RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Kekesalan Galang.....


__ADS_3

Pesta pernikahan reza dan tamara selesai dan rindu juga langsung menuju kediaman gemilang karena rindu menginap satu malam lagi di kediaman orang tuanya.


''Kak reza kenapa gak langsung bulan madu, malah pulang ke rumah. ''


ucap rindu saat pasangan pengantin malah memasuki rumah kediaman gemilang.


''Ishhh... kamu ini gak merasakan yah, lelah dan pegal seharian mematung dan kakak memilih istirahat ajah sekarang. ''


ucap reza dan rindu langsung protes.


''Seenaknya kalau bicara, sebulan lalu rindu lebih merasakannya loh, dua kali di pajang gitu dan kakak kalau bicara ngasal sekali. ''


protes rindu dan membuat kedua orang tuanya menggelengkan kepalanya.


''Galang.... sebaiknya bawa rindu istirahat ajah, gak akan bener kalau terus debat. ''


ucap papa haris dan galang langsung membawa rindu ke kamar.


Rindu menurut dan ikut masuk kedalam kamar nya saat ini, galang memilih untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan rindu sedang memilih menu makanan yang akan di buat besok di rumah mertuanya.


''Kok celana panjang sayang, mas mau celana pendek ajah biar gampang. ''


ucap protes galang saat melihat celananya.


''Gampang apa emangnya mas, yaudah sini aku ganti pake yang pendek celananya. ''


ucap rindu sambil mengambil celana yang ada di tangan galang.


Galang mengikuti rindu dan langsung menerima celana pendek yang di berikan oleh rindu.


Rindu saat ini bergantian untuk membersihkan tubuhnya dan galang duduk di sofa sambil memainkan handphone nya.


Lima belas menit kemudian rindu selesai dengan urusan kamar mandinya dan rindu saat ini sudah menggunakan daster rumahannya.


''Kenapa kalau di rumah gak pernah pakai daster gini sih sayang?? ''


ucap galang saat rindu duduk dan menyisir rambutnya.


''Aku gak biasa mas dan kalau di rumah ini sudah biasa, ini gak terbuka tapi nyaman kalau di pakai. ''


jawab rindu dan galang langsung menghampiri.


''Seksi sayang..... boleh yah mas minta sekarang?? ''


ucap galang yang menahan keinginannya setelah malam pertama dia belum mendapatkannya lagi dari rindu.


''Sebentar lagi magrib loh mas kan kita bisa sholat dulu berjamaah. ''


ucap rindu namun galang langsung menggendong rindu menuju ranjangnya.


''Gak ada penolakan sayang, mau kapanpun kamu harus melayani keinginan suami kamu, mas udah lama puasa loh karena kamu sibuk. ''

__ADS_1


ucap galang sambil melakukan keinginannya.


Galang mencium bibir rindu dan tangannya sibuk membuka semua penghalang di tubuh rindu, rindu yang merasakan kedua kalinya sentuhan galang begitu menikmatinya dan mengeluarkan suara suara yang membuat galang terus bergairah.


Entah sejak kapan galang sudah berhasil sempurna dengan penyatuannya rindu hanya bisa mengerang dan tangannya melingkar di leher galang yang sedang memacu penyatuannya, galang melakukannya sedikit cepat karena saat ini rindu sudah tidak kesakitan dan rindu terlihat menikmatinya.


Galang mempercepat permainannya karena terdengar suara adzan magrib dan membuat rindu terus merengek meminta galang menyudahinya.


Galang mengerang bersamaan dengan pencapaian puncak kenikmatannya dan rindu terus tersenyum menatap wajah puas galang.


Galang mencium kening rindu dan menggendong rindu menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya karena akan berjamaah sholat magrib.


Lima belas menit kemudian galang dan rindu selesai dengan mandinya dan langsung melangsungkan sholat berjamaah di dalam kamar.


''Ya allah.... bahagia rumah tangga itu bukan karena besarnya jumlah uang yang di dapat suami tiap bulan, bukan juga karena kecantikan istri, tapi bahagia itu datang dari suami istri yang saling menghargai, saling menerima kekurangan, saling jujur, perhatian, saling memaafkan dan saling mendoakan, semoga rumah tanggaku salah satunya. ''


ucap galang di akhi doanya dan di aminkan oleh rindu.


Galang berbalik dan rindu yang faham pun langsung mencium tangan galang dan di balas dengan kecupan di kening rindu.


Rindu dan galang tidak langsung melepaskan alat alat sholatnya tapi mereka langsung membaca ayat suci al quran sambil menunggu waktu isya tiba.


Setelah selesai dengan sholat isya galang langsung merapihkan alat sholatnya sedangkan rindu sedang menyisir rambutnya dan memakai pelembab untuk malam hari.


''Besok kita pulang yah sayang ke rumah ibu. ''


ucap galang dan rindu mengangguk.


jawab rindu dan galang mengangguk.


Galang menarik tangan rindu saat rindu berjalan mendekatinya, saat galang akan mencium bibir rindu pintu kamar di ketuk dan seketika galang langsung kesal.


''Bentar mas nanti lanjut lagi yah. ''


ucap rindu sambil turun dari pangkuan galang lalu membuka pintu kamarnya.


''Maaf deek ganggu istirahat kamu, boleh buatkan kakak makan malam gak, besok kamu udah pulang kan dan pasti gak akan bisa membuatkan makanan lagi untuk kakak dan bikin banyak juga buat suami kamu dan juga tamara, sekalian ajarkan tamara masak yah karena dia gak bisa masak. ''


ucap reza saat rindu membuka pintu kamarnya dan rindu mengangguk mengiyakannya.


''Yasudah tunggu di bawah ajah, rindu mau pake hijab dulu yah. ''


jawab rindu dan reza mengangguk.


''Mas galang..... ''


ucap rindu dan galang menghela nafasnya.


''Mas udah denger sayang, ayo mas juga ikut membantu kamu masak dan mas juga laper sih. ''


jawab galang dan rindu mengangguk.

__ADS_1


Galang dan rindu menuruni tangga dan langsung menuju dapur, ternyata di dapur ada tamara yang sedang memiih bahan bahan untuk memasak.


''Mas galang tunggu di depan ajah sama kak reza yah, biar aku sama kak ara yang masak. ''


ucap rindu dan galang mengangguk.


''Rindu maaf yah karena mengganggu kamu yang lagi istirahat, mas reza lapar dan kakak gak bisa masak cuma bisa masak telor ajah. ''


ucap tamara dan rindu tersenyum.


''Semua gampang bagi rindu, kakak potong bawangnya ajah yah, kita masak mash potato sama steak daging sapi yah tanpa nasi. ''


ucap rindu dan tamara mengangguk.


Rindu begitu cekatan memasak makanannya dan tamara hanya sesekali membantu nya karena rindu tidak di bantu pun sudah bisa menyelesaikannya.


Empat puluh menit rindu memasak dan makanan pun selesai lalu di hidangkan di meja makan, reza langsung menghampiri dan meninggalkan galang.


''Kak reza stop, panggil mama sama papa dan ajakin makan sekalian yah. ''


ucap rindu saat reza akan mencomot makanannya.


Rindu menyuapi sepotong kecil steak daging dan membuat reza langsung mengacungkan jempolnya karena terasa enak.


Tamara membantu menyiapkan orange jus nya dan rindu menata piring yang sudah siap dengan makanannya.


''Ini semua kamu yang masak sayang?? ''


ucap galang dan rindu tersenyum.


''Di bantu kak ara juga mas gak rindu ajah, ayo duduk mas kita tunggu kak reza manggil mama dan papa dulu yah. ''


ucap rindu dan galang langsung duduk.


''Waah mash potato kesukaan mama ini ma. ''


ucap mama hanum saat sampai di meja makan dan rindu mengangguk tersenyum.


''Ayo kita makan malam ala ala cafe dan ini masakan spesial juga. ''


ucap rindu sambil menuangkan air minum di gelas galang.


Mama dan papa rindu langsung memakan makanan yang di buatkan rindu, sedangkan rindu sedang melayani galang menuangkan saus steaknya.


Galang tersenyum saat merasakan masakan rindu dan rasanya begitu enak.


Jangan tanya reza, dia langsung lahap memakan makanannya dan terus memuji rasanya membuat galang kesal karena reza terus mengelus kepala nya rindu.


''Walaupun kakak kandung tapi gak bisa kah jangan sentuh istriku seperti itu, bikin kesal. ''


gumam galang dalam hatinya melihat interaksi reza dan rindu.

__ADS_1


TBC........


__ADS_2