RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Kesalahan yang di sengaja


__ADS_3

Sebelum mata kuliah ke tiga di mulai Ale datang ke kelas Rinai saat semua mahasiswa sudah  duduk di bangkunya masing - masing. Karena dosen sebentar lagi akan datang mengajar . Tidak seperti biasanya begitu masuk kelas Ale berjalan menghampiri Rinai dan bukannya menghampiri Rei seperti bagaimana biasanya.


Rei terlalu sibuk mengobrol dengan Yossy hingga tidak menyadari akan kedatangan Ale ke kelasnya .


"Hai Rinai " Ale mengambil alih tempat duduk di depan Rinai yang kebetulan kosong karena Cindy yang biasa duduk di situ berhalangan hadir .


"Iya???" Rinai mendelik heran melihat kehadiran Ale di hadapannya  yang begitu tiba - tiba .


Tangan Ale merogoh salah satu saku jaketnya dan mengeluarkan lima buah lolypop lalu meletakkannya di atas meja Rinai .


"Buat kamu" Ale tersenyum sumringah entah ada angin apa hingga membuat cowok berambut gondrong sebahu itu tiba - tiba menjadi penyuka lolypop. Bibir yang biasanya terselip batang rokok kini berubah menjadi stick lolypop.


"Wuiiihhhh by the way thanks ya"  Rinai mengambil kelima buah lolypop dari atas mejanya.


Tak begitu lama dosen datang dan menatap Ale dengan seksama. Kacamata elips diturunkan beberapa centi lalu dibetulkannya lagi ke posisi semula memastikan penglihatannya tidak salah jika saat ini ada anak fakultas lain yang ikut menyusup ke dalam kelasnya.


"Kamu" tunjuk dosen mengarah pada Ale yang duduk tepat di depan Rinai . Membuat semua mata kini tertuju pada Ale.


"Ale???? Ngapain dia ada di sini???" Desis Rei pelan.


"Saya Pak??" Ale celingukan melihat sekitar memastikan jika yang ditunjuk dosen adalah benar dirinya.


"Iya kamu sini " ucap dosen sekali lagi .


Ale segera berdiri dan beranjak dari tempat duduk .


"Mampus Gue" runtuk Ale nyaris tanpa suara, membuat Rinai terkikik pelan.


"Kamu kan anak fakultas sastra kenapa ikut kelas saya ?"


"Anu Pak Saya...."

__ADS_1


"Anu apa?"


"Astaga Saya baru ingat , saya pikir ini adalah kelas fakultas sastra ternyata bukan ya? Pantesan saja berasa ada yang berbeda dari tadi" Ale mencoba berkilah . Dosen hanya mampu menggelengkan kepala melihat Ale .


" Kalau begitu Saya permisi Pak sekali lagi maaf"  Ale pamit sebelum beranjak meninggalkan kelas.


Sambil berjalan Ale menoleh ke arah Rinai .


"Gue cabut dulu bye bye " ucap Ale tanpa suara melambaikan tangan pada Rinai sebelum menghilang di balik pintu .


****


Rinai melirik jam di dinding sudah menunjukan pukul 00:23 sudah larut malam tapi matanya masih belum mau terpejam . Di tariknya kembali selimut tebal berwarna biru hingga menutupi semua tubuh dan kembali memejamkan mata , namun rasa kantuk tetap tak kunjung datang .


Rinai terduduk  lalu beranjak dari tempat tidurnya, mondar - mandir sesekali Rinai melakukan olah raga ringan seperti sit up dan lari - lari di tempat. Berharap matanya mau di ajak kompromi.


Pandangannya kembali melihat ke arah jam dinding menunjukan yang pukul 01: 10 Rinai memutuskan untuk berjalan - jalan sebentar di taman depan rumah , Rinai keluar dengan masih menggunakan piyama bergambar Doraemon. Berjalan - jalan mengitari taman seorang diri  selama 15 menit Rinai terduduk di bangku taman dan kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah karena udara sudah semakin dingin.


****


"Loh Nai mau kemana kamu?" Tanya Mamah heran .


"Ehhh... Kuliah Tan " jawab Rinai setengah sadar .


Rei yang dari tadi fokus menonton televisi  kini mengalihkan pandangannya pada Rinai yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk saat ini, melihat Rinai dari ujung kepala hingga ujung kaki , Rei tak kuat menahan tawa melihat penampilan Rinai saat ini . Piyama Doraemon, ransel dan sepasang sepatu kets dengan warna yang berbeda di kaki kanan berwarna merah dan di kaki kiri berwarna hitam hingga membuat siapapun yang melihat penampilan Rinai saat ini akan tertawa geli .


"Ya ampun Nai, kamu serius mau berangkat ke kampus dengan dandanan seperti itu?? Lagian ini kan hari libur nasional"


"Hah...??? Apa Tante ??" Rinai mencoba membuka matanya lebih lebar , menoleh pada pantulan kaca cermin hiasan dinding dan melihat dengan betul penampilannya saat ini.


"Astaga..... Huwaaaaaaaa!!!" Rinai lari tunggang langgang kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Mamah dan Rei tertawa cekikikan melihat betapa lucunya ekspresi Rinai begitu tersadar.


"Hus kamu ini malah tertawa" ucap Mamah menahan tawa lalu beranjak pergi meninggalkan Rei .


****


" Rei anterin Gue dong " Rinai memohon.


"Kemana?" Rei mendelik .


" Hmmm... Jalan - jalan suntuk Gue lagiankan setelah pindah ke sini Gue belum pernah jalan kemana - mana selain kampus"


"Ajakin siapa kek temen Lo kan banyak" tolak Rei .


"Yah... kok Lo gitu sih " Rinai manyun sedikit kecewa.


"Ya udah iya " Rei akhirnya setuju untuk pergi.


"Asikkkk" Rinai terkekeh senang.


 


To be continued...


Jangan lupa comment dan share juga , ahh ya sekalian click fav untuk nambah semangat author 😊 thanks you .


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2