RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Untuk mu dan hanya untuk mu.....


__ADS_3

Reza telah sampai di lantai teratas hotel dan langsung menuju kamar dimana tamara tempati.


Reza mengetuk pintu dan hingga lima menit menunggu tapi tamara tidak membuka pintunya.


''Hallo..... bisa minta kunci serep kamar dua lima sembilan, antarkan sekarang saya tunggu. ''


ucap reza saat menelphone asistennya.


''Tamara di dalam ngapain sih sampai gak menedengar aku menggedor pintunya dan masa harus aku dobrak kan bisa berabe. ''


ucap kesal reza sambil menekan nomer tamara namun tamara tidak mengangkatnya.


Sepuluh menit menunggu akhirnya asistennya reza menghampiri dengan membawakan kunci serep.


''Makasih yah dan jangan bilang ke siapapun kalau saya ada di kamar tamara. ''


ucap reza dan asistennya mengangguk lalu berlalu meinggalkan reza.


Reza menghembuskan nafasnya dan membuka pintu kamarnya tamara, reza tersentak saat melihat kamar tamara berantakan.


''Hadeuuh..... apa pantas seorang dokter spesialis seperti tamara kamar nya berantakan dan apa apaan ini. ''


ucap reza saat melihat pakaian kebaya pesta tamara berantakan bahkan dalaman pakaian nya pun berserakan.


Reza menghampiri pintu kamar mandi karena mendengar suara gemercik air.


''Ara.... kamu lagi apa di dalam kenapa lama sekali mandinya, ara.... buka pintunya atau saya dobrak yah sekarang. ''


ucap reza sambil menggedor pintunya namun ara tidak menyahutnya.


Reza kaget saat pintu bisa terbuka dan tamara tidak mengkuncinya, reza langsung masuk kedalam kamar mandi dan mata nya tertuju kepada ara yang sedang merendam tubuhnya namun matanya terpejam.


''Bangun ara, kamu kenapa ara?? ''


ucap reza yang panik karena ara menutup matanya.


Reza langsung membawa tubuh telanjang ara keluar dari bak rendam dan menidurkannya di ranjang dan menyelimuti tubuh ara.


Reza langsung memesan susu hangat untuk di berikan kepada tamara, reza langsung mencari pakaian untuk tamara, setelah menemukannya reza langsung menghampiri tamara namun pintu kamar di ketuk dan reza langsung membuka nya ternyata pelayan pengantar susu dan beberapa makanan yang reza pesan.


''Awas yah tamara, kamu itu sangat menyusahkan sekali sih. ''


ucap kesal reza sambil membuka jasnya dan segera menghampiri tamara untuk memakaikan pakaiannya tamara.

__ADS_1


''Ara bangun laah, aku gak mau memakai pakaian ke tubuh kamu yang polos itu takut khilaf, ara ayo bangun dong. ''


ucap reza sambil menepuk pipi tamara dan tak lama tamara membuka matanya lalu memegang kepalanya.


''Duuh..... kepalaku pusing sekali. ''


ucap tamara sambil memegang kepalanya dan reza langsung menuju troli yang berisi makanan dan membawakan susu nya untuk tamara.


''Duduk dulu ara dan minum susunya mumpung masih hangat. ''


ucap reza sambil menyodorkan susunya.


Tamara langsung duduk dan menerima gelas yang berisi susu dari reza dan reza langsung memalingkan wajahnya karena ara tidak menutup bukit kembar miliknya dan itu membuat reza salah tingkah.


Tamara mengerutkan keningnya melihat tingkah reza dan tamara langsung menyimpan gelas kosong di meja samping ranjangnya.


''Mas reza kenapa malah memalingkan wajah sih, ada yang aneh yah?? ''


ucap tamara tanpa menyadari saat ini bagaimana keadaan tubuhnya.


''Pakai pakaian kamu tamara, mata saya sakit melihat kamu tanpa busana. ''


jawab reza dan tamara langsung menghembuskan nafasnya.


Tamara langsung memeluk tubuh reza dan reza langsung mematung karena merasakan sesuatu di tubuh belakangnya.


''Ya allah tamara, pakai pakaian kamu sekarang jangan berbuat yang aneh aneh yang akan merugikan kamu nantinya, lepas... ''


ucap reza sambil melepaskan pelukan nya tamara dari pinggangnya.


''Kenapa mas reza, semua yang ada di tubuhku itu untuk kamu dan hanya untuk kamu, apa aku gak layak untuk menjadi bagian dari hati kamu, apa aku kurang berkelas karena aku hanya seorang dokter bukan seorang pebisnis. ''


ucap ara dengan tangisannya dan reza langsung terdiam.


Reza memberanikan diri untuk berbalik dan pandangannya langsung menatap ke arah lain.


''Kamu tau tamara, gak baik mencintai seseorang melebihi cinta kamu kepada tuhanmu, nanti akan sakit dan sangat kecewa kamunya, lagian kita belum halal dan itu sama ajah melakukan maksiat dan zina kalau kamu memberikannya kepada saya sekarang, kita tanpa ikatan ara dan ayolah pakai pakaian kamu dan kita bicarakan baik baik. ''


''Yasudah nikahi aku mas secepatnya kalau itu yang akan membuatmu menjadi milikku selamanya. ''


''Dengarkan ara, jika landasan pernikahan cuma karena bertujuan untuk memusnahkan nafsu, maka bersiaplah kau akan kerap bertengkar jika layanan di kamar tidak memuaskan, jika landasan pernikahan cuma karena harta, ingin kaya dan hidup enak, maka bersiaplah bercerai jika jatuh miskin, jika landasan penikahan hanya karena fisik, menarik dan memuaskan pandangan mata, maka bersiaplah berpisah saat tiba tiba rambut berubah, wajah berkerut dan badan sudah menjadi gendut atau kurus, jika landasan pernikahan karena anak atau bertujuan ingin memiliki keturunan, maka bersiaplah, pasangan akan mencari alasan untuk pergi jika buah hati tak kunjung datang, jika landasan pernikahan cuma karena cinta, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal hal lebih, lagi pula yang di cintai akan mati, jika landasan pernikahan karena kepribadian, maka bersiaplah pasangan akan lari jika orang berubah tingkah perilakunya, namun jika landasan pernikahan hanya karena iman dan menikah dalam rangka beribadah kepada allah, maka tak ada alasan apapun di dunia ini yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali pasangan itu durhaka kepada allah azzawajalla. Ingat tamara aku gak bisa menikahi kamu secepat kamu mau dan maafkan aku. ''


ucap reza dan membuat tamara langsung melorot ke lantai dan menangis tersedu sedu.

__ADS_1


Reza menghampiri dan memeluk tubuh tamara, tamara langsung membalas pelukan reza dan menangis di dada nya reza.


Reza menggendong tamara menuju ranjang dan menidurkannya, saat reza akan beranjak tamara langsung menarik reza hingga reza terjatuh di atas tubuh tamara karena keseimbangan tubuhnya belum siap.


Tamara langsung mencium bibir reza dan reza yang sedari tadi menahan hasratnya langsung terpancing dan membalaskan ciuman dari tamara.


Tangan reza begitu leluasa menyentuh apapun yang bisa tersentuh oleh tangannya, tamara semakin di buat melayang dan terus melenguh merasakan sensasi yang begitu baru dia rasakan.


''Jangan salahkan saya tamara dan kamu yang terus menggoda saya. ''


ucap reza saat melepaskan ciumannya dan tamara mengangguk lalu kembali menarik tubuh reza.


Di dalam kamar hotel ara saat ini sedang terjadi pergumulan panasa antara reza dan tamara namun tidak dengan Di ballroom hotel saat ini sudah sedikit berkurang tamu undangannya dan rindu juga galang sudah berada di ruangan khusus karena rindu merengek mengeluh kakinya sakit dan ternyata kaki rindu lecet karena seharian memakai sepatu berhak tinggi.


Galang dengan telaten merawat rindu dan saat ini kaki rindu sedang di rendam air hangat agar sedikit berkurang rasa sakitnya.


''Buka cadarnya biar mas suapi kamu makan yah, dari tadi kamu belum makan. ''


ucap reza saat membawa nampan berisi makanan dan rindu mengangguk lalu membuka cadarnya.


Galang terdiam menatap kecantikan rindu dengan make up yang pas di wajahnya.


''Mas galang ayo suapi, kenapa malah bengong ajah dan mas galang juga sekalian makan yah karena mas galang juga belum terlihat makan juga. ''


ucap rindu dan galang mengangguk.


Galang dengan telaten menyuapi rindu dan menyuapi untuk dirinya sendiri.


TBC..........


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.......................


__ADS_2