
Hai kakak kakak..... kebetulan acara saya di dunia nyata nya di cancel dan akhirnya bisa up deh, maafkan yah dan selamat membaca ceritanya......
...****************...
Pagi hari menjelang.....
Usia kandungan rindu saat ini masuk bulan ke enam, sudah terlihat membuncit dan tubuh rindu pun sudah berisi.
Pagi ini setelah selesai dengan membantu suaminya untuk bersiap ke kantor, rindu berdebat dengan galang hanya karena rindu ingin menginap di rumah orang tuanya tapi galang melarangnya.
''Sayaaang pliiss..... acara masih satu minggu lagi dan kamu akan menginap dari sekarang, kamu gak kasihan sama suamimu ini yah. ''
ucap galang saat rindu ngotot ingin pulang.
''Kenapa sih mas membuat kesal ajah, mas tinggal ikut menginap apa susahnya. ''
jawab rindu dengan nada kesal.
''Bukan membuat kesal, mas takut kamu disana heboh ikut membantu persiapan, nanti kamu kelelahan dan itu bahaya untuk kamu dan kandungan kamu, lupa yah kalau kamu ada riwayat pendarahan loh sayang. ''
ucap galang memberikan pengertian namun rindu tetap cemberut.
''Aku disana juga cuma dieum, lagian aku kan mau menginap di rumah orag tuaku bukan mau jadi pembantu disana mas, aku juga ngerti dengan posisi dan keadaan aku saat ini. ''
ucap rindu yang ngotot dengan keinginannya sedangkan galang hanya menghembuskan nafasnya.
''Sekali gak tetap engga yah, nanti ajah dua hari sebelum. acara kita menginap di rumah mama. ''
ucap galang sambil berjalan keluar dari kamarnya dan membuat rindu langsung kesal.
''Dasar suami menyebalkan kamu itu. ''
teriak rindu dengan nada kesal saat galang keluar dari kamarnya.
Ibu hesti yang sedang menata makanan pun tersentak mendengar teriakan rindu.
''Ya allah galang.... kamu sama rindu kenapa sih?? gak biasanya kalian berdebat dan rindu sampai teriak gitu loh, sangat terdengar. ''
ucap ibu hesti saat galang duduk di kursi meja makan.
''Itu menantu kesayangan ibu yang selalu ibu manjakan, ngotot mau pulang ke rumah mama hanum karena minggu depan akan ada acara syukuran empat bulanan kehamilan nya kak tamara, ibu pasti tau kan kalau rindu gak mau diam, galang hanya gak mau rindu kelelahan membantu persiapan acaranya, lagian acara masih lama tapi rindu udah riweuh dari sekarang. ''
ucap kesal galang dan ibu hesti menghembuskan nafasnya.
''Galang kamu jangan terlalu keras dan mengekang istri kamu, dia sedang hamil dan lagian kan rindu juga pulang ke rumah orang tuanya, mama nya juga pasti akan menjaga rindu, sudah ijinkan rindu untuk pulang ke rumah orang tuanya karena ibu gak mau rindu jadi sedih dan itu gak baik untuk kehamilannya. ''
ucap ibu hesti dan galang menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
''Ibu lupa bulan lalu rindu masuk rumah sakit karena dia kelelahan di rumah mama nya, saat itu disana gak ada acara bu dan sekarang disana ada acara, galang gak mau rindu harus masuk lagi rumah sakit, galang trauma saat rindu di rawat karena kelelahan, rindu itu tipe wanita yang gak mau dieum, tangan dan kakinya terus ajah beraktifitas. ''
ucap galang yang khawatir karena kejadian bulan lalu yang membuat rindu harus di rawat karena tubuh rindu lelah dan tubuh rindu demam tinggi.
''Yasudah lah gimana baiknya kamu dan ibu mendukung, nanti ibu akan berbicara dengan rindu, ayo sarapan dulu karena rindu pasti gak akan keluar dari kamarnya, ingat galang jangan emosi karena itu gak baik. ''
ucap ibu hesti yang menyiapkan makanan untuk galang.
Ayah yoga sedang menangani proyek di luar kota mewakili galang yang tidak bisa menghadirinya karena keadaan rindu sedang hamil dan galang gak mau jauh dari rindu, dengan terpaksa ayah yoga yang menghadiri proyeknya.
''Galang berangkat bu, jangan lupa antarkan sarapan yah untuk rindu. ''
ucap galang saat selesai sarapan dan pamit pada ibunya.
''Iya galang, kamu hati hati yah. ''
ucap ibu hesti dan galang mengangguk.
Di dalam kamar saat ini rindu sedang diam dan beristighfar karena dia telah marah marah dan mengumpat suaminya.
''Ya allah maafkan hamba mu ini, semua di luar kendali dan hamba tidak menyadarinya. ''
ucap rindu sambil memegang dada nya.
Pintu kamar rindu di ketuk dan ternyata ibu hesti yang masuk kedalam kamar.
ucap ibu hesti saat mendekati rindu.
''Rindu baik baik ajah ko ibu, maaf membuat ibu khawatir jadinya. ''
ucap rindu dan ibu mertuanya tersenyum.
''Ibu mengerti dengan kekesalan kamu kepada galang, bukan ibu membela galang tapi semua yang galang lakukan demi kebaikan kamu, galang gak mau kejadian kamu bulan lalu terulang, kamu begitu aktif di rumah mama hanum dan membuat kamu kelelahan terus masuk rumah sakit, galang gak mau terjadi kembali. ''
ucap ibu hesti dan rindu terdiam.
''Tapi rindu ingin ke rumah mama dan ingin ikutan ajah melihat persiapannya ibu dan rindu akan jaga kondisi juga, gak akan mengabaikannya seperti bulan lalu, mama juga gak akan tinggal diam. ''
''Rindu.... kamu harus menurut kepada galang yah, semua yang galang lakukan untuk kebaikan kamu, saat acara kamu syukuran empat bulan kan galang sama sekali melarang kamu ikut campur dan apalagi nanti acara syukuran kakak kamu pasti galang melarang kamu, lagian acara nya masih satu minggu lagi dan di rumah mama kamu juga masih santai, nanti yah dua hari sebelum acara kamu boleh ke rumah mama hanum, galang bilang gitu kan tadi ke kamu, ibu hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan untuk calon anak kamu. ''
Setelah berbicara dengan rindu, ibu hesti langsung menyiapkan sarapan untuk rindu dan rindu langsung memakannya karena dia memang suka dengan bubur kacang hijau kalau di buatkan oleh ibu mertuanya.
''Makan dan habiskan yah, ibu mau ke halaman dulu ngurus tanaman dan bunga bunga. ''
ucap ibu hesti saat rindu memakan makananya.
''Makasih ibu....''
__ADS_1
ucap rindu sambil memakan buburnya dan ibu hesti mengangguk lalu keluar dari kamar rindu.
Di perusahaan galang saat ini....
Setibanya galang di perusahaannya, leo langsung memberikan setumpuk berkas untuk di kerjakan galang.
''Leo kamu sengaja kan memberikan banyak kerjaan ke saya. ''
ucap kesal galang dan membuat leo mengerutkan keningnya.
''Ini emang semua kerjaan tuan kan dan kerjaan saya juga tak kalah banyaknya. ''
ucap leo dan galang langsung berdecak kesal.
''Yasudah kamu keluar sana, jangan ganggu saya hari ini dan batalkan semua meeting hari ini atau kamu yang wakilkan meetingnya. ''
ucap galang dan leo pun langsung mengangguk pasrah.
Galang bekerja pun tidak fokus dan terus salah, galang sampai mengusap dada nya yang merasakan kekesalan.
''Ya allah.... kenapa denganku ini, aku egois juga demi kebaikan rindu tapi kenapa dia gak mengerti, aku gak mau rindu dan calon anakku sampai terjadi sesuatu dan rindu kalau di kediaman gemilang itu selalu gak mau diam dan ada ajah yang di lakukannya. ''
ucap galang sambil bersandar di sandaran kursinya dan menatap langit langit ruangannya.
Handphone galang berdering dan galang mengerutkan keningnya saat melihat nomer yang tidak terdaftar di handphone nya.
Dalam panggilan....
''Hallo..... ''
''Hallo kak galang, ini aku galih yang menelphone kak. ''
''Ada apa galih?? ''
''Kakak kenapa gak pernah datang ke lapas rehab galih?? padahal galih menunggu kakak. ''
''Kakak sibuk menjaga istri dan calon anak kakak, lagian tinggal beberapa bulan lagi kamu bebaskan. ''
''Maksud kakak, rindu sedang hamil anaknya kakak?? ''
''Panggil kakak ipar karena rindu adalah istri kakak, sudah lah jangan dulu nelphone sekarang, kakak sedang sibuk dan semua kebutuhan kamu selama di lapas sudah kakak penuhi, untuk apa kakak datang juga dan kakak mohon jangan ganggu lagi kakak. ''
Panggilan berakhir....
''Anak itu menghubungi di saat tidak tepat, semua kebutuhan dia disana udah di urus dan buat apa aku datang lagi. ''
ucap galang sambil menyimpan handphone nya kedalam saku jas nya.
__ADS_1
TBC......