RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Hamil Kembali kedua kalinya.....


__ADS_3

Tiga bulan berlalu......


Di kediaman gemilang saat ini sedang terjadi perdebatan antara reza dan mama hanum, karena mama hanum membela tamara yang di larang ikut arisan dengannya oleh reza.


''Mama ini gak bisa di ajak bicara baik baik, pokonya selama satu bulan ini tamara di larang keluar rumah. ''


ucap reza dan membuat mama hanum kesal.


''Mas reza kan aku ikut mama arisan bukan belanja juga loh. ''


ucap tamara dan reza tetap menggelengkan kepalanya.


Reza langsung pamit menuju kantor dan membiarkan mama dan istrinya terus memanggilnya.


''Yaudah kamu di rumah ajah, mama mau arisan dulu soalnya tempatnya lumayan jauh. ''


ucap mama hanum dan tamara mengangguk.


Tamara langsung menuju kamarnya dan seperti biasa menonton derama kesukaannya di sebuah aplikasi vidio.


''Loh.... udah mau sebulan aku belum datang bulan yah, tapi kalau tespek juga takut kaya bulan bulan kemarin gak garis dua. ''


gumam tamara saat melihat kalender di kamarnya.


Saat tamara sedang asik menonton ketukan di pintu kamarnya membuat tamara langsung segera membukanya.


''Kakak lagi bersemedi yah di kamar terus. ''


ucap rindu dengan senyumannya dan membuat tamara bahagia langsung memeluk rindu.


''Alhamdulillah kamu datang jadi kakak ada teman, vania mana?? ''


ucap tamara dengan senyum bahagianya dan rindu langsung menggelengkan kepalanya saat melihat tamara antusias menuju vania.



''Ya allah keponakan aku lucu banget, cantik dan pipinya chuby banget. ''


ucap tamara saat melihat vania yang sedang tertidur.


''Iya kak sekarang tambah berat kalau di gendong, makanya aku suka bawa stroller kemana kemana. ''


ucap rindu dan tamara mengangguk.


''Tapi sayang banget vania nya tidur, kalau bangunkan aku mau gendong loh rindu. ''


''Sabar kak tunggu sebentar lagi pasti bangun, mama kemana kak ko sepi?? ''


''Mama ada arisan, tadinya kakak mau ikut tapi mas reza melarang kakak keluar rumah. ''


''Si posesif kak reza itu dan mirip mas galang, aku mau kesini dari kemarin tapi gak boleh, ini ajah aku kabur pas mas galang ke kantor. ''


''Kamu ini gimana kalau galang marah?? ''


''Gak akan berani dia marah ke aku kak, lagian ibu sama ayah tadi berangkat ke palembang karena ada acara disana, masa aku di rumah sendirian. ''


''Jadi kamu sama vania mau menginap?? ''


''Iya kak, barang barang vania sama pakaian mas galang udah di kamar, nanti mas galang kesini pulang kerjanya dan dia gak marah aku kabur. ''


''Sebentar yah kakak lupa mematikan televisi di kamar loh. ''


Rindu langsung menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang lebih santai saat tamara menuju kamar, sedangkan vania masih tertidur dan di jaga oleh kepala pelayan dulu.


Tamara langsung meminta bibi kembali ke kerjaannya karena tamara yang akan menjaga vania sekarang, rindu masih di kamar nya karena dia sekalian merapihkan pakaian anak dan suaminya.

__ADS_1


Tamara tersenyum saat vania membuka matanya dan langsung tersenyum kepadanya, tamara yang gemas langsung mencium pipi vania.


''Kamu lucu banget sih sayang nya aunty, mirip bunda apa mirip ayah yah. ''


ucap tamara sambil menggendong vania dan mencium pipi vania kembali.


''Loh.... udah bangun ternyata. ''


ucap rindu saat menghampiri ke ruang keluarga.


''Baru ajah bangunnya, vania gemesin banget sih rindu kakak jadi senang gendongnya. ''


ucap tamara dan rindu langsung tertawa.


''Anak nya rindu gituuuu... siapa yang gak akan terpesona dengan kegemesannya. ''


ucap rindu sambil duduk dan merapihkan bekas tidur nya vania.


''Kakak sebenarnya pengen cerita ke kamu rindu. ''


ucap tamara dan rindu langsung menatap ke arah tamara.


''Cerita apa kak?? ceritain ajah dan siapa tau rindu bisa membantu kakak. ''


ucap rindu dan tamara mengangguk.


Vania langsung menangis dan ingin di gendong rindu, tamara pun langsung memberikannya karena vania sepertinya pengen susu.


''Kakak sedang telat datang bulan loh, udah sebulan lebih gak keluar darah haid nya. ''


ucap tamara dan rindu tersenyum.


''Ayo di tespek ajah kak, kalau dua garis tinggal ke rumah sakit, jangan kaya aku sampe gak sadar dan hampir keguguran loh. ''


ucap rindu dan tamara terdiam.


''Jangan gitu dong, ayo tespek dan berdoa yang terbaik ajah kak, di kotak obat di kamar rindu ada tespek pakai ajah kak. ''


''Yaudah deh kakak mau tespek sekarang. ''


''Oke dan berdoa yah, rindu yakin kakak akan hamil dan merasakan jadi ibu kembali. ''


Tamara langsung ke kamar rindu dan langsung mengambil tespeknya di kotak obat milik rindu, tamara langsung ke kamar mandi di dalam kamar rindu untuk melakukan tespek.


''Ya allah.... semoga hasilnya garis dua dan aku hamil kembali. ''


gumam tamara saat selesai melakukan tes sesuai petunjuknya.


Lima menit kemudian tamara melihat hasilnya dan dua garis, satunya samar satunya jelas.


Tamara langsung menangis dan segera keluar untuk menghampiri rindu.


''Rinduu..... hiks... hiks.... ''


ucap tamara sambil menangis dan memberikan tespeknya ke rindu.


''Alhamdulillah ya allah.... kakak hamil loh dan lebih baik hubungi kak reza dan langsung ke rumah sakit untuk periksa, kakak kan pernah keguguran dan sangat bahaya kalau gak di periksakan lebih dini. ''


ucap rindu sambil menenangkan tamara yang menangis.


Tamara langsung menghubungi reza namun reza tidak mengangkatnya.


''Mas reza sibuk deh kayanya, gak angkat terus rindu telphone nya. ''


ucap tamara sambil duduk dan menatap hasil tespeknya.

__ADS_1


''Sabar, nanti pasti nelphone balik ke kakak. ''


ucap rindu dan tamara mengangguk.


Tamara langsung menggendong kembali vania sambil mengajaknya mengobrol, vania terus tersenyum dan membuat tamara gemas.


Beberapa jam kemudian....


Tepat pukul tiga sore reza sampai di kediaman gemilang dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya karena reza ingin menggendong vania.


''Nanti kak reza kesini langsung kasih tau kak. ''


ucap rindu dan tamara mengangguk.


''Iya rindu, di kamar juga kakak udah siapkan pakaiannya mas reza jadi kakak gak usah ikut ke kamar. ''


ucap tamara dan rindu mengangguk.


Vania saat ini sedang tidur di atas sofa bed sambil bermain dengan boneka di tangannya yang di berikan oleh tamara, tamara terus bermain main dengan vania hingga reza yang menghampirinya pun tidak di sadari.


''Dari kapan kamu sama vania sampe rumah?? ''


ucap reza saat memeluk rindu.


''Tadi pagi, aku kabur dari rumah soalnya di rumah sepi, ayah dan ibu ke palembang. ''


ucap rindu dan reza mengangguk sambil menghampiri vania.



''Hai keponakan uncle yang cantik..... ''


ucap reza saat menghampiri vania dan membuat vania tersenyum.


Reza langsung menggendong vania dan membuat tamara senang melihatnya, dari arah pintu mama hanum baru kembali dan langsung tersenyum senang melihat cucu nya.


''Mama mau mandi dulu yah biar bisa gendong vania dengan leluasa. ''


ucap mama hanum sambil menuju kamar nya.


''Mas reza..... ada yang mau aku bicarakan. ''


ucap tamara saat mama hanum sudah masuk kedalam kamar.


''Mau bicara apa?? ''


jawab reza sambil terus mengajak vania mengobrol.


''Ini coba lihat, tadi siang aku tespek dan hasilnya bisa mas reza lihat. ''


ucap tamara sambil memberikan tespeknya dan membuat reza langsung mengambil tespek.


''Jadi hasilnya kamu hamil tamara?? ''


ucap reza dan membuat tamara mengangguk.


''Bener mas reza dan besok ajah kita periksa kandungannya yah. ''


ucap tamara dan reza langsung mengangguk sambil memberikan vania kepada rindu dan langsung memeluk. tamara.


TBC.......


.


.

__ADS_1


.


...............


__ADS_2