RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Penyekapan bag.3


__ADS_3

Terdengar suara pintu di ketuk beberapa kali , Rei berdiri dari duduknya mengeluarkan kunci dari dalam saku celana lalu membuka pintu sedikit lebar  . Terlihat Onah berdiri di depan pintu dengan kedua tangan memegang nampan.


"Mas Rei ini pesanannya" Onah memberikan nampan berisi 2 mangkuk bakso dan 2 gelas minuman teh hangat setengah manis pada Rei .


"Terima kasih" Rei mengambil nampan dari tangan Onah .


Onah melirik ke arah Rinai yang duduk cemberut tidak jauh dari tempatnya berdiri.


" Lagi mengintrogasi ya Mas?" Tanya Onah ingin tahu.


"Iya, kayak gitu itu cewek kalau sudah bosan sama pacarnya suka kabur - kaburan nggak jelas , padahal kurangnya apa coba Gue?" Rei mulai mendramatisir. Onah melihat Rei dari atas sampai bawah, memastikan bahwa Rei tidak lah kurang apapun .


"Sabar Mas kalau jodoh nggak bakalan kemana" Onah sok bijak .


Rinai yang sedari tadi mendengar curhatan antara Rei dan Onah hanya mampu melongo tak percaya.


"Padahal Gue cinta mati sama dia tapi Rinai malah mutusin Gue gitu saja Nah" Rei memasang wajah sedih.


"Mbak kok tega begitu sih sama Mas Rei dia sudah cinta mati loh sama Mbak nanti nyesel Lo kalau putusin Mas Rei . Sudah baik, tampan, cinta mati pula sama Mbaknya kurang apa lagi coba. kalau boleh saya kasih saran jangan pernah sia - siain apalagi kepikiran untuk putusin Mas Rei Nanti menyesal seumur hidup " Onah mulai membela Rei tanpa tahu duduk permasalahan yang sebenarnya.

__ADS_1


Mendengar ucapan polos Onah Rei hampir tidak sanggup menahan tawanya. Namun tetap memasang raut wajah bersedih di depan Onah .


" Lah kok jadi Gue yang di nasehatin . Gue disini adalah korban " Rinai manyun.


"Iya sudah kalian bicarakan baik - baik saya permisi dulu masih banyak kerjaan . Mas Rei yang sabar ya" Onah meninggalkan keduanya. Setelah Onah pergi Rei kembali menutup pintu tapi kali ini tanpa menguncinya kembali.


Setelah di rasa Onah sudah jauh , Rei tertawa terbahak mengingat kembali perkataan Onah pada Rinai


"Tertawa saja terus " Rinai kembali merengut sambil memakan bakso super pedas miliknya.


                                     ****


"Jangan tanya apa - apa Gue lagi kesel " Rinai kembali memakan bakso super pedas yang masih sedikit panas.


Melihat kekesalan di raut wajah Rinai membuat Rei terkekeh . Saat masih kecil dulu Rei selalu mengalah dan di buat tidak berkutik oleh Rinai namun sekarang semua sudah dapat Rei kendalikan dengan mudah karena Rei sangat memahami dan mengenal Rinai dengan baik.


"Ale , Ridho dan Miko mengambil tempat duduk di kursi kosong . Mereka begitu terkesima melihat betapa lahapnya Rinai memakan semangkuk bakso seperti tidak pernah makan dalam waktu lama.


"Rei Lo apain itu anak orang sampai kalap begitu" tanya Miko . Rei hanya mengerdikan bahu dan tersenyum.

__ADS_1


"Ohhh ya ampun pelan - pelan Nai bisa tersedak nanti" Ridho mengingatkan.


"Rei Lo sudah dengar belum " tanya Ale .


"Dengar apa?"


" Team basket kita akan bertanding dengan team basket dari jakarta".


" Belum , Lo dapat kabar itu dari mana?"


"Dari om Gue ".


Rei melirik jam di pergelangan tangannya lalu membaca sebuah pesan singkat yang masuk di handphone miliknya laporan hasil terkini mengenai aksi demo yang tadi ingin diikuti oleh Rinai . Seperti yang Rei duga sebelumnya demo berakhir ricuh . Untung saja Rei berhasil menggagalkan rencana Rinai untuk ikut demo kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya . Parahnya lagi Rinai bisa diamankan aparat sebagai pentolan demonstran yang bertindak anarkis .


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2