
Rindu saat ini masih belum sadarkan diri dari pengaruh biusnya, galang dengan sabar menunggu rindu dan menggenggam tangannya.
Mama hanum sudah datang dan menunggu di sofa dengan ibu hesti, papa haris sedang di perjalanan dengan reza menuju rumah sakit.
Galang langsung tersenyum saat rindu membuka matanya, mama hanum dan ibu hesti reflek mendekat ke berangkar rindu.
''Gimana sayang, apa ada yang terasa sakit lagi?? ''
ucap galang dan rindu menggelengkan kepalanya.
Galang pun langsung merasa lega mendengarnya, mama hanum dan ibu hesti pun ikut merasa lega.
''Mas mau minum. ''
ucap rindu dan galang langsung memberikan minumannya.
''Sayang.... maafkan mas yah, kalau tau kamu hamil muda pasti mas akan lebih hati hati. ''
ucap galang dan rindu mengerutkan keningnya.
''Maksud nya mas galang aku hamil?? ''
ucap rindu meyakinkan ucapan galang.
''Iya sayang, usia kandungan kamu masuk lima minggu sekarang dan sempat pendarahan tapi alhamdulillah janinnya kuat dan bisa di selamatkan. ''
ucap galang dan rindu langsung bahagia.
''Rindu.... untuk kedepannya kamu jangan di sentuh dulu sama suami kamu, karena pendarahan janin kamu lemah dan harus bedrest total. ''
ucap mama hanum dan rindu mengangguk.
''Mereka satu minggu gak ketemu hanum, makanya melakukannya kasar sepertinya sampai rindu pendarahan jadinya, anak kalian kuat makanya masih bisa di selamatkan dan untuk kamu galang harus puasa sampai usia kandungan rindu enam belas minggu. ''
ucap ibu hesti dan galang mengiyakannya.
''Galang juga kalau tau rindu sedang hamil muda pasti gak akan menyentuhnya dulu, ini kan galang gak tau ibu tentang kehamilannya. ''
ucap galang mmbela diri dan mama hanum tersenyum.
Pintu ruangan rindu terbuka dan ternyata papa haris dan reza yang datang, reza langsung menghampiri rindu dan memeluknya.
''Kamu baik baik ajah kan deek dan kenapa bisa sampe pendarahan siih. ''
ucap reza saat melepaskan pelukannya.
''Rindu kan gak tau kak kalau lagi hamil. ''
ucap rindu dan reza menghela nafasnya.
''Kakak seminggu lalu minta kamu buat periksa loh dan kenapa gak nurut sih, gimana kalau nyawa kamu sampe jadi taruhannya. ''
ucap reza dan mama hanum memukul lengan reza.
''Reza Kamu ini kalau bicara sembarangan sekali, udah yang terpenting saat ini rindu sudah gak apa apa dan janinnya juga bisa di selamatkan walau rindu harus bedrest total. ''
ucap mama hanum dan reza mengangguk.
__ADS_1
Galang hanya diam dan enggan berkomentar karena memang dia juga merasa bersalah dan takut di salahkan.
Dokter dan perawat masuk ke ruangan rindu dan memeriksa kondisi rindu.
''Kondisi ibu sudah stabil dan besok pagi ibu akan USG yah, untuk mengetahui janin di dalam kandungannya dan untuk dua minggu ke depan, ibu di larang beraktivitas apapun karena menunggu janin ibu nya kuat. ''
ucap dokter setelah memeriksa rindu dan rindu mengangguk.
Dokter langsung pamit dan semua langsung berucap syukur, cucu pertama dua keluarga konglomerat akan segera hadir.
''Kamu kapan mau kasih mama cucu?? ''
ucap mama hanum dan reza langsung terdiam.
''Ko nanya reza siih, ke tamara lah nanya nya jangan ke reza. ''
ucap reza dan mama hanum hanya tersenyum.
Semua keluarga pamit pulang karena hari pun sudah masuk malam, hanya reza dan galang yang menemani rindu.
''Kak tamara masih di luar kota yah kak?? ''
ucap rindu saat menerima suapan buah dari reza karena galang sedang sholat isya.
''Iya deek, tamara mewakilkan dokter untuk seminar satu minggu ke depan dan baru berangkat kemarin. ''
ucap reza dan rindu mengangguk.
''Kakak ada masalah?? ''
''Kak reza jangan bohong ke rindu, rindu tau siapa kakak dan kondisi kakak saat ini ada masalah. ''
''Kamu lagi hamil muda dan jangan bicarakan masalah dulu, nanti setres kamu nya. ''
Rindu enggan berkomentar lagi dan memilih kembali memakan buahnya, galang selesai dengan sholat nya dan langsung menghampiri rindu.
''Suami kamu udah selesai sholatnya, kakak pamit dan besok kesini lagi. ''
ucap reza dan rindu mengangguk.
''Hati hati kak reza. ''
ucap rindu dan reza tersenyum lalu keluar dari ruangan rawat rindu.
Galang langsung duduk dan menggenggam tangan rindu, rindu hanya mengerutkan keningnya melihat tingkah galang.
''Mas bahagia banget karena akhirnya kamu hamil sayang, makasih. ''
ucap galang dan rindu pun membalas genggaman tangan galang.
''Semua adalah kehendak allah mas galang, allah mempercayai kita menjadi orang tua dan allah juga memberikan kepercayaan untuk aku merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita hamil. ''
ucap rindu dan galang tersenyum lalu mencium kening rindu.
''Bobo yah sudah malam soalnya. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
__ADS_1
''Mas galang juga bobo yah. ''
uap rindu dan galang hanya tersnyum.
Galang mengelus kepala rindu agar rindu nyaman dan tertidur, rindu yang memang merasa ngantuk pun tak berselang lama langsung tertidur pulas.
''Tidurlah yang nyenyak sayang, mas akan menjaga kamu di samping kamu. ''
ucap galang saat rindu sudah terlelap.
Galang sepanjang malam tidak bisa tertidur dan rasa kantuknya pun tidak ada, galang hanya diam dan menjaga rindu yang sedang terlelap.
Malam pun tak terasa berubah menjadi pagi, setelah melaksanakan sholat subuh, galang langsung menuju kantin untuk mebeli bubur untuk nya dan untuk rindu juga.
Di dalam ruangan rindu membuka matanya dan mengedarkan pandangannya mencari galang namun galang tidak terlihat.
''Mas galang kenapa gak ada yah, gimana kalau ada orang yang masuk dan cadar aku juga gak ada lagi. ''
ucap rindu yang mencoba untuk duduk dan mencari cadarnya namun tidak ada.
''Kamu cari apa sayang.... ''
ucap galang saat membuka pintu dan melihat rindu sedang mencari cari sesuatu.
''Mas kemana ajah?? aku nyari cadar takut ada orang yang masuk. ''
jawab rindu dan galang langsung menyimpan makanannya di meja lalu mengambil cadar untuk rindu gunakan.
''Maaf jadi nyariin mas, mas habis beli sarapan dulu dan mas kira kamu masih tidur. ''
ucap galang sambil memberikan cadarnya kepada rindu.
''Di kira mas galang pulang dan ninggalin aku, mas galang bantuin pengen pipis. ''
ucap rindu dan galang langsung menggendong rindu menuju kamar mandi.
Dengan telaten galang membantu rindu di kamar mandi dan rindu pun menerima semua yang galang lakukan karena tubuhnya memang terasa lemas saat ini.
''Sarapan bubur yah sayang, mas udah beli soalnya buat kita. ''
ucap galang saat mendudukan rindu di berangkar.
''Kan nanti di kasih makanan dari rumah sakit, emang gak apa apa kalau makan dari luar?? ''
''Gak apa apa lah, nanti makan lagi ajah pas makanan rumah sakitnya di antar. ''
''Emang perut aku ini apaan mas, masa segala di makan juga, tapi makanan rumah sakit rasanya hambar dan gak enak mas, suapin makanan yang mas beli ajah. ''
''Iya sayang mas suapin yah, kita makan berdua yah karena mas juga laper. ''
Galang pun akhirnya menyuapi rindu dan menyuapimenyuapi untuk dirinya sendiri, rindu begitu lahap saat di suapi.
''Ya allah terimakasih karena engkau memberikan pangeran ku di dunia ini seperti mas galang, semoga mas galang menjadi jodohku hingga akhir hayat kami nanti. ''
gumam rindu dalam hatinya sambil menerima suapan makanan dari galang.
TBC......
__ADS_1