
Setelah terjebak di kediaman tante hesti, rindu memilih kembali ke toko karena akan mengadakan meeting dengan menejer, perwakilan koki dan asistennya.
Hanya dua puluh menit rindu sampai di toko dan langsung menuju area pajangan etalase tokonya, rindu menghela nafasnya saat seorang pria menatapnya dan pria itu adalah pria kemarin yang menertawakannya.
''Kenapa laki laki ini selalu datang di jam nanggung seperti ini, di sebut makan siang sudah lewat dan di sebut makan malam gak mungkin karena masih jauh sekali menuju malam. ''
gumam rindu saat berjalan melewati pria yang menatapnya.
''Akhirnya mba rindu datang juga, delia kira mba rindu ga jadi ngadain meeting. ''
ucap delia saat rindu menghampirinya.
''Jadilah delia, ayo kumpulkan menejer sama perwakilan koki nya, kita meeting di salah satu kursi pengunjung ajah soalnya agak sepi, saya mau ambil leptop sama menyimpan tas dulu. ''
ucap rindu dan delia mengangguk.
Semua pegawai yang akan meeting sudah duduk dan menunggu rindu datang.
''Delia sana panggil bos nya, kenapa lama. ''
ucap menejer toko dan delia mengangguk.
''Ga usah, itu bos nya sudah datang. ''
ucap delia dan semua mengangguk dan bersiap.
''Maaf karena dadakan sekali saya meminta meeting, ini semua demi kebaikan kita semua juga dan saya akan membicarakan pada kalian. ''
ucap rindu sambil memberikan kertas untuk di baca pegawainya.
''Itu adalah denah lantai dua toko ini yang menjadi gudang bahan baku dan tempat itu lumayan luas kan dan saya akan menyekatnya lalu akan membuatkan toko khusus untuk konsumen yang akan memesan makanan acara acara dan nanti ada koki khusus dan pekerja khusus juga untuk menanganinya, bagaimana apa kalain setuju karena saya ingin kalian juga tau soal semua nya. ''
''Kami memang ingin dari dulu di pisahkan bos, dapur untuk pesanan dan dapur untuk toko, karena dapur pesanan membuat semua jadi kerepotan karena di satukan, kami setuju. ''
ucap koki dan rindu tersenyum mengangguk.
''Alhamdulillah sekali karena kalian setuju, maaf karena saya gak peka dan mulai besok semua akan di kerjakan. ''
ucap rindu dan semua mengangguk.
''Mba rindu lihat di meja nomer lima, dia terus ajah memperhatikan kita dan lebih tepatnya memperhatikan mba rindu deh. ''
ucap delia berbisik ke telinga rindu dan rindu mengerutkan keningnya.
''Kamu ngaco deh, dia sedang makan masa memperhatikan kita yang sedang meeting. ''
ucap rindu dan delia menatap ke arah laki laki itu.
''Mba tau dia sampe bertanya loh, siapa pekerja yang memakai cadar dan aku bilang gak ada karena emang pekerja disini gak ada yang bercadar. ''
''Udah deh delia, kamu urus penerimaan karyawan sama kokinya juga, saya mau bersiap sholat asar dulu soalnya. ''
ucap rindu dan delia mengangguk.
Rindu menuju ruangannya dan ingin menyegarkan tubuhnya dengan air wudhu.
__ADS_1
setelah selesai dengan air wudhu nya rindu langsung melaksanakan sholat asar dan hanya sepuluh menit rindu telah menyelesaikannya.
''Ya allah.....perdalam lagi rasa sabarku, perluas lagi rasa syukurku dan perkuat lagi hati dan bahuku.... Jadikanlah aku seikhlas ikhlasnya diri atas segala apa yang engaku kehendaki. ''
ucap rindu di akhir doanya setelah melaksanakan kewajibannya.
''Perasaanku atau emang akan terjadi sih, mama pasti melakukan sesuatu di rumah dan lihat ini panggilan sampe beberapa kali dan mama juga tau kalau aku lagi di toko. ''
gumam rindu dalam hatinya saat melihat handphone nya yang terus menyala.
Delia mengetuk pintu ruangan rindu dan rindu langsung membukanya, delia sudah terbiasa melihat wajah cantik rindu tanpa cadar.
''Ada apa delia?? ''
ucap rindu saat delia memasuki ruangannya.
''Mba rindu banyak laporan konsumen yang ingin memesan makanan dan saya bingung harus gimana menanggapinya padahal saya sudah menutup PO pesanan. ''
ucap delia dan rindu menghela nafasnya.
''Delia bisa kan lantai dua selesai sehari pekerjaannya?? ''
ucap rindu dan delia menggelengkan kepalanya.
''Gak bisa lah mba rindu dan paling cepat itu satu minggu baru rampung semuanya. ''
''Nah kamu tau itu jawaban pertanyaan kamu, bilang sama konsumen satu minggu lagi menunggu pekerjaan rampung dan katakan itu pada pemesannya. ''
ucap rindu dan delia mengangguk lalu keluar dari ruangan rindu.
Rindu merapihkan semua pekerjaannnya dan langsung menuju pulang karena dia akan menuju perusahaan ayahnya untuk mempelajari pekerjaan yang akan di kerjakan satu minggu kedepan.
Hanya dua puluh menit rindu sampai di perusahaan papa nya dan langsung menuju ruangan kakak nya dengan menenteng makanan yang di sukai kakaknya.
''Hay kakak sayang.... ''
ucap rindu saat masuk kedalam ruangan kakaknya.
''Hay juga adik sayang.... ''
jawab reza dan rindu langsung tertawa.
''Papa mana kak?? ''
''Papa udah pulang laah sayang, dia kan big bos dan kakak yang hendle pekerjaannya. ''
''Pantas ajah kakak pulangnya selalu terlambat bahkan sampai malam. ''
''Iya kan namanya juga atasan harus beretanggung jawablah, mana makanan pesan kakak kamu bawakan?? ''
''Di bawa dong dan ini makanannya. ''
Rindu langsung mempelajari file yang di berikan oleh reza dan reza saat ini sedang memakan makanan yang di bawakan oleh rindu.
''Makanan kamu tambah enak ajah deek, pantesan toko kamu sangat ramai sekarang dan kenapa gak buka restoran atau cafe gitu deek, yang lengkap dengan makanan berat juga jangan hanya kue kue dan cemilan ajah. ''
__ADS_1
ucap reza saat memakan kue yang di bawa rindu.
''Gak mau kak, rindu lebih senang kue kue dan pastri ajah. ''
ucap rindu yang tatapannya tetap fokus pada file nya.
''Gak seru kamu maa deek, kamu berantem tadi pagi sama mama karena perjodohan kakak yah?? ''
ucap reza dan rindu langsung menghentikan pekerjaannya dan langsung menatap kakak nya.
''Rindu belum ikhlas kakak di jodohkan, rindu tau kakak masih sakit dengan kelakuan mantanmu itu kan kak, rindu hanya minta kasih kakak waktu ajah buat semuanya tapi mama malah marah dan bilangnya ngelantur. ''
ucap rindu dan reza langsung tersenyum.
''Makasih karena kamu membela kakak tapi kamu harus menghargai semua rencana mama dan papa karena semua juga demi kebaikan kita karena orang tua gak akan membuat anaknya kesusahan dan mungkin calon yang di pilih emang sangat pas dengan kita. ''
ucap reza dan rindu terdiam sambil merebahkan kepalanya ke sandaran kursi di belakangnya.
''Kenapa sih harus ada rencana dan rencana terus, rindu sangat sedih dengan rencana mama dan papa loh kak, kita hidup di zaman moderen bukan zaman dahulu, main menjodohkan ajah. ''
ucap rindu dengan nada kesalnya dan reza hanya tertawa mendengar rindu marah marah.
''Ngapain di buka cadarnya deek?? ''
''Pengen ajah lagian cuma ada kakak ajah dan rindu lagi sedih biar kakak lihat wajah rindu. ''
''Kamu itu aneh aneh ajah, dengar kakak baik baik yah deek, kamu pernah dengar sebuah ayat, MAN JADDA WA JADDA.... Allah tidak berjanji akan mengabulkan setiap keinginanmu di dunia, tapi Allah janji pada siapa sajah yang mau berjuang dan berusaha pasti akan Allah wujudkan, kakak hanya berdoa semoga mendapatkan jodoh terbaik dan entah itu lewat perjodohan atau kakak mengenal sendiri karena kakak hanya bisa pasrah dengan semua garis takdir dari allah. ''
ucaap reza dan membuat rindu terdiam menatap wajah kakaknya yang terlihat sangat tegas mengucapkan perkataannya.
TBC.......
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
'
__ADS_1
'
................................