
Saat ini rindu sedang sibuk mempersiapkan bahan bahan dan takaran takaran untuk membuat kue, ibu mertuanya begitu antusias membantu rindu, rindu saat ini hanya menggunakan kaos lengan panjang dan celana panjang dengan hijab instan tanpa cadar, karena di rumah keluarga mahendra sudah sterill dari pekerja laki laki.
Hanya galang dan ayah yoga laki laki di kediaman mahendra, rindu pun sedikit leluasa dan bisa bergerak di rumah itu dengan nyaman.
''Sayang, ibu baru tau kalau bikin kue takarannya benar benar harus pas yah. ''
ucap tante hesti dan rindu tersenyum.
''Iya dong bu, biar hasilnya pas dan gak kedodoran juga takarannya. ''
jawab rindu dan tante hesti mengangguk.
Rindu mulai dengan kue pertama, rindu begitu cekatan dan di bantu dua pelayan dan ibu mertuanya.
satu jam kemudian satu kue sudah matang dan tercium aroma yang begitu wangi.
Rindu membuat semua serba lebih, agar orang orang rumah bisa menyicipinya, rindu terus mengerjakan membuat kue hingga adzan ashar berkumandang rindu berhenti karena tinggal menunggu kematangan sajah.
''Titip yah kalau bunyi langsung matikan dan angkat kue nya yah bibi, saya mau sholat ashar dulu. ''
ucap rindu dan pelayan mengangguk.
Rindu langsung menuju kamarnya dan tante hesti tetap menunggu kue nya.
''Ya allah....kuat sekali tidurnya mas galang, udah tiga jam masa gak bangun bangun sih. ''
ucap rindu saat masuk kedalam kamarnya dan galang masih terlelap.
Rindu langsung ke kamar mandi dan segera berwudhu untuk melaksanakan sholat.
Selama rindu mengerjakan sholatnya, galang terbangun dan menatap wajah rindu yang begitu tenang saat sedang sholat.
''Ya allah.... bidadari surga duniaku, makasih dan jangan engkau ambil dia di kehidupan ku saat ini. ''
gumam galang sambil tersenyum menatap rindu yang sedang sholat.
Galang langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap sholat juga, rindu selesai dengan sholatnya dan menunggu galang yang sedang mandi.
''Ini pakaiannya udah aku siapkan yah mas galang, aku mau melanjutkan membuat kue dan jangan lupa mas nyusul yah karena mas belum makan siang loh pasti laper kan. ''
ucap rindu saat galang keluar dari kamar mandi.
''Iya sayangku, yaudah sana duluan dan nanti mas nyusul kalau udah selesai. ''
jawab galang dan rindu mengangguk lalu keluar dari kamar.
''Ya allah.... istriku seperti anak remaja yah dengan pakaian seperti itu. ''
ucap galang yang baru melihat rindu memakai pakaian selain gamis namun rindu tetap menutup auratnya.
Rindu langsung tersenyum saat kue ketiganya sudah matang dan langsung merapihkannya.
__ADS_1
''tinggal dua menu lagi dan pasti selesai bu sore ini juga, oh iya untuk minumannya rindu mau membuat minuman yang ada bobba nya tapi dengan jus bukan susu coklat atau syrop, gimana ibu setuju gak?? ''
ucap rindu sambil menata makanannya dan ibu mertuanya langsung setuju.
''Pokonya ibu akan menurut ajah baiknya gimana sayang, pasti gak kecewa dengan apa yang kamu buat. ''
ucap ibu mertuanya rindu dengan yakinnya dan rindu langsung tersenyum mengangguk.
Rindu bersiap membuat kue ke empat, galang menghampiri ke dapur dan langsung memeluk rindu tanpa malu dengan dua pelayan dan ibunya.
''Mas galang lepas ihh ganggu ajah deh. ''
ucap rindu sambil melepaskan pelukannya dan galang malah semakin erat.
''Galang stop, kalau kue nya gagal kamu yang ibu salahkan yah. ''
ucap tante hesti dan galang langsung melepaskan pelukannya.
''Ibu emang jahat, lihat nanti rindu kecapean kalau terus membuat makanan untuk acara ibu, nanti malam rindu gak bisa memanjakan galang. ''
ucap galang dan membuat ibunya memukul lengan galang.
''Ya allah galang, kamu ini kalau bicara sembarangan ajah, udah duduk sana dan ibu akan siapkan makan untuk kamu. ''
ucap tante hesti kesal dan membuat galang tersenyum kecut.
''Galang mau di layani rindu bukan ibu. ''
''Sudah ibu, biar rindu layani dulu mas galangnya lagian ada koki yang membantu kan sekarang. ''
ucap rindu dan ibu mertuanya mengangguk.
Rindu langsung menyiapkan piring dan menuangkan nasi juga lauknya di piring yang akan di gunakan galang untuk makan, galang tersenyum lalu memakan makanannya dan rindu menyiapkan minumnya.
''Kamu emang wanita yang sangat baik rindu, ibu bangga dan bahagia karena kamu yang menjadi menantu ibu, ibu benar benar sayang kamu rindu. ''
gumam tante hesti saat melihat rindu melayani galang yang super manja dan menempel pada rindu tapi rindu begitu sabar dan telaten melayani galang.
''Sayang besok lagi yah kamu membuat kue nya, sekarang kita quality time dulu, besok mas harus ke kantor lagi loh. ''
ucap galang dan rindu menghela nafasnya.
''Tanggung mas galang, lihat bahannya udah di aduk dan sekarang ada koki juga yang melanjutkannya, nanti habis magrib pasti kita bisa quality time. ''
ucap rindu dan galang mengangguk.
Galang selesai dengan makannya dan langsung menuju ruang tengah, sedangkan rindu kembali membuat kue nya dan saat ini koki yang membuatnya.
Di ruang keluarga saat ini.....
Handphone galang berdering dan nomer baru yang menghubunginya.
__ADS_1
''Hallo selamat sore..... ''
''Selamat sore, ini dengan siapa yah?? ''
''Kami dari kantor polisi, apa benar saya berbicara dengan tuan galang kakak dari saudara galih?? ''
''Betul pak, ada apa menghubungi saya?? ''
''Begini pak, bisakan anda datang ke kantor polisi sekarang karena saudara galih harus di pindahkan ke penjara rehabilitasi, apa tuan galang bisa datang untuk menandatangani surat kuasa?? ''
''Baiklah pak, saya sekarang akan ke kantor polisi. ''
''Terimakasih dan kami tunggu kedatangannya. ''
Panggilan berakhir.....
Galang langsung masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya, galang pamit kepada rindu dan ibunya, rindu mengijinkannya.
Tiga puluh menit galang sampai di kantor polisi dan langsung menandatangani beberapa berkas dan galih akan di rehab selama ini sepuluh bulan.
''Maaf pak, bisa saya bertemu dengan adik saya dahulu sebelum adik saya di pindahkan?? ''
ucap galang saat selesai menandatangani beberapa berkas.
''Boleh tuan, silahkan tunggu dan saya akan membawa saudara galih untuk menghampiri anda. ''
ucap polisi dan galang mengangguk.
Galang terdiam dan memainkan handphone nya untuk menunggu kedatangan galih, bibirnya tersenyum saat berhasil memfoto rindu tanpa hijab dan cadar saat rindu tidur dalam pelukannya.
''Kakak......''
ucap galih saat menghampiri galang dan galang menghela nafasnya langsung menatap galih.
''Kak tolongin galih yah, galih gak pernah memakai obat terlarang, galih bersumpah kak. ''
ucap galih dengan nada memohon.
''Galih hasil tes urine kamu dua kali dan hasilnya positif pemakai, udahlah terima konsekuensinya dan kakak sebenarnya marah sama kamu, kamu lupa siapa keluarga gemilang itu, kamu berani mempermainkan mereka dan ini adalah buah dari hasil kejahatan kamu, kamu sengaja kan kabur saat akad waktu itu?? dan menjebak kakak untuk menikahi pengantin kamu. ''
''Maafkan galih dan galih menyesal kak. ''
''Maaf kamu terlambat dan kamu juga udah terlanjur terjerat dengan barang haram galih, lebih baik kamu di penjara dan renungkan semuanya daripada di luar sana kamu jadi gembel, kakak hanya berterimakasih sama kamu karena menjebak kakak untuk menikahi rindu dan rindu adalah perempuan yang membuat kakak jatuh hati, perempuan sempurna dan sangat cantik, kamu sangat bodoh karena menolak menikahi rindu, gadis suci yang belum pernah tersentuh laki laki, kalau kamu ada apa apa cepat hubungi kakak dan kakak akan menyiapkan semua kebutuhan kamu di penjara agar kamu nyaman, hanya itu yang bisa kakak bantu. ''
Petugas kepolisian langsung membawa galih menuju penjara rehabilitasi dan galang kembali menuju pulang namun sebelum pulang galang melihat galih menuju mobil yang akan membawanya.
''Maafkan kakak galih, semoga kamu berubah setelah masuk penjara dan sepuluh bulan waktu yang cukup untuk kamu merenungkan semua kesalahan kamu dan tingkah kamu. ''
gumam galang saat mobil yang membawa galih sudah menjauh dan galang segera menuju pulang ke rumah.
TBC......
__ADS_1