RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Perubahan Rindu.....


__ADS_3

Galang telah sampai di toko milik rindu dan langsung menghampiri rindu yang sedang mengobrol dengan tamara.


''Hay sayang..... ''


ucap galang yang langsung menghampiri rindu dan rindu tersenyum.


''Hay juga mas galang, loh kenapa cuma sendirian dan kak reza nya mana?? ''


ucap rindu sambil melirik ke arah pintu.


''Tadi mas berangkat duluan dan kak reza belakangan, mungkin sebentar lagi juga sampai. ''


ucap reza sambil duduk dan menyapa tamara.


''Yasudah deh kita tunggu kak reza yaah, aku udah buatkan makan siang juga buat kita berempat. ''


ucap rindu dan galang mengangguk.


''Sebentar yaah, mas mau angkat telphone dulu. ''


ucap galang saat handphone nya bedering dan langsung menuju jendela untuk angkat telphone nya.


''Kamu bahagia sekali terlihatnya rindu, kakak ikut bahagia melihat semuanya. ''


ucap tamara saat melihat raut wajah bahagia rindu dan rindu tersenyum mengangguk.


''Kak tamara juga semogasemoga selalu bahagia dan rindu yakin kalau kak reza akan membalas cinta dan sayang kakak, berdoalah kak dan percayalah allah menggenggam semua doa umatnya, lalu di lepaskan nya ketika sudah saatnya, karena yang enggak di jaga akan hilang dan yang enggak di simpan pasti akan di ambil orang, percayalah kak tamara. ''


ucap rindu dan tamara mengangguk.


''Makasih rindu, kamu itu adik ipar tapi rasa adik kandung karena mungkin kakak ini anak cewek dari tiga anak dan kakak juga anak sulung, kedua adik kakak cowok dan jauh dari kata dekat. ''


ucap tamara dan rindu langsung tertawa.


Tak berselang lama reza datang dan diikuti oleh galang dari belakangnya.


''Mau makan disini atau di ruangan kerja rindu?? ''


ucap rindu saat reza menyapanya dan duduk di samping tamara sedangkan galang duduk didi samping rindu.


''Di ruangan kamu ajah deek, kakak pasti makan banyak dan kalau disini gak leluasa. ''


jawab reza dan rindu langsung menyiapkan makanannya untuk di bawa ke ruangan kerjanya.

__ADS_1


Reza langsung mengajak tamara dan galang ke ruangan rindu sedangkan rindu menuju dapur untuk membawa makanannya.


Rindu di bantu satu pegawainya untuk membawa makanannya menuju ruangan pribadinya.


Tamara langsung membantu menata makanan di meja di dalam ruangan rindu.


Setelah selesai menata reza dan galang langsung memakan makanannya, rindu mengunci pintu ruangannya dan membuka cadarnya.


Semua makan dengan lahap dan rindu pun ikut makan karena memang rindu belum makan siang.


Reza membuktikan kalau dia memakan semua pesanan yang di minta di buatkan kepada rindu.


''Kak reza ini suka atau rakus sih, makanan semua di makan sama kamu kak. ''


ucap rindu dan reza mengacuhkannya karena reza sedang menikmati makanannya.


Satu jam kemudian semua selesai makan dan reza langsung pamit karena ada meeting di perusahaan, sedangkan tamara ke rumah sakit karena kebagian jaga masuk sore, galang dan rindu saat ini di dalam ruangan milik rindu.


''Ruangan yang nyaman sekali sayang. ''


ucap galang dan rindu hanya mengangkat bahunya tanda dia enggan menjawab ucapan suaminya.


Satu bulan kemudian.......


Akhirnya galang pun membatasi rindu untuk ke toko, satu minggu hanya dua kali galang memberikan ijin, rindu sebagai istri yang berbakti hanya bisa menuruti semua perintah suaminya karena rindu malas ribut dengan galang.


Pagi ini ada yang aneh dengan rindu, biasanya galang yang menempel ke rindu tapi saat ini rindu yang terus menempel pada galang.


''Sayaaang pliis... mas harus ke kantor karena ada rapat, dua hari mas di tahan di kamar dan sekarang mas gak bisa di kamar terus. ''


ucap galang saat rindu terus memeluknya saat galang sedang mengkancingkan kemejanya.


''Gak mau mas, pokonya kamu di rumah ajah jangan pergi ke kantor. ''


ucap rindu dengan nada kesal dan galang hanya menghela nafasnya dengan perubahan sikap rindu.


''Atau kamu ikut yah ke kantor dan kamu bisa mengerjakan apapun atau membaca buku di kantor mas, karena ada ruang perpustakaan di ruangan kerja milik mas, bagaimana kamu mau?? ''


ucap galang dan rindu langsung terdiam.


''Oke deh aku mau mas, sebentar yah aku siap siap dulu memakai pakaian yang bagus. ''


ucap rindu dan galang mengangguk.

__ADS_1


''Ya allah ada apa dengan istriku, biasanya aku yang nempel terus tapi sekarang kenapa dia yang nempel sih, ya allah aku senang karena rindu terus membutuhkanku tapi kalau gini malah susah gerak jadinya. ''


gumam galang saat melihat rindu yang semangat dengan mengganti pakaiannya.


Rindu saat ini begitu berbeda dengan style nya, serba hitam namun wajahnya memakai make up tiis dan membuat rindu terlihat begitu cantik walaupun wajah di tutup cadar.


''Kamu sengaja berdandan seperti ini kan?? ini untuk menggoda siapa?? ''


ucap galang dan rindu mengerutkan keningnya.


''Udah jangan protes ayo kita ke kantor takutnya kamu telat meeting loh mas. ''


jawab rindu mengalihkan pertanyaan galang dan galang langsung menyetujuinya lalu menggandeng pinggang rindu menuju keluar kamar.


''Loh..... kalian mau kemana rapih sekali?? ''


ucap ibu hesti saat galang dan rindu keluar dari kamarnya.


''Menantu kesayanga ibu nempel terus ke galang dan minta ikut ke kantor segala. ''


ucap galang mengadu dan membuat ibunya tersenyum tapi rindu langsung cemberut.


''Mas galang yang ngajak bukan aku yang mau ikut ke kantor, kenapa mas galang jahat. ''


ucap rindu dengan mata berkaca kaca dan membuat galang menghela nafasnya.


''Salah lagi ya allah... aku harus bagaimana dan ada apa dengan istriku ini dia berubah derastis sekali. ''


gumam galang dalam hatinya dan menjerit karena bingung dengan istrinya.


''Sudah sudah.... galang kamu jangan protes dan bawa istri kamu ke kantor yah. ''


ucap ibu hesti dan rindu tersenyum senang.


Galang yang malas debat pun langsung membawa rindu menuju mobilnya untuk menuju perusahaan, sepanjang jalan rindu terus bergelayut di lengan galang dan galang membiarkannya karena dia tidak merasa terusik.


Galang fokus dengan mempelajari berkas berkas untuk materi meeting nanti dan rindu hanya menatap iped yang ada di tangan galang dan tidak mengganggu galang.


Dua puluh menit kemudian mobil sampai di perusahaan mahendra, galang membantu rindu untuk turun dari mobil dan menggandeng pinggang rindu untuk memasuki perusahaan.


Galang hanya mengangguk saat karyawan menyapanya, rindu tetap fokus dengan dengan jalanan lorong di hadapannya, rindu tersenyum saat melihat keseluruhan perusahaan milik keluarga mahendra, memang tidak sebesar perusahaan gemilang namun perusahaan mahendra pun tak kalah besar.


TBC..........

__ADS_1


__ADS_2