
Tak terasa saat ini usia kandungan rindu memasuki bulan ke empat, perut rindu semakin menonjol dan tubuh rindu pun sudah berisi.
Rindu dan galang sedang merencanakan syukuran empat bulanan kehamilan rindu, seperti biasa galang tidak memperbolehkan rindu untuk ikut campur mempersiapkan acaranya, rindu hanya bisa pasrah dan menerima semua perintah galang.
Rindu saat ini berada di tokonya untuk mengontrol dan memberikan resep kue baru untuk di buatkan di tokonya, galang memberikan rindu dua hari dalam satu minggu untuk mengontrol toko nya.
''Mba rindu ada yang nyari di area toko. ''
ucap delia saat menghampiri ke ruangan rindu.
''Siapa delia?? perasaan aku gak ada janji deh. ''
ucap rindu dan delia menggelengkan kepalanya.
''Gak tau mba rindu dan delia juga lupa gak nanyain siapa dan ada keperluan apa. ''
ucap delia dan rindu mengangguk.
Rindu merapihkan pekerjaannya dan langsung keluar dari ruangannya untuk menuju area tokonya, rindu mengerutkan keningnya saat melihat punggung orang yang menunggunya.
''Permisi.... ''
ucap rindu dan yang menunggunya berbalik.
''Olivia..... aku kira kamu siapa. ''
ucap rindu kembali saat orang yang menunggunya berbalik.
''Rindu.... perut kamu nonjol, berapa bulan ini?? ''
ucap olivia saat melepas pelukannya ke rindu dan memegang perut rindu.
''Alhamdulillah sekarang masuk bulan ke empat olive, makanya berasa yah nonjol. ''
ucap rindu dan olive tersenyum sambil membawa rindu untuk duduk.
''Alhamdulillah.... kamu hamil juga rindu, kamu di kasih kepercayaan sama allah. ''
''Iya benar sekali, allah percaya kepadaku dan suamiku untuk memiliki keturunan. ''
''Maaf yah karena datang gak menghubungi kamu rindu, handphone aku hilang dan aku gak hapal nomer kamu, aku mau kasih kabar gembira ke kamu. ''
''Pantesan susah aku hubungi ternyata handphone kamu hilang, kabar gembira apa emangnya?? ''
''Gini.... aku mau menikah bulan depan dan mau menetap di kota ini karena calon suamiku pengusaha di kota ini rindu. ''
''Alhamdulillah.... akhirnya kamu menikah juga olive dan bagus dong kamu jadi dekat sama aku gak jauh jauh lagi kan. ''
''Ini undangannya dan aku juga mau kenalin langsung ke kamu calon nya, dia sedang di perjalanan mau kesini habis meeting di perusahaan sahabatnya. ''
Rindu dan tamara mengobrol ringan sambil sesekali tertawa karena memang olivia dan rindu kalau bersama pasti ada ajah yang di tertawakan.
''Siang sayang.... ''
ucap galang yang tiba tiba menghampiri rindu dan rindu langsung tersenyum.
''Mas raska kenapa bisa barengan sama suami sahabat aku?? ''
ucap olivia saat di hampiri calon suaminya.
__ADS_1
''Iya dong, galang ini sahabat aku dan aku juga meeting tadi dengan perusahaan galang juga, kami gak tau kalau kalian sahabatan. ''
ucap raska dan olivia tersenyum.
Galang langsung memperkenalkan rindu kepada sahabatnya dan rindu hanya menakupkan tangannya di balas anggukan oleh raska.
''Kita mau makan siang disini, boleh kan sayang?? ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
''Boleh dong mas galang, yasudah aku mau menyiapkan makan siangnya yah, kalian tunggu ajah. ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
Rindu langsung menuju dapur dan meminta koki menyiapkan menu makanan untuk makan siang teman nya.
Rindu kembali lagi ke meja dengan karyawannya untuk menuliskan pesanan minumannya dan semua langsung memilih minumannya.
''Raska hari minggu datang yah ke rumah dengan olivia, mau ada syukuran empat bulanan soalnya dan tomy juga akan datang dengan istrinya. ''
ucap galang dan raska mengangguk.
''Siap, pasti datang lah sekalian ajang reuni juga kan. ''
ucap raska dan galang tertawa.
Makanan datang dan minuman juga, semua makan dengan obrolan ringan dan rindu seperti biasa makan dengan tenang tanpa susah dengan cadarnya, galang terus tersenyum mengusap kepala rindu.
Setelah makan siangnya olivia dan raska pamit, galang pun langsung membawa rindu untuk pulang karena di rumah keluarga besarnya sudah berada di kediaman mahendra.
''Kenapa bawa makanan dari toko banyak sekali sayang?? ''
ucap galang saat rindu membawa makanan banyak untuk di bawa pulang.
ucap rindu dan galang hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
''Kamu ini, silahkan habiskan uangnya kalau bisa dan lagian selama mas kasih kartunya, belum pernah kamu pakai. ''
ucap galang yang merasa heran karena rindu tidak pernah menggunakan uang yang di berikannya.
''Mas ini aneh, buat apa aku pakai uangnya lagian semua yang aku butuhkan udah di sediakan di rumah jadi yah buat apa aku beli lagi, buang buang uang ajah. ''
ucap rindu dan galang menghembuskan nafasnya.
''Iya setidaknya kamu pakai shoping atau hura hura gitu, kan wanita senang habisin uang tapi kamu tuh malah engga, padahal kamu keturunan anak konglomerat terkaya loh. ''
''Udah jangan bahas ahh dan jangan samakan aku sama wanita lain, jangan debat karena sudah sampai. ''
ucap rindu yang langsung turun dari mobil karena memang sudah sampai di halaman depan rumah, lalu membiarkan galang yang membawa makanannya.
Rindu masuk kedalam rumah dan langsung menuju ruangan keluarga.
''Assalamualaikum..... ''
ucap salam rindu dan di jawab serempak oleh keluarga.
''Walikumsallam.....ayo sini sayang ibu mau kenalkan kamu ke keluarga besar. ''
ucap ibu hesti dan rindu mengangguk lalu menghampiri keluarganya.
__ADS_1
Semua keluarga menyambut hangat rindu dan rindu pun bahagia dengan semuanya, rindu langsung akrab dengan keluarga besar galang.
''Rindu ini putri keluarga gemilang ternyata, gak sangka yah kamu mau ke galang. ''
ucap salah satu keluarga nya dan rindu hanya tersenyum.
Galang datang dan menyapa keluarga lainnya, galang juga mengajak rindu untuk istirahat, seperti biasa galang gak mau rindu menjadi pusat perhatian karena cadar di wajahnya dan keluarganya memperhatikan rindu.
''Galang posesif sekali, sepertinya rindu cantik makanya dilarang ada yang menatap. ''
ucap paman nya galang.
''Rindu memang bercadar dan namanya juga wanita pasti cantik laah. ''
ucap ibu hesti dan pamannya galang mengangguk.
Adik ibu hesti langsung mengajak menghampiri rindu karena penasaran dengan wajah rindu dan ibu hesti akhirnya mengajak adiknya untuk menghampiri rindu.
Di kamar rindu saat ini....
Rindu saat ini sedang mengganti pakaiannya dengan gamis yang simple dan galang duduk di sofa sambil mengerjakan pekerjaannya.
Pintu kamar di buka oleh galang saat ada yang mengetuknya dan galang mempersilahkan untuk masuk.
''Masuk tante dan tunggu yah karena istri galang sedang di air. ''
ucap galang saat tantenya menanyakan rindu.
Ibu hesti dan adiknya duduk di sofa sambil menunggu rindu selesai di kamar mandi.
''Kamu ini menurun sekali seperti ayah kamu galang, kalau di rumah fokus rumah bukan pekerjaan. ''
ucap tantenya galang dan galang hanya tersenyum.
''Tanggung sedikit lagi tante. ''
ucap galang dan tantenya hanya menggelengkan kepalanya.
Rindu keluar dari kamar mandi dan tersentak saat ada seseorang di kamarnya, tante hesti langsung meminta rindu mendekat.
''Sini sayang duduk, ini tante heni adik kandungnya ibu dan ingin melihat wajah kamu katanya. ''
ucap ibu hesti dan rindu tersenyum.
''Nama saya rindu tante heni. ''
ucap rindu saat mencium tangan adik dari ibu mertuanya.
''Pantesan galang posesif ternyata kamu sangat cantik sekali rindu, semoga kamu selalu bahagia dengan galang yah dan rumah tangga kalian awet sampai ajal memisahkan. ''
ucap tante heni dan diaminkan oleh semuanya.
''Makasih untuk pujiannya tante dan maaf kalau rindu selama berkumpul dengan keluarga akan memakai cadarnya. ''
ucap rindu dan tante heni mengangguk.
''Iya gak apa apa sayang, nanti kalau kamu gak sibuk berkunjung yah ke rumah tante. ''
''Insya allah dan rindu terserah mas galang yang ngajakin nya. ''
__ADS_1
Tante heni dan ibu hesti langsung pamit keluar dari kamar galang dan rindu, rindu langsung ke ranjang dan merebahkan tubuhnya sambil menunggu adzan asar sedangkan galang melanjutkan pekerjaannya yang tersisa sedikit lagi.
TBC......