
Lima jam perjalanan di tempuh oleh tamara akhirnya sampai di kediaman gemilang, mama hanum langsung kaget saat tamara mengucapkan salam.
''Ya allah tamara, katanya lusa baru pulang dan kenapa sekarang udah pulang, emangnya seminarnya sudah selesai?? ''
ucap mama hanum saat tamara mencium tangannya.
''Tamara kabur mama, kefikiran mas reza terus soalnya dan tamara kabur deh. ''
ucap tamar sambil tersenyum getir dan mama hanum menggelengkan kepalanya.
''Pantesan anak itu jadi berubah dan bersikap normal saat sedang dengan rindu, yaudah sana samperin karena suami kamu gak ngantor hari ini. ''
ucap mama hanum dan tamara langsung berjalan menuju kamarnya.
Tamara berjalan menuju kamarnya dan menarik nafasnya saat sampai di pintu kamarnya, tamara membuka pintu dan merasa lega saat melihat suaminya terlungkup di ranjang tidurnya tanpa pakaian atas dan hanya menggunakan celana pendek.
Tamara masuk dan menghampiri reza yang masih terlelap.
''Mas reza maafkan aku yah karena gak mendengarkan ucapan kamu dan malah melakukan semua nya tanpa ijin dari kamu, aku janji mulai sekarang akan menuruti semua keinginan kamu mas reza. ''
ucap tamara sambil mengelus kepala reza.
Tamara memilih untuk menyegarkan tubuhnya sambil menunggu reza membuka matanya, dua puluh menit kemudian tamara selesai dengan mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di dada dan handuk kecil membungkus rambutnya.
Reza terbangun dan langsung duduk sambil menyempurnakanan kesadarannya saat ini, tamara tersenyum dan menghampiri reza.
''Mandi sana mas biar tubuhnya segar, jangan menatapku begitu. ''
ucap tamara dengan senyum manisnya dan reza langsung menuju kamar mandi.
''Mas reza masih marah sepertinya, sampai gak menyahut aku bicara. ''
ucap tamara saat reza begitu sajah masuk kedalam kamar mandi tanpa bicara kepadanya.
Tamara menunggu reza selesai mandi dengan duduk di sofa sambil memainkan handphone nya dan beberapa menit kemudian reza keluar kamar mandi, tamara langsung memberikan satu set pakaian lengkap dan reza langsung memakainya seperti biasa di hadapan tamara tanpa risih dan di sengaja oleh reza.
''Ngapain kamu pulang, sana lanjutkan ajah seminarnya dan gak usah dengarkan ucapan suami kamu. ''
ucap ketus reza sambil kembali masuk kedalam kamar mandi untuk menyimpan handuk.
__ADS_1
''Mas ko bicara gitu, maafin aku yah dan aku janji mulai sekarang mau mendengarkan semua yang mas perintah, maaf karena aku nekad pergi. ''
ucap tamara dengan nada sendunya.
''Kamu tau tamara, dulu saat aku masih bersama selvie dia sering ijin keluar kota mengurus kerjaan dan semua bohong, ternyata dia pergi dengan laki laki lain dan itu yang membuat saya trauma kalau perempuan pergi keluar kota. ''
''Mas jangan samakan aku sama yang lain, aku kan beda mas dan aku kan perwakilan rumah sakit untuk seminar kesehatan. ''
''Mana ada maling ngaku, sampai kapan pun aku gak akan percaya tamara, kalau kamu nekad keluar kota lagi sekalian pergi karena pintu rumah terbuka lebar untuk kamu pergi, kamu mengecewakan kepercayaan aku tamara, aku gak mentolelir sikap kamu yang nekad pergi dan menentang titahku yang berstatus suami kamu tamara. ''
''Maafkan aku mas reza, aku juga merasa bersalah dan aku bersumpah ini terakhir kalinya dan aku gak akan pernah mau keluar kota lagi, maafkan aku mas. ''
''Terserah dan aku gak perduli lagi, cape tau. ''
''Mas aku mohon berikan kesempatan dan apa yang akan membuat mas memaafkan aku dan kembali menjadi suamiku yang hangat lagi, walaupun selama pernikahan mas gak menyentuhku. ''
''Sampai kapanpun aku gak mau menyentuh kamu, selama kamu masih pergi pergi keluar kota, trauma seseorang yang kecewa gak akan bisa terobati meskipin hadir wanita lain yang lebih baik. ''
''Mas jangan bilang gitu, apa yang aku lakuin agar mas mau memaafkanku. ''
''Keluar dari rumah sakit dan undurkan diri kamu sebagai dokter, diam di rumah urus semua kebutuhanku dan itu yang akan membuat aku memaafkan kamu, sampai kapan pun aku gak akan menyentuh kamu tamara, kalau kamu menurutinya aku akan sangat bahagia, kalau kamu tetap menjadi dokter, sampai kapanpun aku gak mau menyentuh kamu lagi, maaf bukan aku egois tapi aku gak mau kecewa oleh wanita untuk kedua kalinya. ''
''Ya allah..... menjadi seorang dokter adalah impianku sejak kecil, tapi kalau suami melarangku aku ikhlas dan akan meninggalkan kedokteranku, ayah, bunda, maafkan tamara yang memilih menjadi istri berbakti di bandingkan menjadi dokter kebanggaan kalian, rumah tangga tamara sangat berarti. ''
ucap tamara dengan tangisannya.
Tamara memang bermimpi menjadi dokter dan kedua orang tuanya begitu mendukungnya, namun saat ini tamara ikhlas demi suami dan rumah tangga nya yang utuh.
Tamara yang lelah menangis pun memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya dan tak lama tamara pun terlelap pulas.
Pagi hari menjelang....
Reza memutuskan untuk tidur kembali setelah sholat subuh, sedangkan tamara memilih untuk menuju dapur membuat minuman hangat.
''Loh... tamara kenapa mata kamu sembab sekali sayang, kenapa?? ''
ucap mama hanum saat tamara menghampirinya ke dapur.
''Gak apa apa ko mama, ara hanya kurang tidur ajah semalam, makanya matanya sembab masih ngantuk banget tapi pengen minuman anget. ''
__ADS_1
ucap tamara dan mama hanum mengangguk.
Tamara membuat teh hangat dan langsung kembali ke kamarnya untuk berbicara dengan reza mengenai pengunduran dirinya.
Reza masih terlelap saat tamara masuk kedalam kamar dan tamara menunggu satu jam akhirnya reza membuka matanya.
''Mas reza.... aku putuskan untuk mengundurkan diri dari dunia kedokteran dan akan fokus menjalani hidup dengan mengurus kamu, aku mohon bimbing aku agar bisa menjadi istri yang pantas bersanding di samping kamu mas reza. ''
ucap tamara saat reza membuka matanya dan reza terdiam mendengar ucapan tamara.
''Terimakasih karena kamu mau menuriti ucapan suami kamu, buktikan kalau kamu beneran mengundurkan diri dan bukan hanya ucapan. ''
ucap reza sambil berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap.
Tamara hanya mengelus dadanya dan bersabar dengan sikap reza, memang saat ini wajar reza marah karena tamara yang nekad pergi padahal reza melarangnya.
Tamara membantu reza memakai pakaian kerja nya dan reza menerima semua yang tamara lakukan namun reza jadi dingin dan tidak sehangat biasanya.
Di meja makan saat sarapan pun gak ada obrolan, mama hanum dan papa haris enggan ikut campur kepada reza dan tamara jadi memilih untuk diam.
''Oh iya papa, mama mau ke rumah rindu lagi mau membawa pesanan makanan yang di inginkan oleh rindu. ''
ucap mama hanum memecahkan keheningan.
''Iya mama, tapi maaf papa gak ikut dan titip salam ajah yah untuk rindu. ''
ucap papa haris dan mama hanum mengangguk.
''Mama... tamara juga ikut menjenguk rindu yah, tapi mama duluan ajah nanti tamara nyusul, soalnya tamara mau ke rumah sakit dulu. ''
ucap tamara dan mama hanum mengangguk.
''Iya sayang, nanti mama tunggu di rumahnya rindu yah dan nanti mama bilang ke rindu. ''
ucap mama hanum dan tamara mengangguk.
Selesai sarapannya, papa haris dan reza berangkat ke kantor, mama hanum di antar supir menuju kediaman mahendra dan tamara menuju rumah sakit dengan mengemudikan mobilnya sendiri.
TBC......
__ADS_1