RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Pendarahan......


__ADS_3

Satu minggu berlalu ......


Rindu masih belum memeriksakan tubuhnya karena galang tiba tiba harus kembali ke francis dan rindu enggan ikut memilih untuk tetap di rumah menemani ibu mertuanya karena galang di temani ayahnya ke francis.


Rindu tetap tidak di ijinkan ke toko setiap hari karena galang konsisten dengan keputusannya walaupun galang tidak ada di samping rindu.


''Sayang..... mau ikut ibu gak?? ''


ucap ibu hesti saat menghampiri rindu di dalam kamarnya.


''Mau kemana emangnya bu?? ''


ucap rindu yang balik bertanya kepada ibu mertuanya.


''Mau arisan di rumah teman ibu dan mama kamu juga hadir loh, katanya makanannya juga pesan di toko kamu juga loh. ''


ucap ibu hesti dan rindu terdiam.


''Rindu gak ikut bu, ada feeling kalau hari ini mas galang pulang soalnya dan rindu mau di rumah ajah, gak apa apa kan rindu gak ikut. ''


ucap rindu dan tante hesti tersenyum.


''Gak apa apa ko, yasudah kamu hati hati di rumah dan ibu berangkat dulu yah. ''


ucap tante hesti dan rindu mengangguk.


Setelah kepergian tante hesti rindu memilih untuk merebahkan tubuhnya karena akhir akhir ini tubuhnya terasa aneh.


''Ada apa dengan tubuhku, rasanya kok gak nyaman dan seperti ada sesuatu tapi apa yah. ''


ucap rindu sambil merebahkan tubuhnya dan mengatur suhu AC di kamar nya.


Rindu tertidur nyaman dengan setumpuk bantal sebagai penyanggahnya hingga pukul sebelas siang rindu tidak menyadari kalau galang sudah pulang dan saat ini sedang memandang wajah tenang rindu yang sedang terlelap.


Galang yang gak bisa mengendalikan diri pun langsung mencium bibir rindu, bibir yang selalu di rindukannya dan rindu seketika langsung membuka matanya dan melototkan matanya.


Rindu tersenyum saat sadar kalau suaminya lah yang sedang menciumnya, rindu langsung membalas ciuman galang.


''Ada apa dengan kamu sayang?? agresif sekali. ''


ucap galang saat melepaskan ciumannya dan membuat rindu langsung cemberut dan berkaca kaca.


''Astagfirullah..... kamu kenapa sayang, maaf maaf udah jangang nangis yaah. ''


ucap galang yang gelagapan karena rindu tiba tiba menangis.


''Hiks.... hiks... aku kangen kamu mas galang. ''


ucap rindu dengan tangisannya dan galang langsung tersenyum.


''Kenapa mas ajak kamu gak mau, ini juga mas maksain pulang karena perasaan mas gak enak, kamu manggil manggil terus dan benar kan kamu nangis dan kangen sama mas. ''


ucap galang saat memeluk tubuh rindu dan rindu menganggukan kepalanya.


Galang yang yang seminggu tidak menyentuh rindu pun langsung melakukan permainannya, galang melakukannya sedikit kasar entah karena seminggu tidak tersalurkan entah karena emang rindu terus membalas setiap sentuhannya.

__ADS_1


Galang terus melakukan permainannya dengan berbagai macam posisi dan rindu terus menikmatinya.


''Kok berhenti mas, ayo lanjutkan dong tanggung. ''


ucap rindu yang merengek saat galang menyentuhnya dari sisi berbeda.


Galang tersenyum dan kembali melakukannya karena rindu merengek terus.


''Ya allah semoga ini bukan tanda yang membuatku sedih, kenapa rindu agresif sekali dan biasanya dia selalu malu malu menyembunyikan kenikmatannya tapi sekarang rindu begitu menampakkannya. ''


gumam galang dalam hatinya di sela sela kegiatannya.


Rindu dan galang bersamaan mencapai puncak nya dan galang langsung ambruk di samping rindu dengan nafas yang terengah engah.


Rindu terdiam sambil mengatur nafasnya yang masih belum teratur, rindu merasakan sesuatu yang aneh di perutnya.


''Ya allah.... kenapa sakit sekali perutku. ''


ucap rindu sambil memegang perutnya dan galang langsung tersentak saat melihat ada noda darah yang merembes ke seprei nya.


''Astagfirullah.... sayang kenapa ada darah?? ''


ucap galang panik sambil memakai celananya.


''Gak tau, mas galang tolongin perutku sakiit sekali. ''


ucap rindu sambil menangis dan memegang perutnya.


Galang langsung keluar kamar dan meminta supir menyiapkan mobil, ibu hesti langsung menghampiri galang yang sedang panik.


''Rindu berdarah bu, ayo bantu galang dulu melihat kondisi rindu. ''


Ibu hesti dan galang langsung menuju kamar dan ibu hesti langsung tersentak saat melihat rindu sedang menahan sakit di perutnya.


''Ya allah sayang, kamu pendarahan ini.... ''


ucap tante hesti dan langsung menghampiri rindu.


''Bagaimana ibi bu, apa rindu akan baik baik ajah?? ''


ucap galang yang langsung khawatir saat mendengar ucapan ibunya.


''Rindu tanpa pakaian gini lagi, cepat ambil pakaian lengkap untuk rindu dan kita langsung ke rumah sakit sekarang juga. ''


ucap ibu hesti sambil membantu rindu memakai dalaman pakaiannya.


''Ya alaah galang kamu ini sangat buas sekali siih. ''


gumam tante hesti yang melihat leher dan dada rindu penuh tanda merah saat memakai kan pakaian dalam untuk rindu.


Rindu hanya bisa terdiam dan memegang perutnya yang terasa sakit.


''Sakit ibu, perut rindu saki sekali ini. ''


ucap rindu sambil menangis.

__ADS_1


''Sabar sayang kita ke rumah sakit yah sekarang, berdoa yah semoga kandungan kamu baik baik ajah. ''


''Rindu kan gak hamil bu. ''


''Udah kamu berdoa ajah oke, sebentar ibu pakaikan hijab dulu. ''


Galang selesai memakai pakaiannya dan langsung menggendoong rindu untuk di bawa menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir.


Galang terus memeluk rindu yang ada di pangkuannya dan ibu hesti mengusap perut rindu yang mengaduh terus karena sakit.


Beberapa menit berlalu dan mobil sampai di rumah sakit, galang langsung menggendong rindu menuju UGD dan petugas langsung menangani rindu.


''Ibu titip rindu yah, galang mau urus pendaftaran rumah sakit dan yang lainnya. ''


ucap galang saat suster memberikan surat administrasinya dan ibu hesti mengangguk.


Ibu hesti terus berdoa dalam hatinya, agar keadaan rindu baik baik sajah.


Galang selesai dengan surat suratnya namun rindu belum selesai dengan pemeriksaannya.


''Ibu kenapa lama sekali siih dan kenapa malah ada dokter lain masuk kedalam ruangan?? ''


ucap galang yang panilk dan ibu hesti menenangkannya.


''Sabar dan berdoa yah semoga kondisi rindu baik baik sajah. ''


ucap tante hesti dan galang mengangguk.


Galang langsung menghubungi keluarga rindu setelah ibu hesti memintanya dan mama hanum akan segera ke rumah sakit.


Dua dokter keluar dari ruangan tindakan rindu dan galang langsung menghampirinya.


''Bagaimana kondisi istri saya dokter?? ''


ucap galang saat menghampiri dokter.


''Kondisi istri bapa masih lemah dan kondisi janin di dalam perutnya juga masih bisa di selamatkan pak, walaupun tadi sempat pendarahan, saat ini istri bapa sedang istirahat dan akan di pindahkan ke ruang rawat agar lebih nyaman. ''


ucap dokter dan galang langsung mengerutkan keningnya.


''Maksud nya istri saya pendarahan dan janin apa yah dokter?? ''


ucap galang yang masih belum mengerti dengan ucapan dokternya.


''Istri bapak sedang hamil dan usia kandungannya memasuki lima minggu, karena aktivitas ekstrim jadinya pendarahan pak, usia kehamilan masih muda sangat rentan mempengaruhi kalau beraktivitas yang lebih, untuk kedepannya istri bapa harus bedrest total yah dan saya harap jangan menyentuhnya sampai usia kandungan enam belas minggu karena kondisi janinnya lemah dan itu sangat beresiko, kalau begitu saya pamit dan nanti saya akan mengecek kembali saat sudah di ruang rawat. ''


ucap dokter dan galang mengangguk.


''Alhamdulillah ya allah engkau menyelamatkan janin nya dan kondisi istri hamba pun lebih baik. ''


ucap syukur galang setelah dokter menjelaskannya.


Rindu langsung di pindahkan ke ruang rawat dan galang pun memberitahukan ke mama hanum ruang rawat rindu.


TBC.........

__ADS_1


__ADS_2