
Di kamar saat ini galang sedang mengerjakan pekerjaannya dan rindu sedang tiduran di samping galang, galang membiarkan rindu melakukan kegiatannya dan dia fokus dengan pekerjaannya.
Pintu kamar tiba tiba di ketuk dan galang langsung membuka nya.
''Ibu.....galang kirain siapa. ''
ucap galang saat membuka pintu.
Tante hesti masuk kedalam kamar dan menghampiri rindu yang sedang di ranjang.
''Rindu.... ini beneran kamu sayang?? ''
ucap tante hesti yang kaget melihat penampilan rindu.
''Bukan bu, dia istrinya galang. ''
jawab galang dan tante hesti langsung memukul lengan galang.
''Kamu ini kalau bicara ngasal, ibu cuma terpana ajah saat melihat rindu memakai pakaian sedikit terbuka. ''
''Kan rindu di kamar ajah berdua sama mas galang, makanya rindu pakai pakaian terbuka ibu. ''
ucap rindu dan tante hesti langsung menatap galang.
''Pantesan ajah galang betah di kamar, yang nemeninnya secantik ini, yasudah kalian makan di kamar ajah yah nanti ibu minta bibi antarkan makanannya. ''
''Gak usah bu, biar galang yang akan ambil sendiri dan maaf yah kita gak gabung makan karena galang mau di kamar ajah makannya. ''
''Iya ibu ngerti, yaudah ibu siapkan makanannya dan kamu tinggal bawa nanti. ''
''Maaf merepotkan ibu jadinya. ''
ucap rindu saat tante hesti akan menuju pintu dan tante hesti hanya tersenyum.
''Tunggu yah, mas mau ambil makan malam nya dulu dan ingat jangan ganti pakaian kamu dengan yang lain, mas lagi senang melihat kamu dengan pakaian ini. ''
ucap galang dan rindu hanya mengangguk.
Galang langsung keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil makan malamnya.
Galang menghampiri ibunya yang sedang menyiapkan makanannya di piring.
''Ibu jangan di buat dua porsi dong, di satu porsi ajah biar galang bisa satu suapan dengan rindu. ''
ucap protes galang dan tante hesti langsung tersenyum.
''Modus ajah kamu ini, senang yah di nikah kan sama rindu karena pilihan ibu gak akan salah, adik kamu ajah yang bodoh karena menolak rindu. ''
ucap tante hesti dan galang tersenyum.
''Maaf karena dulu galang memilih yang salah, tapi galang janji akan selalu patuh sama ibu dan akan menjaga ibu juga ayah. ''
ucap galang dan tante hesti tersenyum.
__ADS_1
''Loh...kenapa kamu bawa makannya pake nampan, emangnya gak akan makan bersama?? ''
ucap ayah yoga dan galang hanya tersenyum.
''Galang sedang modus mas makanya minta makan di kamar, kita makan berdua ajah biar romantis. ''
ucap tante hesti dan ayah yoga tersenyum mengerti.
Galang langsung kembali ke kamar dan rindu saat ini sudah duduk di sofa sambil merapihkan berkas berkas milik galang yang ada di meja.
''Makan malam sudah siap......''
ucap galang saat masuk kedalam kamar dan rindu langsung meminta di bawa ke meja.
''Rindu..... kalau nanti saat kita di tanah air, kamu keberatan gak kalau kita tinggal di rumah ibu?? ''
ucap galang dan rindu menggelengkan kepalanya,
''Dimanapun gak masalah buat rindu, paling rindu hanya minta jangan ada pekerja laki laki masuk kedalam rumah ajah. ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
''Itu bisa di atur sayang, mas juga gak rela wajah cantik kamu ada yang memandang. ''
''Mas galang gombal ajah, oh iya tadi mama ngabarin kalau awal bulan depan kak reza akan menikah dengan kak tamara, kira kira pekerjaan mas galang selesai gak sebelum akhir bulan?? ''
''Kerjaan mas ini seminggu lagi juga selesai, kalau pun belum selesai kita tinggal pulang ajah buat menghadiri pernikahan kak reza. ''
Setelah selesai makannya galang kembali ke dapur untuk menyimpa piring kotornya dan di meja makan juga sudah rapih yang artinya kedua orang tuanya sudah selesai makan.
Di dalam kamar mandi saat ini rindu sedang membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
''Pantesan perut aku kurang nyaman, ternyata datang bulan. ''
ucap rindu saat membersihkan area intimnya.
Rindu keluar kamar mandi dengan handuk di tubuhnya untuk mengambil pembalut dan ****** ***** baru, namun rindu tersentak karena galang tiba tiba memeluknya dari belakang.
''Kamu sengaja yah menggoda suamimu ini. ''
ucap galang sambil mencium pundak rindu.
''Mas galang lepas dulu, aku mau ke kamar mandi lagi karena belum selesai di kamar mandinya. ''
ucap rindu sambil menghindari galang namun galang semakin mendekat dan saat akan melepaskn handuk rindu langsung menahannya.
''Kenapa, emang mas gak boleh memintanya sekarang yah?? ''
ucap galang dengan tatapan sayunya.
''Bukan itu mas, rindu belum bisa memberikannya sekarang, maaf yah. ''
''Kenapa, apa kamu masih takut dan belum percaya sama mas?? ''
__ADS_1
Rindu terdiam dan merasakan ada sesuatu yang keluar dari daerah intinya.
''Ahhh..... mas galang sih awas ihh, lihat darahnya netes kan. ''
ucap rindu yang langsung mendorong galang dan lari menuju kamar mandi.
Galang hanya melongo melihat semuanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
''Padahal tadi masih sholat magrib kan, ehh.... sekarang datang deh tamunya, gagal lagi deh. ''
ucap galang sambil berjalan menuju sofa dan mengerjakan pekerjaannya kembali.
Di dalam kamar mandi rindu terus memegang dadanya yang sedang berdetak kencang karena perbuatan suaminya.
''Ya allah.... bagaimana kalau nanti mas galang menagihnya setelah aku selesai datang bulannya, aku takut dan gugup sekali. ''
ucap rindu sambil memegang dadanya.
Rindu langsung menyelesaikan urusan kamar mandinya dan segera keluar karena harus menyiapkan piyama tidur untuk galang.
Rindu duduk di kursi meja rias dan memakai pelembab untuk wajahnya, galang hanya melirik sekilas dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
''Kamu mau kemana sayang?? pakai hijab dan pakai jaket gitu. ''
ucap galang dan rindu tersenyum.
''Aku mau ke dapur membuat minuman buat mas galang dan buat aku juga, di rumah ini kan gak ada pekerja laki laki kalau malam, jadi aku mau ke dapur sebentar. ''
jawab rindu dan galang tersenyum.
''Sini duduk di samping mas. ''
ucap galang menepuk sofa di sisinya agar rindu mendekatinya.
Rindu langsung berjalan menghampiri galang dan duduk di sampingnya.
''Gak usah ke dapur yah karena pelayan sedang bersih bersih dapur kalau malam, biar mas telphone minta di buatkan minuman lalu di antarkan kesini. ''
ucap galang dan saat rindu akan protes galang menutup mulut rindu dengan telunjuknya.
''Gak membantah sayang, oke. ''
ucap galang kembali sambil mencium bibir rindu dan rindu tersenyum mengangguk.
''Manis sekali kalau patuh. ''
ucap galang sambil mengambil telphone dan memesan minuman untuk di buatkan pelayan.
Rindu beranjak dan membuka jaket juga hijabnya, rindu langsung kembali duduk di samping galang sambil memainkan handphone nya.
Rindu saat ini sedang bertukar pesan dengan kakak nya di tanah air, galang membiarkannya dan fokus dengan pekerjaannya.
TBC............
__ADS_1