RINDU Milik GALANG

RINDU Milik GALANG
Aktifitas Baru yang melelahkan


__ADS_3

Tiga hari sudah rindu menggantikan ayah dan kakak nya di perusahaan dan rindu pun sudah sangat jengah dengan klien kliennya.


Asisten papa haris masuk kedalam ruangan rindu untuk mengajak rindu meeting dan rindupun langsung mengiyakannya dan mempelajari materi meeting yang di berikan asisten papanya.


Rindu langsung berjalan menuju ruang meeting dan menghela nafasnya saat mengedarkan tatapannya pada peserta meeting.


''Ya allah kenapa semua orang seperti melihat setan ajah kepadaku, apa salahnya coba wanita bercadar dan itu sah sah sajah. ''


ucap rindu saat berjalan menuju kursinya dan peserta meeting malah memperhatikannya padahal asisten papa nya sudah membukamembuka meetingnya.


Rindu langsung memulai meetingnya dan menjelaskan semua materi meeting hingga satu peserta mengangkat tangannya saat rindu memberikan kesempatan untuk bertanya.


''Apa anda yakin strateginya akan berjalan lancar?? bukan saya menyepelekan kinerja dan strategi anda tapi anda seorang perempuan dan banyak keterbatasannya. ''


''Terimakasih untuk pertanyaannya, saya punya tangan, kaki dan akal fikiran, semua saya gunakan dan apa salahnya saya memberikan strateginya karena yang menjalankan bukan saya tapi pekerja, masa iya saya harus ikut ikutan bekerja di lapangan, saya hanya memberikan instruksi dan cara pengerjaan biar cepat. ''


ucap rindu dengan nada tenang dan serius.


''Dia laki laki yang selalu ke toko di jam tanggung kan, kenapa papa sama kak reza bisa bekerjasama dengan dia sih, menyebalkan sekali. ''


gumam rindu dalam hatinya sambil menjawab pertanyaan dari pria itu.


Setelah mencapai kesepakatan semua peserta langsung bubar dan rindu langsung menuju ruangannya karena bertepatan dengan waktu sholat asar.


Rindu memasuki ruang pribadi kakak nya dan melangsungkan sholatnya, sepertiseperti biasa hanya sepuluh menit rindu selesai dan langsung merapihkan kembali mukenanya.


Rindu merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit langit ruangan pribadi kakak nya.


''Kenapa wanita di anggap lemah dan tidak bisa bekerja, gak semua wanita lemah dan aku salah satunya yang memiliki skill. ''


gumam rindu dalam hatinya.


Di toko kue rindu saat ini....


Toko lantai dua tinggal empat puluh persen lagi rampung dan rindu sudah empat hari tidak menginjakan kakinya di toko miliknya.


Seorang pria yang sudah terbiasa selama satu minggu datang ke toko milik rindu di buat heran karena sejak empat hari tidak melihat rindu dan rasa penasarannya pun membuat dia memberanikan diri untuk bertanya langsung pada salah satu pekerja toko.


''Maaf saya mau tanya, kalau seorang wanita yang menggunakan cadar terus sering berada disini, itu pekerja toko ini juga atau bukan yah?? ''


''Oh.... maksudnya mba rindu yah mas, mba rindu bukan pegawai toko ini tapi pemilik toko ini, ada keperluan apa mas menanyakan mba rindu?? kalau penting saya akan panggilkan mba delia asistennya mba rindu. ''


''Oh gak usah saya hanya bertanya sajah kok, udah empat hari ini saya tidak melihat soalnya. ''


''Mba rindu sedang ada keperluan keluarga mas dan nanti saya akan bicarakan ke mba rindu kalau mas mencarinya. ''


''Eh.... gak usah saya hanya menanyakan ajah dan gak penting juga, kalau begitui saya permisi. ''

__ADS_1


Setelah pria yang menanyakan rindu meninggalkan tokonya, pegawai nya langsung bekerja kembali dan ternyata rindu sore ini sengaja datang ke tokonya karena pekerjaan kantornya sudah selesai dan rindu pun sekalian ingin mengetahui pekerjaan lantai dua selesai nya seberapa persen.


Delia yang mengetahui kedatangan rindu di lantai dua pun langsung menghampirinya.


Rindu saat ini sedang mengecek alat alat dapurnya dan tersenyum saat mengetahui kualitas alat alat yang begitu instan dan lebih praktis.


''Selamat sore mba rindu.... ''


ucap delia saat menghampiri rindu.


''Selamat sore juga delia, saya bangga sama kamu karena memilih alat alat set dapurnya sangat bagus dan semua instan, satu lagi kalau masalah pekerja bagaimana?? ''


ucap rindu dan delia langsung memberikan sebuah berkas pada rindu.


''Ini berkas yang sudah deel mba rindu, jumlah total pekerjanya tujuh orang mba, dua sebagai koki, tiga di bagian pekerja dan dua untuk kurir yang akan mengantarkan pesanannya. ''


''Bagus deh, jangan libatkan pekerja bawah yah karena mereka khusus di bawah, satu lagi kamu buka po pesanan dan pengirimannya nanti setelah toko di buka. ''


''Baik mba rindu dan mungkin besok saya akan membuka pesanan kembali. ''


''Terserah kamu ajah dan saya percayakan sama kamu, titip toko sampe akhir minggu ini dan saya akan aktif mulai senin yah delia, apa ada kendala saat saya gak datang?? ''


''Alhamdulilah gak ada mba dan semua berjalan lancar. ''


''Sykurlah kalau gitu, oh iya kamu siapkan brownis sekat yah buat saya bawa pulang, nanti saya turun setelah mengecek semua nya. ''


Delia kembali ke area toko sedangkan rindu melihat keseluruhan tokonya dan bernafas lega karena semua lancar.


''Ya allah aktifitas baruku di perusahaan sangat melelahkan dan melebihi aktifitas di toko, jadi pengen cepat selesai deh. ''


gumam rindu saat duduk di sebuah kursi yang berjejer di area atas toko.


Rindu mencatat sebuah resep baru yang akan rindu berikan kepada koki untuk di buatkan besok di toko dan rindu begitu telaten dengan tulisannya, semuanya sangat di perhitungkan.


Setelah selesai rindu langsung menuju toko untuk memberikan resepnya dan mengambil pesanan brownis nya.


Rindu tersenyum saat menginjakkan kakinya di toko dan langsung berjalan menuju dapur, semua pegawai menyapa dan menunduk saat berpapasan dengan rindu.


Setelah memberikan resepnya rindu langsung ke area toko untuk membeli beberapa kue karena mama nya berpesan untuk meminta rindu membawakan kue ke rumah.


Walaupun rindu pemilik toko tapi tetap kalau urusan menginginkan kue, rindu tetap membelinya dengan uang pribadinya.


''Mba rindu maaf.... ''


ucap salah satu pegawai yang membantu rindu.


''Maaf kenapa yah?? ''

__ADS_1


ucap rindu sambil mengerutkan keningnya.


''Gini mba rindu, tadi ada pria yang menanyakan mba rindu karena udah empat hari gak melihat mba rindu di toko. ''


''Siapa pria itu dan kamu nanya kenapa menanyakan saya?? ''


''Iya saya tanyakan tapi katanya cuma bertanya kenapa mba rindu selama empat hari gak terlihat dan saya menjawab nya kalau mba rindu sedang ada urusan keluarga. ''


''Biarkan sajah lah, kalau dia ada kepentingan kamu tinggal bilang ke delia dan nanti delia yang menanganinya, tolong packing dan saya mau bayar ke kasir dulu yah. ''


ucap rindu sambil memberikan nampan berisi pesanan kuenya.


Rindu langsung menuju kasir untuk membayar tagihan kue nya, rindu hanya menghela nafasnya karena hari ini sangat buruk suasananya.


Setelah urusan toko selesai rindu langsung menuju pulang karena sebentar lagi akan memasuki waktu magrib dan itu akan membuat rindu terlambat.


Jalanan sangat lancar dan hanya duadua puluh menit rindu langsung sampai di kediamannya, rindu terdiam saat mendengar suara tawa seorang wanita dan rindu langsung masuk tanpa menghampiri ke ruang tamu karena dia ingin segera menuju kamarnya untuk bersiap sholat magrib.


''Ya allah.... yakinkan aku bahwa ketetapanmu lebih indah dari pada rencanaku. ''


ucap rindu di akhir doa saat selesai melangsungkan sholat.


Rindu langsung membaca ayat suci al'quran karena rindu ingin menunggu waktu sholat isya.


Rindu adalah seorang wanita yang begitu hebat, kepintarannya dan strateginya begitu sangat mengejutkan keluarganya, namun rindu menutup diri untuk sebuah ikatan karena rindu adalah wanita yang pernah merasakan sakit hati karena cinta.


TBC.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..................

__ADS_1


__ADS_2