
Galang yang tidak fokus dengan pekerjaannya hari ini pun memilih pulang ke rumah nya untuk menghampiri rindu yang marah terhadapnya.
Dua puluh menit kemudian galang sampai di rumah dan langsung masuk kedalam kamarnya, rindu saat ini sedang di dalam kamar mandi dan galang menunggunya selesai.
Setelah menunggu lima menit rindu keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di dadanya, rindu belum menyadari kalau galang ada di dalam kamarnya.
''Kamu sengaja yah keluar kamar mandi memakai handuk seperti itu. ''
ucap galang dan membuat rindu langsung berbalik.
''Mas galang ngapain disini, bukannya mas galang kerja yah?? ''
ucap rindu yang gelagapan karena galang menghampirinya dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
''Jangan bahas yang lain dulu, kita bahas masalah junior mas yang bangun karena kamu. ''
ucap galang sambil menunjuk juniornya di bawah sana.
''Apa maksud kamu mas?? junior ada di tubuh kamu dan punya kamu, kenapa aku yang di salahkan?? ''
ucap rindu dan galang langsung mencium bibir rindu.
Rindu terus berontak namun tenaga galang begitu kuat dan akhirnya rindu pasrah, galang mulai menggerayangi tubuh rindu yang mulai menjadi kebiasaannya bahkan pavorite nya.
Galang menggendong rindu dan menidurkannya di ranjang, galang pun melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya.
''Mas jangan kenceng yah mainnya, engap dan sesak ke akunya tau. ''
ucap rindu saat galang akan memulainya.
Galang tersenyum dan mengecup bibir rindu agar rindu lebih nyaman dan menikmati sentuhannya, galang mulai dengan permainannya, rindu seakan lupa dengan kekesalan tadi pagi kepada galang, rindu malah membalas semua yang galang lakukan.
Siang hari yang panas dan penuh gairah antara rindu juga galang, mereka seakan tidak menyadari waktu dan suasana hingga melakukannya lagi dan lagi.
Galang pun akhirnya mengakhiri permainannya yang sudah mencapai puncaknya, rindu langsung berbalik memunggungi galang, galang tersenyum dan memeluk rindu dari belakang.
''Terimakasih sayang, kamu bidadariku di dunia ini dan kelak di alam nya nanti, kamu adalah rumah berbagi hasrat ku juga keluh dan kesah ku, makasih dan maafkan mas atas sikap egois mas tadi pagi yah. ''
ucap galang dan rindu langsung membalikan tubuhnya.
''Aku akan menjadi istri yang terbaik untuk kamu mas galang, untuk kamu mencurahkan semua nya, istri yang mau berbagi suka dan duka, istri yang melayani kamu di saat kamu sedang di penuhi hasrat di tubuh kamu, maafkan aku mas karena selalu melawan kamu dan tidak menurut sama kamu, mulai sekarang aku akan menuruti semua yang kamu ucapkan. ''
ucap rindu dan galang tersenyum lalu mencium kening rindu.
''Hari ini di kantor mas gak fokus dan bawaannya kesal ajah, makanya mas pulang ajah dan pas pulang malah di suguhi pemandangan seksi yang membangkitkan gairah mas. ''
''Ishhh.... itu kamu nya ajah mesum, udah ahh mau mandi dan siap siap sholat zuhur. ''
ucap rindu sambil beranjak dan menuju kamar mandi.
''Istriku menggemaskan sekali, badannya semakin seksi sekali saat ini. ''
ucap galang saat memperhatikan rindu yang berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
......................
Malam hari menjelang....
Ayah yoga sudah kembali dan langsung membicarakan pekerjaannya dengan galang di ruang kerja, sedangkan rindu dan ibu hesti memilih bersantai sambil menonton televisi.
''Sayang... benar kalau tadi galang datang jam sebelas siang ke rumah?? ''
ucap ibu hesti saat menanyakan rindu dan pelayan memberitahukan kalau rindu ada di kamar dengan galang.
''Benar sekali bu dan ibu tau sendiri mas galang gimana orangnya. ''
ucap rindu dan ibu hesti tersenyum mengangguk.
''Galang itu tipekal laki laki yang baperan sayang, makanya berantem sedikit langsung kacau. ''
ucap ibu hesti sambil cekikikan dengan sikap galang.
''Mas galang adalah suami terbaaaaik dan terhebat untuk rindu, makasih karena ibu melahirkan mas galang ke dunia ini dan rindu sangat bahagia sekali. ''
ucap rindu dan ibu hesti tersenyum.
''Ibu juga bahagia memiliki menantu seperti kamu sayang, ibu sampai berterimakasih sama mama kamu saat dia setuju kamu di jadikan menantu di keluarga mahendra. ''
ucap ibu hesti dan rindu mengangguk.
Di kediaman mewah gemilang....
Saat ini tamara sedang membantu mama hanum menyiapkan makan malam untuk keluarganya, kehamilan tamara usianya sudah masuk empat bulan namun tidak sebesar dulu saat usia kandungan rindu empat bulan.
''Kamu tau gak ara, rindu ngadu sama mama kalau galang melarang dia datang kesini sekarang sekarang dan rindu paling dua hari sebelum acara baru akan datang. ''
ucap mama hanum dan tamara tersenyum.
''Mungkin galang takut kalau kejadian bulan lalu terulang lagi mama, rindu kan anak yang gak mau diam karena tangan dan kakinya gerak terus. ''
ucap tamara dan mama hanum mengangguk.
Reza dan papa haris menghampiri ke meja makan, semua langsung makan dengan tenang tidak ada pembicaraan.
Setelah makan malam reza memilih ke kamar dengan tamara untuk istirahat, mama hanum dan papa haris masih mengobrol tentang rindu yang gak di injinkan menginap lama di kediaman gemilang.
''Papa sebenarnya sedih mama saat rindu gak jadi pulang besok, tapi papa harus menghargai keputusan suaminya rindu karena saat ini rindu adalah seorang istri yang harus patuh dengan titah suaminya. ''
ucap papa haris dengan nada sedih.
''Nanti mama akan bicara dengan galang yah papa, buat ijinkan rindu menginap disini. ''
ucap mama hanum saat melihat raut wajah suaminya yang terlihat sedih.
''Sudah jangan mama, hari jumat kan sebentar lagi dan gak akan terasa, papa akan menunggu rindu datang atas ijin suaminya ajah. ''
ucap papa haris dan mama hanum mengangguk.
__ADS_1
''Mama tau papa sangat merindukan putri kita, mudah mudahan galang mau mengerti dan membiarkan rindu pulang lebih awal. ''
gumam mama hanum dalam hatinya saat mendengar ucapan papa haris yang pura pura ikhlas tapi raut wajahnya berkata lain.
Di dalam kamar reza dan tamara saat ini sedang terjadi permainan ranjang, karena semenjak tamara hamil reza tidak pernah terlewatkan dan selalu meminta nya, tamara pun malah ikut menikmati permainan reza.
''Mas reza, rindu besok gak jadi pulang kesini. ''
ucap tamara sesaat setelah membersihkan tubuhnya.
''Loh, kenapa bisa gak jadi?? ''
ucap reza sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
''Galang gak ijinkan mas, sepertinya kejadian bulan lalu masih menyisakan trauma untuk galang, katanya rindu pulang hari jumat kalau gak hari sabtu. ''
''Galang itu lebay sekali, kita juga disini akan ekstra menjaga rindu, kejadian bulan lalu kan karena rindu gak mau diam dan terus ajah membuat makanan dan jalan jalan sesukanya. ''
''Udah jangan marah, lagian galang berhak atas rindu karena dia adalah suaminya loh mas, rindu juga harus nurut kan semua perintah galang, gak apa apa rindu datang jumat juga yang penting rindu harus tetap datang ke acara kita. ''
''Ayo kita istirahat sayang, biar besok lebih segar lagi tubuhnya. ''
Reza dan tamara langsung mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, karena waktu pun sudah menunjukan pukul sembilan malam.
Kembali ke kediaman mahendra....
Tengah malam rindu membuka matanya dan membangunkan galang yang baru terlelap.
''Mas galang bangun dulu sebentar..... ''
ucap rindu sambil mengguncang tubuh galang.
''Ada apa sayang?? ini masih malam ayo bobo lagi. ''
ucap galang namun matanya tetap terpejam.
''Kalau kamu gak bangun, aku mau kabur dan pulang ke rumah mama ajah. ''
ancam rindu dan benar sajah galang langsung duduk dan menatap rindu.
''Awas ajah berani kabur, mas ikat kamu di atas genting loh biar diam. ''
ucap galang sambil mencubit hidung rindu.
''Sekalian ajah di monas biar virall.... ''
ucap kesal rindu dan membuat galang tertawa.
''Ayo kita ke dapur mas, perut aku laper sekali dan pengen makan makanan yang aneh. ''
ucap rindu dan galang mengerutkan keningnya.
''Jangan aneh aneh sayang, ini udah pukul satu dini hari yah. ''
__ADS_1
ucap galang dan rindu langsung tersenyum.
Tbc.....