
Sudah hampir tiga bulan Rinai tinggal bersama keluarga Rei. Selama itu pula hidup Rei kembali terusik , selalu was-was, cemas, dan kurang tidur ketika Rinai mulai melakukan kebiasaan buruknya yaitu demo.
Rinai sudah aktif di salah satu organisasi mahasiswa, dan saat ini sudah bersiap dengan spanduk dan ikat kepala berwarna putih bertuliskan "ANTI KORUPTOR" . Semua orang yang akan ikut melakukan aksi demonstrasi sudah bersiap untuk berangkat. Rei yang baru saja mengetahui rencana Rinai dari Ridho, segera berlari menuju ruang sekretariat untuk mencegah Rinai melakukan aksinya.
Rei menarik tangan Rinai keluar dari kerumunan mahasiswa yang baru saja akan berangkat.
"Ikut Gue" Rei tidak memberi Rinai kesempatan sedikitpun untuk kabur .
"Rei Lo mau bawa Gue kemana ?, Gue sudah mau berangkat ini" Rinai terpaksa harus mengikuti langkah Rei dengan tangan kanan masih di genggam Rei erat.
"Lepasin tangan Gue Rei , Gue sudah terlambat ini" Rinai menahan langkah dan langkah Rei pun ikut terhenti seketika.
Rei berbalik dengan cepat mengangkat tubuh Rinai lalu menggendongnya di pundak . Di depan banyak mahasiswa Rei dan Rinai mendadak jadi tontonan namun Rei tidak memperdulikannya sama sekali. Rei terus berjalan dengan Rinai yang berada di atas pundaknya.
"Rei turunin Gueeee!!!" teriak Rinai kencang di dekat telinga Rei.
"So sweeeeet banget" ucap salah satu orang yang tak sengaja melihat aksi Rei menggendong Rinai secara paksa.
"Kampungan" komen salah satu pengagum Rei yang kebetulan melihat aksi Rei menggendong Rinai.
__ADS_1
" Norak " tambah haters yang memang tidak suka dengan kedekatan antara Rei dan Rinai.
Namun tak sedikit mahasiswa yang sengaja merekam moment tersebut lalu menyebarkannya di medsos.
SaatReijatuhcinta
ReiRinainlove
Crazylove
Reinai
Rei membawa Rinai keruang sekretariat basket yang memang kebetulan sedang kosong. Rei menurunkan Rinai lalu segera mengunci pintu dan memasukan kuncinya ke dalam saku celana. Rei dan Rinai duduk saling berhadapan satu sama lain.
Rei memahami betul keinginan Rinai yang ingin ikut berpartisipasi bersama mahasiswa lain namun bagi Rei saat ini Rinai adalah tanggung jawabnya selama dia masih tinggal bersama keluarga Rei. Apapun alasannya Rei tidak akan pernah bisa mengizinkan Rinai untuk mengikuti aksi demonstrasi tidak saat ini ataupun nanti.
Rinai memasang raut wajah memelas di hadapan Rei , memohon agar Rei mau melepaskannya kali ini, namun tetap tak berhasil mengubah pendirian Rei sedikitpun.
“Rei please biarin Gue pergi kali ini saja ya ya?” Rinai memohon.
__ADS_1
“Gue bilang tidak ya tidak. Ini bukan negosiasi tapi perintah paham?” Rei mendekatkan wajahnya ke depan Rinai hingga membuat Rinai mencondongkan tubuhnya sedikit ke belakang .
"Selama Lo sama Gue jangan harap Lo akan Gue biarkan ikut aksi - aksi seperti tadi dalam bentuk apapun . Karena Lo sudah menjadi tanggung jawab Gue sekarang" tatapan mata elang Rei secara langsung mengintimidasi Rinai .
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share .
__ADS_1