
Setelah Reza selesai menyuapi tamara, ternyata dokter juga perawat masuk dan membuat galang langsung menutup wajah rindu dengan cadarnya karena dokternya seorang pria.
Reza menghela nafasnya karena ternyata galang lebih cepat gerakannya untuk menutup wajah rindu dengan cadar.
''Dokter tamara sudah sehat dan boleh pulang hari ini juga, kontrol dua minggu lagi untuk mengecek rahimnya bersih apa gak nya dan saya mohon maaf dokter, tiga bulan ke depan paling cepat nya, dokter di larang hamil dulu yah. karena rahimnya masih dalam masa pemulihan akibat benturan jadi dokter di sarankan untuk menggunakan kontrasepsi dulu jangan dulu di buahi karena akan berdampak juga nantinya kepada kehamilan dan janinnya. ''
ucap dokter saat selesai mengecek kondisi tamara.
Reza terus mengelus punggung tamara saat dokter memberikan penjelasan, dokter pun memberikan resep obat untuk tamara konsumsi.
Dokter keluar dari ruangan tamara dan suster membantu melepaskan infus di tangan tamara, tamara hanya diam dan terlihat muram.
''Sayang..... tiga bulan gak akan lama kok dan biarkan tiga bulan itu sebagai bentuk pendekatan kita biar lebih intim, jadi kita bisa liburan selama tiga bulan itu, kamu juga akan ikut kalau mas ada pekerjaan ke luar kota atau ke luar negeri. ''
ucap reza yang menenangkan tamara.
''Iya mas reza dan maafkan aku yah, jadinya kita gak bisa cepat punya anak nya. ''
ucap tamara dan reza memotong ucapan tamara dengan menutup mulut tamara menggunakan telunjuknya.
''Udah sekarang kita pulihkan kondisi kamu dan kita berjuang bersama sama yah. ''
ucap reza dan tamara mengangguk.
Rindu tiba tiba menangis dan membuat semua tersentak, terutama galang yang ada di sampingnya langsung menenangkan rindu.
''Kamu kenapa tiba tiba menangis sayang?? ''
ucap galang tapi rindu tetap menangis.
''Kamu kenapa deek, ada yang terasa sakit atau kenapa?? ''
ucap reza yang langsung menghampiri rindu.
''Aku cuma sedih ajah mendengar kak tamara malah di larang dulu hamil, padahal hamil itu kan keinginan semua wanita yang menyandang status sebagai istri, hiks.... hikss.... ''
tangis rindu langsung pecah dan galang langsung memeluknya.
''Rindu sayang....semua di lakukan demi kebaikan kakak dan rahim kakak juga masih luka juga nantinya kalau di paksakan hamil malah bahaya ke janin dan kakaknya, makasih karena kamu mengkhawatirkan kakak. ''
ucap tamara yang menghampiri rindu yang berada di dekapan galang.
Rindu mengangguk dan hanya sesegukan yang terdengar saat ini, reza mencium kepala rindu dan mengusap punggung rindu.
''Kamu sama galang pulang yah ke rumah galang, kakak juga mau bawa tamara pulang ke rumah. ''
ucap reza dan rindu hanya diam.
''Rindu mau pulang ke rumah mama ajah nemenin kak tamara. ''
ucap rindu dan galang langsung mengehela napasnya.
''Deek.... kak tamara butuh istirahat total selama dua minggu kedepan, kalau kamu ada di rumah nantinya ganggu dan lagian kamu punya suami yang harus kamu temani, kamu gak sadar itu perut udah membesar dan bahaya kalau kamu aktifitas terus nantinya. ''
ucap reza yang mengkhawatirkan kondisi kehamilan rindu yang sempat drop bulan lalu.
''Benar kata kak reza, kamu pulang yah sama mas sekarang ke rumah dan kamu kali kali boleh berkunjung juga ke rumah untuk menjenguk kak tamara. ''
__ADS_1
ucap galang dengan penuh kelembutan dan rindu mengangguk.
Galang langsung membantu membawa barang barang reza karena reza mendorong kursi roda yang di gunakan tamara, sedangkan rindu menggandeng lengan galang.
Galang langsung membawa rindu pulang ke rumahnya sedangkan reza membawa tamara menuju kediaman rumah tamara karena orang tua tamara memintanya.
Sepanjang perjalan rindu hanya diam dan membuat galang khawatir, galang terus mengelus kepala rindu dan rindu hanya melirik lalu kembali ke depan lagi pandangannya.
Sesampainya di kediaman mahendra, rindu langsung masuk dan menghampiri ibunya di taman belakang.
''Assalamualaikum..... ''
ucap salam rindu sambil duduk di kursi taman.
''Walaikumsallam.....sebentar sayang, ibu cuci tangan dulu yah. ''
ucap ibu hesti saat rindu duduk di kursi taman.
Rindu langsung memakan cemilan yang ada di meja dan ibu hesti hanya tersenyum dengan tingkah rindu.
''Gimana keadaan tamara saat ini sayang?? ''
ucap ibu hesti saat rindu mencium tangannya.
''Kak tamara baik baik ajah bu, tapi rindu kasihan karena kak tamara di larang hamil dulu selama tiga bulan, karena kondisi rahimnya dalam tahap pemulihan karena terbentur keras. ''
ucap rindu sambil memakan cemilannya lagi.
''Kasihan sekali tamara, padahal hari minggu kan mau mengadakan syukuran empat bulanan juga. ''
ucap ibu hesti dan rindu hanya mengangguk.
ucap rindu dan ibu hesti hanya mengangguk.
''Loh galang, kamu gak ngantor hari ini?? ''
ucap ibu hesti saat galang mengucap salam dan mencium tangannya.
''Galang khawatir sama rindu ibu, makanya ikut pulang ajah deh. ''
ucap galang sambil duduk di samping rindu dan membuka cadarnya rindu yang sedang memakan cemilan.
''Mas galang lebay bu, rindu gak ngapa ngapain tapi malah di khawatirkan. ''
ucap rindu sambil memanyunkan bibirnya.
''LIhat bu bibirnya minta di cium kalau udah manyun gitu tuh. ''
ucap galang dan ibu hesti langsung tertawa dengan tingkah anaknya.
''Ibu tau gak??mas galang ini mesum terus yang ada di fikirannya. ''
ucap rindu yang mengadu kepada ibu mertuanya.
''Bagus loh kalau lagi hamil besar di mesumin gitu sayang, kata orang tua jaman dulu tuh istilahnya itu memberikan jalan lahir buat dede bayinya, usia kandungan kamu udah tujuh bulan kan. ''
ucap ibu hesti dan rindu mengangguk.
__ADS_1
''Oh jadi bagus yah kalau kandungan rindu udah tujuh bulan jadinya. ''
''Betull sayang, biar lahirannya lancar kan ****** suami itu adalah rangsangan alami untuk jalan melahirkan dan gak usah minum obat. ''
Galang langsung pamit menuju ruang kerjanya sedangkan rindu pamit ke kamar untuk merebahkan tubuhnya yang terasa kaku.
Rindu langsung bersiap untuk sholat zuhur dan rindu selalu mandi kalau akan melakukan sholat karena tubuhnya selalu berkeringat.
Setelah selesai mandi dan sholatnya rindu duduk sambil memainkan handphone nya, galang masuk kedalam kamar dan langsung menuju kamar mandi untuk bersiap sholat, rindu menyiapkan peralatan sholat untuk galang dan langsung masuk kedalam ruangan ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tipis.
''Aku punya ide sekarang..... ''
ucap rindu dengan senyumannya yang melihat pakaian terbuka dan langsung di gunakan.
Saat rindu keluar dari kamar ganti ternyata galang selesai dengan sholatnya dan rindu langsung menghampiri galang.
''Astagfirullah.... kamu kenapa siang bolong pakai pakaian begini sayang. ''
ucap galang yang tersentak dengan pakaian yang di gunakan rindu.
''Sengaja mau minta sama kamu mas, kata ibu kan hamil udah tua gini bagus kalau hubungan, biar jalan lahirnya lancar, mas juga sering minta tapi saat ini aku yang minta jangan nolak yah. ''
ucap rindu dengan tidak malunya langsung mencium bibir galang.
Tingkah rindu yang agresif membuat galang gelagapan karena rindu yang terus menyerangnya saat ini.
''Stop sayang stop dulu oke, biar mas yang mimpin yah karena kalau kamu yang mimpin nantinya bahaya kasihan dede bayinya. ''
ucap galang yang khawatir dengan tingkah rindu.
Rindu mengangguk dan tersenyum sambil mencium bibirnya galang kembali, galang membawa rindu menuju ranjang dan mulai dengan permainannya, rindu pun selalu membalas semuanya dan galang semakin menggebu karena tubuh rindu terlihat seksi menurut galang, bahkan buah dada rindu menjadi besar dan padat membuat galang semakin menyukainya.
Siang hari yang panas dan di dalam kamar pun tak kalah panasnya dengan permainan galang juga rindu, ******* terus terdengar menggema di dalam kamar.
Hingga satu jam kemudian permainan selesai dan galang tersenyum puas karena membuat rindu lelah dan tertidur.
''Terimakasih sayangku dan i love you bidadariku. ''
ucap galang sambil mencium kening rindu yang sudah tertidur pulas lalu menyelimuti tubuh polos rindu.
TBC.....
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.