
Rindu langsung menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya karena terasa sangat panas, papa haris terus tersenyum karena rindu ada di rumah saat ini.
''Papa ganti pakaian nya terus gabung disini sama kita, gerah lihatnya pakai jas di dalam rumah. ''
ucap mama hanum dan papa haris langsung menuju kamarnya.
Rindu saat ini memakai daster rumahan namun berlengan panjang, tapi tidak memakai hijabnya karena di rumah papa haris sterill tanpa laki laki jadi rindu lebih leluasa.
''Ya allah sayang.....perut kamu nonjol banget yah padahal ini bulan ke enam masuk tujuh kan. ''
ucap mama hanum saat rindu menghampiri dan perutnya terlihat menonjol.
''Iya mama, rindu juga gak ngerti kenapa bisa besar gini perutnya, tadi kan rindu pakai pakaian longgar makanya gak terlihat, sekarang pakai pakaian yang minim jadi nonjol banget perutnya. ''
ucap rindu sambil duduk di samping mamanya.
''Kak tamara kemana mama?? ''
''Tamara ke rumah orang tuanya tadi, katanya nanti sore pulangnya di jemput reza. ''
''Oh... pantesan sepi rumahnya, mama mau masak apa buat nanti makan siang?? ''
''Semua di urus sama pelayan, kamu diam ajah jangan macam macam. ''
''Rindu cuma mau bilang jangan banyak masaknya karena rindu gak bisa makan nasi yang berbutir, jadwal makan siang rindu itu susu sama buah buahan. ''
''Loh kok gitu sih, emang gak lemas ke tubuhnya?? ''
''Udah satu bulan mama, gak tau kenapa rindu gak suka nasi berbulir gitu, kalau bubur atau lontong baru rindu suka, mama buatin salad buah yah buat makan siang rindu, salad buah buatan mama enak soalnya. ''
''Oke, nanti mama buatkan yah dan ngidam kamu ini aneh sekali sih. ''
Papa haris menghampiri istri dan anaknya lalu duduk di samping rindu dengan pakaian santai rumahan, mama hanum menuju dapur untuk membuatkan salad buah yang rindu inginkan.
Di perjalan reza menuju kediaman mertuanya...
Reza sengaja menjemput lebih awal karena tamara ingin bertemu dengan rindu di rumahnya, reza pun mengabulkannya dan menjemput tamara langsung.
Perjalanan dua puluh menit di tempuh oleh reza untuk menjemput tamara, reza langsung masuk kedalam rumah dan menyapa kedua mertuanya.
''Tunggu dulu ajah, tamara sedang ganti pakaian dulu soalnya. ''
ucap ayah mertua reza dan reza mengangguk lalu duduk di samping mertuanya.
Tamara yang sudah selesai bersiap pun langsung menghampiri reza, saking semangat nya untuk menghampiri reza tamara melupakan kalau dia sedang hamil dan memakai sepatu berhak tinggi.
Tiba tiba langkah tamara oleng dan terjatuh di tangga ketiga terakhir, tamara menjerit dan membuat reza reflek berlari.
''Ya allah tamara..... ''
teriak reza yang melihat tamara terjatuh dan memegang perutnya.
''Sakit mas.... sakit sekali perutku. ''
ucap tamara sambil memegang perutnya.
''Reza..... itu darahnya banyak sekali, ayo bawa tamara ke rumah sakit. ''
ucap ibu mertuanya dan reza langsung mengangguk lalu menggendong tamara menuju mobil.
__ADS_1
Di perjalanan tamara terus menjerit kesakitan dan reza terus menenangkannya, hingga sampai di rumah sakit tamara langsung di tangani oleh dokter.
Di perusahaan mahendra saat ini....
''Kamu kenapa sih galang, gelisah sekali terlihatnya?? ''
ucap ayah yoga saat memperhatikan putranya.
''Galang khawatir sama rindu ayah, dia ada di kediaman gemilang dan ayah tau kan terakhir rindu disana sampai masuk rumah sakit. ''
ucap galang dengan nada khawatir.
''Kamu terlalu berlebihan galang, keluarga gemilang pasti gak akan membiarkan terjadi sesuatu kembali pada rindu, udah sana susul ajah dari pada disini bikin ayah pusing lihatnya. ''
ucap ayah yoga yang menggelengkan kepalanya dengan tingkah galang.
''Ayah pengertian sekali, galang menginap di rumah mertua galang dengan rindu, nanti ayah bilang ke ibu yah dan galang pamit, assalamualaikum..... ''
''Iya nanti ayah bilang ke ibu, walaikumsallam.... kamu hati hati mengemudikan mobilnya. ''
Galang langsung menuju kediaman gemilang untuk menghampiri rindu, entah galang terlalu khawatir entah karena galang memang merindukan rindu.
Galang sedang di perjalanan dengan cemas kepada rindu saat ini, tapi rindu sedang tertidur di sofa bed depan televisi sambil di usap oleh mama hanum kepalanya.
Sehabis makan salad buah rindu malah mengantuk dan meminta mama nya mengusap kepalanya, mama hanum pun mengusapnya dengan penuh sayang.
''Kamu ini dasar anak manja, gak ke papah, gak ke kak reza ajah dan sekarang mereka berdua sibuk jadi ke mama deh manjanya. ''
ucap mama hanum dan rindu langsung memanyunkan bibirnya.
''Kalau ada mas galang juga gak akan rindu minta di usap sama mama. ''
Tak membutuhkan waktu lama, rindu langsung tertidur lelap dan mama hanum langsung berhenti mengusap kepala rindu.
''Mama.... rindu sudah tidur yah?? ''
ucap papa haris dan mama hanum mengangguk.
''Kenapa emangnya papa?? ''
ucap mama hanum yang mengerutkan keningnya melihat wajah cemas suaminya.
''Reza barusan mengabari kalau tamara masuk rumah sakit, karena jatuh dari tangga dan sekarang sedang di tangani oleh dokter. ''
ucap papa haris dan mama hanum langsung tersentak.
''Astagfirullah..... terus gimana keadaan tamara sekarang papa?? ''
''Papa juga gak tau, ayo mama siap siap kita ke rumah sakit ajah sekarang. ''
''Iya deh, mama siap siap dulu tapi rindu bagaimana di rumah sendirian?? ''
''Mama ini aneh sekali, ini rumah rindu dan rindu di besarkan di rumah ini, rindu akan baik baik sajah dan cepat siap siap. ''
Mama hanum langsung menuju kamar untuk bersiap mengganti pakaiannya, sedangkan papa haris menunggu rindu yang sedang tertidur pulas.
''Anak manja papa tidurnya mirip bayi. ''
ucap papa haris sambil mengelus kepala rindu.
__ADS_1
''Assalamualaikum.....''
ucap galang yang memasuki rumahnya.
''Walaikumsalam..... kebetulan sekali kamu datang. ''
ucap papa haris dan galang mengerutkan keningnya.
''Kenapa emangnya pah?? ''
''Papa sama mama mau ke rumah sakit, tamara masuk rumah sakit soalnya. ''
''Ya allah... kok bisa pah?? ''
''Tamara jatuh dari tangga, ini papa lagi nunggu mama bersiap dan kamu jaga rindu yah, lagi pulas tidurnya. ''
''Gak usah di suruh juga galang akan menjaga rindu papa, semoga kak tamara baik baik ajah pah. ''
''Semoga ajah dan jangan pindahkan rindu ke kamar karena dia akan terbangun nantinya. ''
''Ehh.... ada galang, kebetulan sekali yah. ''
ucap mama hanum yang selesai bersiap.
''Iya mama, galang khawatir sama rindu makanya langsung datang. ''
jawab galang sambil mencium tangan mama mertuanya.
''Kamu ini galang, rindu pulang ke rumah orang tua kandungnya, khawatir kamu berlebih. ''
ucap mama hanum dan galang tersenyum.
Papa haris dan mama hanum langsung pamit menuju rumah sakit dan galang langsung menjaga rindu yang sedang terlelap.
''Cantik banget istriku ini, kalau bobo mirip bayi banget wajah pulasnya. ''
ucap galang sambil mencium kening rindu dan membuka jasnya lalu ikut terlelap di samping rindu.
Papa haris dan mama hanum sudah tiba di rumah sakit dan langsung menghampiri reza di ruangan rawat tamara.
''Gimana keadaan tamara sekarang reza?? ''
ucap mama hanum yang menghampiri reza.
''Tamara sedang di kuret mama, janinnya gak bisa di selamatkan karena terbentur terlalu keras saat tamara jatuh di tangga. ''
ucap reza dengan nada sedih dan mama hanum langsung menangis mendengarnya.
''Yang sabar reza dan kamu harus kuat yah, semua adalah suratan takdir dari allah. ''
ucap papa haris dan reza mengangguk.
Dua jam berlalu tamara selesai di tindak dan masih belum sadar karena biusnya, tamara langsung di pindahkan ke ruang rawat yang sudah di siapkan reza.
Reza terus menggenggam tangan tamara yang masih belum tersadar, musibah saat ini sangat membuat reza sedih dan harus kuat karena allah lebih sayang kepada anak yang ada di dalam rahim tamara.
''Musibah ini begitu membuatku sedih tamara, apalagi kamu yang mengandungnya dan merasakan nya, aku yakin kamu bisa menerima semua ini tamara, kamu wanita kuat. ''
ucap reza sambil meneteskan air matanya dan menggenggam tangan tamara.
__ADS_1
TBC......