RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Penyekapan bag. 2


__ADS_3

"Biarkan gue pergi please" Rinai memohon entah untuk yang keberapa kalinya supaya Rei mau membiarkanya pergi kali ini.


"Enggak" tolak Rei cepat tanpa berpikir ulang.


"Sekali ini saja ya ya ya" rengek Rinai .


"Gue bilang nggak" tatap Rei kembali  mengintimidasi.


Ada begitu banyak pesan masuk dari Ridho salah satunya berisi :


“Lo bawa kemana melon Gue Rei”


“Gue bawa ke hutan biar jadi sahabat buat otan” balas Rei (terkirim).


Ale tak kalah hebohnya setelah melihat Vidio yang di unggah ke Instagram dan Twitter . Vidio Rei menggendong paksa Rinai dengan durasi nggak lebih dari 15 detik itu cukup membuat otak Ale mendadak kalap .

__ADS_1


“LO MAU APAIN RINAI, LO BAWA KEMANA DIA BURUAN JAWAB BOGEEE!!!!!” chat Ale mulai naik darah .


“kalau Gue mau enggak mau jawab gimana? mau apa Lo” balas Rei (terkirim).


“Gue mau cincang Lo , buruan kasih tau kemana Lo bawa Rinai” balas Ale (terkirim).


“Itu anak orang, Rei istighfar. Astaghfirullah  astagfirullah... astaghfirullah” miko ikut mengirimkan pesan sok ustad pada Rei .


Rei hanya tertawa melihat begitu banyak sekali pesan masuk dari para sahabatnya   yang mengkhawatirkan kondisi Rinai saat  ini. Takut kalau dia akan berbuat macam – macam pada Rinai biar bagaimanapun Rei tetaplah laki – laki biasa seperti pada umumnya kadang bisa berbuat khilaf pada saatnya.


"Sampai lupa kan , Lo mau makan apa biar Gue pesankan" ucap Rei yang masih sibuk dengan smartphone miliknya membuka satu demi satu pesan masuk dari para sahabatnya yang tidak ada habisnya saat ini .


"Gue mau bakso super pedas tapi jangan pake saus dan jangan pake mie kuning terus kuahnya banyakin. Minumnya terserah Lo saja yang penting hangat " pesan Rinai.


"Satu lagi beliin Gue lolypop jga" Rinai melipat kedua tangannya di depan dada dan memerintah.

__ADS_1


"Oke" Rei langsung mengetikan kedua jarinya di layar keyboard lalu mengirimkan pesan singkat pada ibu kantin untuk memesan makanan  yang di sebutkan oleh Rinai barusan .


"Lo ngapain sih pake nyekap gue segala di sini? Gue kan bukan anak kecil lagi" protes Rinai masih tidak terima dan ingin tau alasan di balik kelakuan Rei saat ini .


"Biar Lo tidak macam - macam lagi . Kalau Lo mau dobrak saja pintu itu dan Lo bisa lari dari sini" Rei paling tahu kelemahan Rinai saat ini meskipun Rinai dapat dengan mudah menghancurkan Pintu tersebut namun dia tidak akan berani melakukannya. Karena jika dia ketahuan melakukan keonaran lagi maka kedua orang tuanya akan mengirim Rinai ke asrama pesantren . Kalau sudah begini Rinai hanya bisa pasrah dan menuruti Rei.


Dengan tangan masih di depan dada Rinai duduk pasrah menunggu kesempatan untuk kabur. Beberapa kali di liriknya jarum jam di dinding yang terpasang tepat menghadap dirinya.


Setiap detik, setiap menit berlalu begitu saja , selama itu pula Rinai tak henti – hentinya memikirkan sebuah cara untuk lari dari tempat ini namun nihil hampir mustahil Rinai bisa kabur dengan leluasa apalagi satu – satunya kunci ruangan ini ada pada saku celana Rei bagaimana bisa itu kunci Rinai rebut dari Rei sungguh mustahil.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2