RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Alasan ketakutan Gue


__ADS_3

"B.....B.....B.....BAIMMMMMM!!!!!" Teriak Rinai terbata . Masih sedikit terkejut mendapati Baim kini berdiri di hadapannya . Orang yang selama ini paling Rinai coba hindari kini sedang berdiri tepat di hadapannya. Saking terkejutnya hingga membuatnya menjatuhkan sendok dan garpu dari genggaman dalam waktu bersamaan .


"Temen Lo Nai? " tanya Anisa , yang kini melemparkan pandangannya melihat Baim.


"Hai" sapa Baim ramah melambaikan tangan pada Anisa  dengan sebuah senyuman khasnya.


"Hai " Anisa membalas lambaian tangan Baim .


"NG......NG NGAPAIN .... MA..MAKSUD GUE BAGAIMANA LO BISA ADA DI SINI!!" Rinai masih sangat terkejut akan kedatangan Baim yang begitu tiba - tiba . Tangan kanan Rinai meraba meja berusaha untuk meraih tas ransel miliknya .


"Hmmmm kening kamu sampe keringatan begitu pasti karena makan pedas lagi " Baim menoleh melirik pada kuah bakso yang masih belum sempat Rinai habiskan. Baim melangkah satu langkah ke depan tangan kanan Baim meraih selembar tisu dari atas meja lalu menggunakannya untuk menyeka keringat dari kening Rinai tanpa izin si pemilik kening.


Perbuatan Baim sontak membuat si pemilik kening menjadi pucat dan membeku penuh tekanan.


" Ya ampun sampai basah begitu , keringatnya banyak sekali " Baim terkekeh sedikit menahan tawa melihat expresi wajah Rinai yang begitu pucat dan ketakutan melihat dirinya .


Dalam kondisi begini yang penuh dengan tekanan mendadak otak Rinai sulit untuk berpikir jernih bicara saja mendadak gagap saking ketakutannya.


“Nai, kamu baik – baik saja kan?” tanya Anisa memastikan .

__ADS_1


“Tentu saja dia baik-baik saja iyakan Nai ?” tanya Baim menepuk – nepuk puncak kepala Rinai pelan.


“ Ahhh..... I....iyaaAA” jawab Rinai masih dengan ke gagapannya.


“Kenapa kalian masih berdiri saja ayo kalian duduk”


“Tentu saja baiklah” Baim menarik salah satu bangku di samping Rinai dan rinaipun duduk kembali di tempatnya semula.


“Lo enggak mau kenalin temen Lo yang cantik ini ke Gue Nai?” Baim mengedipkan sebelah matanya .


“Emmmm Anisa kenalin ini BBaim ,BBBaim kenalkan dia Anisa temen Gue” Rinai memperkenalkan .


“Salam kenal juga Baim” Anisa tersenyum seperti biasanya .


“Kalian sepertinya sudah lama saling mengenal ?” selidik Anisa ingin tahu.


“Tepat sekali, loh Nai enggak mau di habiskan itu baksonya keburu dingin loh” Baim mengambilkan sendok baru untuk Rinai dan meletakkannya di atas mangkuk .


“Lo sendiri enggak mau pesan apapun?”Anisa mendelik pada Baim.

__ADS_1


“Gue masih kenyang , kesini hanya ingin menemui dia” Baim mengalihkan pandangannya pada Rinai .


Rinai menunggu Baim sedikit lengah agar dia bisa kabur dari jangkauan Baim  secepat mungkin. Baim dan Anisa terlihat sibuk mengobrol  satu sama lain kesempatan ini  tak ingin di sia-siakan begitu saja , tangan Rinai diam – diam meraih bagian tas miliknya , begitu Baim terlihat lengah tanpa buang waktu lagi Rinai melesat berlari dengan sangat cepat tanpa memperhatikan kondisi sekitar dan tanpa pikir panjang berusaha kabur dari jangkauan Baim .


"GUE PERGI DULUAN NIS!!!" Rinai berlari sedikit limbung hingga menabrak Siska yang kebetulan baru saja akan masuk kantin. Keduanya terjatuh kelantai.


"Awwww!!! " Teriak Siska kesakitan ketika lengan siku kirinya mendarat kasar menyentuh lantai .


 


To be continued...


Don't be silent readers guys  and don't forget to click favorite , comment, and share  yang banyak .untuk nambah semangat bagi author 😊 thanks you .


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2