RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Tidak bisa menolak....


__ADS_3

Rindu masih mengobrol dengan papa haris di ruangan kerja papa haris, bahkan galang yang menghubunginya pun terabaikan oleh rindu.


''Kamu pulang sama papa yah ke rumah hari ini, nanti papa bilang ke galang dan cuma menginap semalam ajah, besok kamu pulang lagi ajah dan nanti sabtu datang lagi untuk acara empat bulannya tamara, gimana kamu mau kan sayang?? ''


ucap papa haris dan rindu terdiam sebentar.


''Rindu mau banget papa, palingan nanti mas galang ikut menginap di rumah. ''


ucap rindu dan papa haris mengacungkan jempolnya.


''Gak apa apa ikut ajah, nanti papa ijinkan ke galang yah dan kita sekalian makan siang di luar hari ini, di restoran langganan keluarga kita. ''


ucap papa haris dan rindu mengangguk.


Pintu ruangan kerja papa haris di ketuk dan ternyata galang juga reza yang masuk, galang langsung mencium tangan papa haris karena tadi belum sempat.


''Deek.... tumben kamu gak meluk kakak pas tadi ketemu, biasanya nempel. ''


ucap reza sambil mengelus kepala rindu.


''Lagi gak mau dekat sama kakak, maunya sama papa ajah atau sama mas galang. ''


ucap rindu dan reza langsung cemberut.


''Awas ajah kalau tiba tiba pengen di peluk kakak, udah di pastikan kakak menolak. ''


''Biarin ajah, ada papa dan mas galang ini. ''


''Sombongnya yang udah punya mas galang. ''


''Udah jangan ribut deh kalian. ''


ucap papa haris yang menengahi perdebatan kedua anaknya.


''Sayang....ayo kita ke kantor mas ajah yah sekarang dan jangan pulang dulu ke rumah. ''


ucap galang namun rindu terdiam dan menatap papa haris.


''Gini galang, sebelumnya papa minta maaf sama kamu yah, rindu untuk hari ini mau menginap di rumah papa, kamu juga bisa menyusul karena cuma satu malam ajah, besok rindu pulang lagi dan hari sabtu bisa datang lagi menginap untuk acara syukuran nya, gimana kamu kasih ijinkan galang?? ''


ucap papa haris dan galang terdiam.


''Iya papa, galang ijinkan karena galang mana bisa menolak permintaan papa. ''


ucap galang dan rindu langsung tersenyum senang mendengarnya.


''Makasih yah, kamu jangan khawatir karena di rumah akan di pastikan rindu gak akan mengerjakan apapun dan papa yang menjaminnya. ''


ucap papa haris dan galang mengangguk.


''Ayo sayang kita ke kantor mas dulu dan nanti sore kita pulang ke rumah papa bersama sepulang mas kerja. ''

__ADS_1


ucap galang dan rindu menggelengkan kepalanya.


''Rindu mau disini ajah sama papa, mas galang ke kantor sendirian ajah dan nanti rindu nunggu di rumah papa ajah. ''


ucap rindu dan galang langsung menghembuskan nafasnya.


''Di ijinkan ajah galang, nantinya berabe kalau rindu merajuk karena dia lagi manja sama papa nya. ''


ucap reza dengan sengaja mengejek galang dan galang pun akhirnya mengangguk.


''Yasudah mas ijinkan kamu duluan, ingat jangan kelelahan di rumah papa nantinya, mas pamit ke kantor yah sayang. ''


ucap galang sambil mencium kening rindu dan rindu mencium tangan galang.


''Galang pamit papa, kak reza.... ''


ucap galang pamit ke papa haris dan langsung keluar dari ruangan kerja papa haris.


''Kamu ini kalau udah datang manja nya susah di tolak deek, kasihan suami kamu tuh. ''


ucap reza dan rindu langsung cemberut.


''Udah jangan mojokin adik kamu terus reza, ayo sayang pakai cadarnya kita pulang ke rumah dan makan siang di rumah ajah yah. ''


ucap papa haris dan rindu mengangguk sambil memakai cadarnya.


''Papa pulang dan kamu urus semuanya karena papa sedang malas. ''


''Daah kakaku sayang, selamat bersantai ria. ''


ucap rindu sambil berjalan menggandeng lengan papanya.


''Kalau papa udah bicara sudah deh gak akan bisa menolak dan membantahnya. ''


ucap reza sambil beranjak dan keluar dari ruangan kerja papanya untuk menuju ruangan nya.


Saat ini rindu sedang duduk di samping papa nya untuk menuju pulang ke kediaman gemilang, papa haris yang sempat murung pun terus tersenyum bahagia.


''Kamu mengalami kesulitan gak sayang saat hamil gini dan usia kehamilan yang semakin bertambah?? ''


ucap papa haris dan rindu menggelengkan kepalanya.


''Alhamdulillah sekali, dede bayinya anteng dan baik banget papa, palingan rindu jadi gak suka makan nasi yang berbutir, harus bubur atau lontong. ''


ucap rindu dan papa haris mengerutkan keningnya.


''Kok bisa sih sayang, terus makan kamu sehari hari gimana?? ''


''semenjak rindu pulang dari rumah sakit jadi jiji sama nasi papa, rindu kalau pagi makan bubur nasi, kadang bubur jagung, bubur kacang hijau atau mas galang suka ngajakin makan kupat tahu, siangnya rindu cuma makan buah potong ajah yang udah siap di kulkas dan tinggal makan, kalau makan malam palingan rindu makan lauknya ajah, mas galang yang makan nasinya. ''


''Kamu bahagia dengan pernikahan kamu saat ini?? jujur sama papa jangan berbohong. ''

__ADS_1


''Awalnya rindu takut gak bisa menjadi istri yang baik, rindu takut gak bahagia dengan rumah tangga rindu dan mas galang, tapi karena kesabaran mas galang, kebaikannya, ketulusannya mencintai rindu, ibu dan ayah mertua yang baik dan sangat sayang sama rindu, lambat laun rindu nyaman dan entah sejak kapan cinta itu tumbuh dan membuat rindu bahagia menjadi seorang istri karena rindu meyakini kalau bahagia rumah tangga itu bukan karena besarnya jumlah uang yang di dapat suami setiap bulannya, bukan juga karena kecantikan istri atau ketampanan suami, tapi bahagia itu datang dari suami istri yang saling menghargai, saling menerima kekurangan, saling jujur, saling perhatian, saling memaafkan dan saling menghargai, itu kunci dari kebahagiaan berumah tangga menurut rindu papa. ''


''Papa bahagia kalau kamu bahagia sayang, papa hanya takut kamu di lukai, kamu tidak di bahagiakan di rumah mertua kamu, tapi papa bahagia karena kamu ternyata bahagia menjalaninya, semoga kalian selalu rukun dan bahagia selamanya. ''


Rindu mengangguk dan bersandar di lengan papanya, supir hanya bisa tersenyum bahagia denga obrolan majikan dan putrinya.


Beberapa menit berlalu, mobil sampai di halaman depan rumah kediaman gemilang, papa haris keluar terlebih dahulu dan membantu rindu untuk turun dari mobil.


Rindu berjalan sambil menggandeng lengan papanya dan papa haris terus menjaga rindu selama rindu berjalan masuk kedalam rumah.


''Assalamualaikum..... ''


teriak rindu mengucap salam seperti biasanya.


''Walaikumsallam.... anak nakal, udah mau punya anak juga masih tetap ajah teriak teriak kalau mengucap salam. ''


ucap mama hanum saat rindu menghampirinya.


''Mama itu kebiasaan kalau rindu pulang pasti ngomel ajah bawaannya. ''


ucap rindu saat setelah mencium tangan mamanya.


''Habisnya kamu teriak terus tapi membuat mama kangen sekali dengan teriakan salam kamu, apalagi papa semalam nangis karena pengen ketemu kamu, di ajak ke rumah kamu papa gak mau. ''


ucap mama hanum dan rindu langsung berbalik dan menatap papanya yang sedang tersenyum kepadanya.


''Pantesan semalam rindu teringat papa terus, ternyata papa lagi kangen sama rindu, untung ajah mas galang ngajakin ke kantor papa karena ada meeting, jadinya rindu bisa ketemu papa karena bukan papa ajah yang kangen tapi rindu juga kangen banget sama papa. ''


ucap rindu sambil memeluk papa haris dan mama hanum hanya bisa tersenyum sambil mengelus punggung rindu.


''Mau gak saling kangen gimana kalian ini, dari kecil rindu udah nempel terus ke kamu papa, mama ajah sampai gak bisa manjain kamu rindu dan di saat rindu kuliah di mesir pun kamu rela papa ikut pindah biar bisa menemani rindu. ''


gumam mama hanum sambil menghela nafasnya yang bahagia melihat suaminya terlihat senang raut wajahnya.


TBC.........


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...............


__ADS_2