RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Rahasia Rindu.....


__ADS_3

Malam hari di kediaman gemilang....


Tepat pukul sembilan malam galang baru tiba di kediaman gemilang dan langsung menuju kamarnya karena rumah tampak sepi.


Galang membuka pintu kamarnya dan tersenyum saat melihat putrinya belum tertidur sedangkan rindu sudah terlelap di sampingnya vania.



''Sebentar yah sayang, ayah mandi dulu dan nanti ayah temani vania. ''


ucap galang saat vania menatap ke arahnya.


Galang langsung menuju kamar mandi dan ternyata rindu sudah menyiapkan pakaian ganti untuknya.


Rasa lelah galang hilang setelah melihat putrinya dan istrinya dalam keadaan baik baik sajah, sepanjang mandi pun galang begitu terburu buru takut vania terjatuh ke bawah ranjang.


Sepuluh menit kemudian galang selsai mandi dan langsung memakai pakaiannya yang di siapkan rindu.


''Hai sayangnya ayah yang paling cantik. ''


ucap galang sambil menggendong vania yang terlihat ingin di gendongnya dan galang langsung menggendong vania.


Rindu membuka matanya dan tersenyum saat melihat suaminya sudah segar dan menggendong vania.


''Mas galang udah makan belum?? ''


ucap rindu yang duduk dan galang mengangguk.


''Udah sayang tadi di kantor barengan leo juga, kamu udah makan belum?? ''


ucap galang dan rindu mengangguk.


''Vania kenapa masih membuka matanya sayang, ini. udah mau jam sepuluh. ''


ucap galang dan rindu langsung menghela nafasnya.


''Tadi bobo nya habis magrib mas vania nya dan aku juga gak tau kalau vania terbangun. ''


''Sayang.... buatkan salad buah dong, mas pengen banget karena tadi leo beli dan mas mau beli tapi takut gak enak. ''


''Oke deh, aku buatkan yah salad buahnya. ''


''Mas sama vania ikut juga yah. ''


''Boleh, ayo kita ke dapur. ''


Rindu saat ini menggunakan daster dan langsung menuju dapur, galang berjalan di belakangnya sambil menggendong vania, galang merasa sedikit merasakan hawa panas saat melihat pakaiannya rindu yang terlihat seksi malam ini, biasanya di rumah kediaman mahendra rindu tidak berpenampilan seperti ini.

__ADS_1


''Ya allah godaan godaan, aku harus kuat kuat dan kamu bisa galang. ''


gumam galang dalam hatinya dan langsung menuju meja makan tidak mengikuti ke dapur.


Vania terus berceloteh saat di ajak main oleh galang hingga terdengar ke kamar tamara.


''Mas reza... itu suara tawanya vania deh, kok kedengar banget yah. ''


ucap tamara dan reza langsung menajamkan pendengarannya.


''Benar suara vania, kayanya ada di dapur tuh soalnya mobil galang baru tiba tadi. ''


ucap reza dan tamara langsung semangat menuju keluar kamar.


Tamara langsung tersenyum saat melihat vania sedang bermain dengan galang dan tertawa tawa, reza yang penasaranpun mengikuti tamara.


''Vaniaaa.... sini gendong sama aunty. ''


ucap tamara sambil menghampiri vania namun vania langsung memeluk galang dengan erat dan membuat tamara cemberut.


''Vania kalau sama ayahnya udah gak bisa di ganggu dan akan nempel seperti perangko. ''


ucap rindu sambil menghidangkan semangkuk salad buah.


''Loh kok gitu, tadi siang main sama aunty loh vania dan vania senangkan, sini aunty gendong yaah. ''


''Gak mempan kak, vania akan nempel sama galang sampe dia tidur. ''


ucap galang dan reza langsung mengelus kepala tamara yang cemberut.


''Sini makan salad buah ajah kak, rindu bikin banyak juga loh sengaja. ''


ucap rindu sambil menyiapkan ke piring kecil untuk galang dan tamara mengangguk langsung mengambil piring dan menyiapkan untuknya dan untuk reza.


''Malam banget kamu pulangnya galang, emang belum selesai kasus nya?? ''


ucap reza dan galang menggelengkan kepalanya.


''Kak reza tau sendiri kan, cara licik yang mereka gunakan dan berhasil membuat satu perusahaan galang hancur. ''


ucap galang dan reza menganggukkan kepalanya.


''Terima dong tawaran papa untuk investasi, kan gak masalah juga dan akan sangat baik kalau di gabungkan, ada saham milik rindu empat puluh persen dan itu murni milik rindu. ''


ucap reza dan membuat rindu kesal.


''Comel nya mulut kakak ini, itu rahasia dan jangan di kasih tau dong. ''

__ADS_1


ucap kesal rindu dan reza melototkan matanya.


''Rindu.... orang nya udah meninggal lama banget dan semua sudah hak kamu, terima ajah kalee. ''


ucap reza dan membuat galang mengerutkan keningnya, sedangkan rindu semakin kesal.


''Stop kak reza, gak baik bicarakan orang yang sudah meninggal dan ini malam lagi. ''


''Galang suami kamu, biarkan dia mengelola sahamnya dan satukan dengan saham nya galang, biar aman semuanya dan lagian gemilang juga aman sekarang. ''


Rindu diam dan malas berdebat dengan reza yang ujungnya galang pasti bertanya masalah nya apa.


''Ada rahasia apa sih sebenarnya?? ''


ucap galang dan rindu langsung mendelik sebal ke arah kakaknya.


''Ceritakan masalahnya deek, kakak akan mengurus sahamnya untuk membantu perusahaan galang dan kamu galang jangan menolak investasinya karena ini adalah saham milik istri kamu. ''


ucap reza dan galang pun mengangguk karena saat ini memang sedang membutuhkan kucuran dana karena perusahaan nya sedang dalam kritis saat satu perusahaan yang kerjasama dengannya berlaku curang terhadap nya.


''Iya nanti rindu ceritakan ke mas galang. ''


ucap rindu dan reza mengangguk.


''Vania nya beneran tidur di pangkuan ayahnya, anak perempuan akan menempel ke ayah nya dan itu ternyata benar. ''


ucap tamara dan galang hanya tersenyum sambil membenarkan tidurnya vania di pangkuannya.


Setelah selesai makan salad buahnya, tamara dan reza pamit ke kamar, galang pun sudah di kamar untuk menidurkan vania di box tidurnya, sedangkan rindu sedang merapihkan bekas perabotan kotornya.


Rindu langsung menuju kamarnya dan tersenyum saat vania sudah berada di box bayinya dan mendengar suara percikan air di kamar mandi.


''Boleh mulai ceritanya sayang. ''


ucap galang saat keluar dari kamar mandi dan membuat rindu terdiam.


''Tapi mas galang janji harus menerima investasinya karena semua cerita itu masa lalunya aku. ''


ucap rindu dan galang mengangguk sambil duduk di hadapan rindu.


''Iya sayang mas janji, kamu tau kan pernikahan adalah ibadah yang menyatukan kita, masa lalu kamu, masa lalu aku, biar kita simpan sendiri sendiri, yang aku ingin masa depan kita berdua untuk menjadi lebih baik, bersama dalam semua cerita kehidupan, aku berharap masa lalu tidak akan mengusik rumah tangga kita saat ini dan ayo sayang ceritakan dengan detail. ''


ucap galang dan rindu mengangguk.


''Ceritanya dulu saat aku masih sekolah SMA dan mengenal seorang pemuda bernama SAKA, dia anak panti asuhan yatim piatu, kami tidak memiliki hubungan kekasih, karena di larang sama allah kan dan akhirnya kak Saka datang ke papa untuk melamar aku, papa sudah mengetahui latar belakang nya dan papa memberikan restu dengan syarat, aku harus lulus sekolah dan kuliah, akhirnya kak saka menerima syaratnya. ''


ucap rindu dan membuat galang terdiam karena mendengar cerita yang membuat hatinya sakit.

__ADS_1


TBC......


__ADS_2