acara lamaran, karena rindu sudah menerima perjodohan ini, awas kamu kalau membuat malu keluarga kita dan asal kamu tau yah, itu akan merugikan kamu juga galih. ''
ucap ayah yoga sambil berjalan menuju ruang kerjanya dan meninggalkan galih sendirian karena tante hesti memilih menuju taman belakang.
Galih langsung menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
''Kenapa harus ada acara perjodohan segala sih, aku kan gak selera dengan wanita bercadar itu, aku hanya mau hana dan gak mau yang lain. ''
gumam galih di sela sela berendamnya.
Kepulangan rindu.....
Reza saat ini sedang di perjalanan menuju rumah tamara, karena sesuai permintaan mamanya kalau tamara harus di ajak untuk menjemput rindu dan terpaksa reza menuruti keinginan mama nya.
Hana dua puluh menit reza sampai di kediaman tamara dan langsung masuk kedalam rumahnya.
ucap reza saat memasuki rumah tamara.
''Walaikumsallam..... eh ada nak reza, mau jemput ara yah?? ayo duduk dulu. ''
ucap mama nya tamara yang kebetulan ada di pekarangan rumah.
''Reza nunggu disini ajah deh sambil lihat bunga juga tante. ''
''Oke deh, tunggu yah sebentar. ''
Mamanya tamara langsung menghampiri tamara kedalam rumah.
''Ara.... di luar ada reza tuh mau jemput kamu, di suruh masuk tapi gak mau. ''
ucap mamanya tamara saat menghampiri tamara ke kamarnya.
''Mas reza beneran udah datang mama?? ''
jawab tamara dengan nada bahagianya dan membuat mamanya tersenyum mengangguk.
''Ayo cepat, jangan membuat reza menunggu. ''
ucap mamanya tamara dan tamara mengangguk.
Tamara langsung mengikuti mamanya untuk menghampiri reza dan tamara tersenyum saat melihat reza siang ini.
''Mama.... ara berangkat dulu yah. ''
ucap pamit ara dan mamanya mengangguk.
''Hati hati yah nak reza dan salam untuk rindu. ''
__ADS_1
ucap mamanya ara saat reza berpamitan dan reza mengiyakannya.
Tamara langsung masuk kedalam mobil saat reza sudah masuk terlebih dahulu, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan tanpa obrolan.
Tamara pun berinisiatif memulai pembicaraannya.
''Mas reza makasih udah jemput. ''
ucap tamara memberanikan diri berbicara.
''Iya sama sama, makasih udah mau ikut menjemput rindu yah. ''
jawab reza dengan senyumnya.
''Ya allah....ini senyum kebahagiaan karena aku atau karena reza akan bertemu dengan rindu. ''
gumam tamara dalam hatinya saat melihat reza tersenyum.
''Ara....''
''Iya mas kenapa?? ''
''Kamu terlihat cantik sekali dengan style sekarang dan lebih anggun. ''
ucap reza tiba tiba dan membuat tamara tersenyum bahagia.
''Terimakasih mas reza untuk pujiannya, semenjak kenal rindu aku jadi terinspirasi untuk berhijrah tapi untuk bercadar nya aku belum berani karena banyak sekali faktor yang harus di pertimbangkan. ''
''Iya gak apa apa juga, yang penting hijrah dengan niat dari hati dan karena allah. ''
''Iya mas reza...... ''
''Maafkan karena saya selalu mengabaikan kamu ara, saya harap kamu mengerti yah dan sedikit memberikan saya waktu dan bersabar yah. ''
''Kenapa mas reza minta maaf, ara senang dengan mas reza gak menolak perjodohan ini, maaf kalau kesannya ara memaksa. ''
''Hahhaaa.... kamu ini ada ada sajah, ngebet sekali yah kamu sama saya. ''
ucap reza dengan tawanya dan membuat ara jadi salah tingkah.
''Iya bisa di bilang begitu, ini kali pertamanya ara merasakan rasa suka sama seorang pria dan ara gak mau kehilangan mas reza. ''
ucap tamara dengan penuh keyakinan dan membuat reza terdiam.
''Ara gak baik mencintai seseorang melebihi cinta kepada allah dan rasulullah. ''
ucap reza dan tamara langsung terdiam.
Mobil yang di kemudikan reza sudah sampai di bandara dan reza langsung memparkirkannya lalu mengajak ara masuk ke area kedatangan di bandara.
Reza menggenggam tangan ara dan membuat ara begitu senang saat ini, hatinya begitu berbunga dengan sikap manis reza.
''Kita duduk dulu, karena pesawatnya masih lima belas menit lagi tibanya. ''
ucap reza sambil duduk di kursi tunggu dan tamara duduk di sampingnya.
TBC......
.
.
.
.
.
__ADS_1
..........................