
Minggu ke dua Rei masih menjadi bayangan Rinai, dia selalu mengikuti kemanapun Rinai pergi, kecuali ke toilet tentu saja. Tidak ada sedikitpun tanda – tanda kehadiran Baim setelah perbincangan mereka terakhir kali. Meskipun begitu Rei tidak sedikitpun mengalihkan pengawasannya dari Rinai , menurut pandangan Rei tidak mungkin seorang Baim mau menyerah begitu saja apalagi dia bertekad akan merebut Rinai dari sisinya hanya dalam waktu sebulan saja . Hingga Minggu ke tiga masih belum ada tanda – tanda kemunculan Baim di sekitar Rinai seperti biasanya. Rei mulai mengendurkan pengawasannya dari Rinai namun tetap tidak sepenuhnya , Rei masih tetap berjaga – jaga jika Baim memulai gerakannya.
“Rei” Ridho melemparkan bola basket dan dengan sigap Rei menangkap bola basket yang melambung ke arahnya dengan begitu mudah.
“Anak – anak sudah nunggu lo dari tadi , ayolah “ bujuk Ridho .
Rei berdiri dari tempat duduk, menarik tangan Rinai agar dia mengikuti langkahnya.
“Rei lo mau bawa gue kemana?” Rinai berusaha mengikuti langkah kaki jenjang Rei hingga di depan lapangan .
Rei sedikit membungkuk mensejajarkan pandangan mereka satu sama lain.
“Lo tunggu di sini , ingat jangan pergi kemana – mana tanpa izin dari gue, mengerti?” kedua telapak tangan Rei memegangi pipinya Rinai.
“Tapi Rei gue ada janji dengan Anisa gue mau...”
“Gue enggak minta banyak dari lo saat ini , gue hanya minta lo untuk nunggu sampe gue kembali dan jangan pergi dari tempat lo saat ini tanpa izin dari gue dan selama gue jauh dari lo” Rei mengelus pipi Rinai lembut sebelum beranjak menuju lapangan basket .
“Ya sudah gue tinggal dulu , lo tunggu di sini dan jangan kemana – mana” .
__ADS_1
Rinai hanya mengangguk dan duduk di bangku koridor bersama yang lain.
Permainan di mulai begitu Rei memasuki lapangan. Selama pertandingan basket sesekali Rei melihat ke arah Rinai untuk memastikan Rinai masih ada di tempatnya atau tidak . Kekhawatiran Rei bukan tanpa alasan, sebelumnya dia pernah hampir ke bilangan Rinai dan Rei tidak ingin semuanya terulang kembali. Empat puluh lima menit telah berlalu, Rei kembali menoleh melihat Rinai masih duduk di tempatnya. Selang waktu enam menit kemudian Rei kembali menoleh diantara bangku penonton untuk melihat Rinai apakah masih di tempatnya atau tidak. Penglihatan Rei langsung tertuju di deretan bangku tempat Rinai berada diantara semua penonton Rei tidak dapat menemukan keberadaan Rinai saat ini.
“Rei!!!!” Ale melempar bola basket ke arah Rei namun Rei tidak memperhatikan bola yang melambung ke arahnya hingga bola pun berhasil di rebut team lawan .
Rei berlari meninggalkan lapangan ke deretan bangku penonton hanya untuk mencari keberadaan Rinai saat ini, namun tak dapat di dapati Rinai di manapun.
“Rei mau kemana lo!!!” Ridho setengah berteriak . Semua mata tertuju pada Rei yang tiba – tiba saja keluar meninggalkan lapangan dengan tergesa – Gesa.
Rei berlari ke dalam kelas namun Rinai tidak juga di temukan .
“Nis , lo tau Rinai dimana?”
Rei kembali melihat kesekeliling lalu bergegas keluar mencari Rinai ke segala penjuru kampus. Beberapa kali Rei mencoba menghubungi ponsel Rinai namun selalu di luar jangkauan.
“Baim!” Rei berlari menuju falkutas ke dokteran untuk mencari Baim , namun menurut penuturan temannya Baim sudah beberapa minggu ini tidak ada masuk kuliah dan tidak ada yang tau apa alasannya. Tidak sampai di situ saja Rei sudah mencoba menelfon ke rumah namun Rinai juga belum pulang sejak tadi.
Rei kembali mencari ke sekeliling kampus sekali lagi mencari di tempat – tempat yang mungkin di datangi Rinai namun tetap tidak di temukan ke beradaan Rinai di manapun.
__ADS_1
“Rei , lo kenapa lagi seperti orang ke bingungan gitu?” Ale menghentikan langkah Rei .
“Rinai hilang lagi, sudah gue cari di mana – mana tapi Rinai tidak ketemu”.
“Lo sudah coba cari di toilet? Barang kali Rinai lagi di toilet”
Rei hanya menggelengkan kepala.
“ya sudah lo coba tunggu sebentar lagi Rinai pasti kembali” Miko menenangkan.
“ iya mungkin lo benar “ . Beberapa menit telah berlalu, jam pun telah berganti . Rei melirik jam di pergelangan tangan kanan sudah menunjukan pukul 15:45 sudah satu jam berlalu semenjak Rinai menghilang bahkan nomor telfonnya masih belum juga dapat di hubungi.
__ADS_1