
Malam sebelum pernikahan reza dan tamara.....
Rindu saat ini sedang duduk dengan rezareza yang tiba tiba menggedor pintu kamar rindu dan meminta ijin kepada galang untuk membawa rindu bersamanya.
Galang hanya bisa pasrah dan menolak pun akan bahaya, galang memberikan ijin dan rindu langsung ikut dengan reza.
''Kakak besok menikah dan kenapa malah ngajakin rindu ke taman komplek, kalau rindu masuk angin bagaimana jadinya besok. ''
ucap kesal rindu dan reza hanya tersenyum.
''Kamu pakai jaket masa masuk angin sih, deek kakak lagi bingung ini. ''
ucap reza dan rindu langsung mengerutkan keningnya.
''Bingung kenapa sih kakak, besok tinggal ucapkan kalimat nya apa susahnya, kakak itu cerdas masa gak bisa menghafalnya. ''
ucap rindu dan reza langsung kesal.
''Deek bukan masalah itu, apa boleh pernikahannya di batalkan ajah dan di undur tahun depan?? ''
ucap reza dan membuat rindu melototkan matanya.
''Kakak kerasukan setan mana ini, jangan membuat keluarga kita malu yah, gak ada yang bisa membatalkannya kak, kakak ingat saat akad nikah rindu di tinggalkan dan alhamdulillah ada galang yang menggantikannya, kakak bisa mengertikan perasaan rindu saat itu dan kakak juga pasti kesal dan marah kan, kakak bisa bercermin dengan kejadian pernikahan rindu satu tahun lalu. ''
''Iya juga sih tapi kan tamara gak hamil deek dan dia sekarang sedang datang bulan, kakak hanya minta di undur bukan batal. ''
''Kakak jangan gila yah kamu, berani membatalkannya lihat ajah yah karena rindu gak akan pernah mau bertemu kakak selamanya, kakak udah merenggut kehormatan kak tamara dan tanggung jawab laah bukannya lari dari tanggung jawab, ingat karma berlaku dan kakak memiliki adik perempuan dan seorang istri juga, hargai perasaan wanita kak, ingat kak pasti kakak akan mencintai kak tamara kok, jalani sajah rumah tangga kakak nanti juga sampai pada kebahagiaan, berdoa juga kepada allah pasti nanti akan di kabulkan kalau kakak berdoa demi kebaikan, belajarlah untuk menerima dan mencintai kak tamara dan berusaha melupakan masa lalu kakak nanti pasti berhasil dan kakak akan sepenuhnya mencintai kak tamara, percaya dan yakin karena takdir allah gak akan tertukar kakak. ''
''Baik deek, terimakasih sudah membuat kakak sadar dan doakan kakak yah. ''
''Selalu kakak dan rindu tanpa di suruh pun akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kakak. ''
Reza langsung lega dan membawa rindu untuk pulang karena malam pun sudah larut, reza membonceng rindu dengan sepedahnya dan rindu hanya tertawa tawa saat di belakang dan memegang pinggang kakaknya.
''Makasih deek, kamu adik yang paling berharga untuk kakak dan kakak senang karena kamu mau merubah pikiran kakak, semoga rumah tangga kamu selalu harmonis, bahagia dan sampai menua bersama. ''
gumam reza saat mengayuh sepedahnya dan mendengar tawa riangnya rindu.
...****************...
Di sebuah mesjid yang megah dan disinilah reza duduk di hadapan penghulu yang akan menikahkannya, reza begitu gagah dan tampan saat ini.
Di samping reza telah duduk seorang wanita yang akan di nikahinya, wanita cantik bernama tamara dan reza sangat lugas dan tanpa hambatan saat mengucapkan kalimat sakral yang menjadikannya seorang suami,
__ADS_1
Rindu menghela nafas lega saat terdengar kata SAH di depan podium dan rindu langsung meneteskan air matanya, kakak yang selalu menyayangi dan menjaganya sekarang sudah memiliki tanggung jawab dan rindu begitu bahagia karena kakak nya akhirnya mau melepaskan masa lajangnya walaupun dengan derama yang membuat rindu kesal sejak semalam.
Galang tersenyum dan merangkul lengang rindu yang terlihat diam.
''Udah jangan sedih gitu kan ada suamimu ini yang menggantikan peran kakak kamu. ''
ucap galang dan rindu mengangguk.
Rindu dan galang langsung meninggalkan mesjid dan menuju gedung pernikahan di sebelah mesjid, karena rindu malas berdesak desakan dan memilih jalur aman.
''Mau makan gak sayang?? mas bawakan kalau kamu mau. ''
ucap galang dan rindu menggelengkan kepalanya.
''Nanti ajah mas makannya kalau udah bertemu kak reza, karena nanti saat makan pasti di ganggu kak reza. ''
ucap rindu dan galang mengangguk
Rindu duduk sambil terdiam memandang handphone nya yang memili puluhan pesan dari asistennya yang menanyakan kapan rindu akan ke toko.
''Mas kalau besok aku ke toko boleh gak?? asisten aku meminta terus aku buat ke toko. ''
ucap rindu dan galang terdiam.
jawab galang dan rindu mengiyakannya.
Tak lama menunggu pengantin sudah ada di pelaminan dan banyak tamu undangan yang hadir, galang dan rindu hanya diam dan menatap orang orang lalu lalang.
''Kita nunggu ayah sama ibu dulu yah mas, biar barengan kita ke pengantinnya. ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
''Oh iya mas mau tanya tentang mantannya kak reza, kamu mau ceritakan gak siapa dia. ''
ucap galang dan rindu mengerutkan keningnya.
Saat rindu akan menjawab tapi kedua mertuanya datang dan rindu langsung mengajak untuk menuju ke depan menghampiri pengantin.
Reza cemberut saat melihat rindu berjalan menghampiri nya dengan menggandeng lengan ibu mertuanya.
''Kok pengantin cemberut sih, dulu mas galang saat menikah itu senyumnya mengembang sekali, kenapa kakak cemberut. ''
ucap rindu saat berada di hadapan reza.
__ADS_1
Reza langsung memeluk rindu dan rindu menepuk neluk punggung reza untuk memberikannya kekuatan.
''Anak nakal yah kamu ini, kakak kecarian malah meledek kakak kamu ini. ''
ucap reza saat melepaskan pelukannya dan rindu langsung tersenyum.
''Selamat menempuh hidup baru, sakinah, mawadah dan warahmah yah, jangan lupa membuat keponakan untuk rindu yang imut dan menggemaskan. ''
ucap rindu dan reza langsung mengusap kepala rindu.
''Kamu kira membuat makanan pake nyuruh membuat keponakan, udah sana turun lihat antrian panjang loh deek karena kamu. ''
ucap reza dan rindu mengangguk.
Rindu langsung menerima uluran tangan dari galang dan mengikuti galang menuju deretan makanan yang sudah siap di hidangkan.
''Makannya berdua ajah yah dan mas yang suapi kamu sayang. ''
ucap galang dan rindu mengangguk menyetujuinya.
Galang dan rindu gabung dengan kedua orang tuanya dan rindu duduk di samping galang karena galang akan menyuapinya.
''Kalian kaya pengantin baru ajah pake suap suapan segala. ''
ucap tante hesti dan rindu langsung tersenyum.
''Kita kan romantis bu, ibu minta suapi ayah kalau ngiri sama kita. ''
ucap galang dan tante hesti hanya mendelik dan kembali memakan makanannya.
''Oh iya sayang.... besok ibu mau pesan kue buat arisan di toko kamu, bisa kan?? ''
ucap tante hesti dan rindu mengangguk.
''Gak usah pesan ke toko, nanti rindu buatkan langsung ajah plus minumannya juga, paling kita belanja bahan bahan nya ajah bu. ''
ucap rindu dan tante hesti mengangguk setuju.
''Tapi jangan cape cape yah sayang nanti membuatnya, mas gak mau kamu kelelahan. ''
ucap galang dan rindu mengacungkan jempolnya.
TBC........
__ADS_1