RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Cinta diam - diam


__ADS_3

Rei dan Rinai berangkat menuju bioskop , kebetulan hari ini adalah hari kedua pemutaran salah satu film yang paling di tunggu - tunggu oleh Rinai dalam beberapa hari ini . Rinai dan Rei duduk di antara deretan bangku penonton paling atas sesuai nomor pada tiket bioskop.


Film mulai diputar, baru kali ini Rei menonton film bergenre action padahal dari dulu Rei paling tidak menyukai film bergenre action yang isinya hanya bertarung dan berkelahi, tetapi mau tidak mau Rei harus tetap menemani Rinai menonton hingga film selesai di putar.


Rinai menoleh ke arah Rei dan melihatnya memakan pop corn yang sengaja dia beli di depan. Sesekali Rei meminum soft drink yang dia beli di depan .


"Bagi Gue" tangan Rinai menjulur hendak mengambil segenggam pop corn milik Rei namun sebelum mencapai pop corn tangan Rei lebih dulu menepis tangan Rinai dan menjulurkan lidahnya ke arah Rinai.


"Pelit" Rinai setengah berbisik.


"Bagi... Guee Rei " kembali berbisik Rinai memelas hingga membuat Rei mau membagi pop corn miliknya kepada Rinai .


“Nih ambil” setengah berbisik  Rei menyodorkan cup popcorn di tengah – tengah antara dia dan Rinai untuk mempermudah keduanya.


" Lagian kenapa sih Lo cuma beli satu dan Gue nggak di beliin" ucap Rinai masih setengah berbisik sedikit cemberut.


" Biar romantis " jawab Rei singkat membuat Rinai menatapnya tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Jangan lihatin wajah tampan Gue terlalu lama nanti Lo bisa jatuh cinta sama Gue" Rei tersenyum dan menatap balik cewek mungil di sampingnya, kapan lagi Rei bisa menjahili Rinai.


Wajah Rinai memerah  mendengar perkataan Rei, buru - buru Rinai mengalihkan pandangannya ke depan melihat kembali film yang sedang di putar .

__ADS_1


" Dasar " gerutu Rinai kembali menjejali mulutnya dengan pop corn .


Melihat tingkah kikuk Rinai membuat Rei terkekeh melihatnya.


Sepanjang pemutaran film Rinai yang semula selalu menunggu - nunggu untuk bisa menonton film yang dia sukai namun saat ini pikirannya entah kemana mendadak konsentrasinya beralih selalu memikirkan Rei. Cowok yang dari dulu dia sukai bahkan dengan sikap cuek Rei tidak membuatnya berubah pikiran untuk selalu menyukai Rei diam - diam .


“pelan – pelan saja makannya nanti Lo bisa tersedak” bisik Rei mendekatkan mulutnya ketelinga Rinai .


Uhukkkkk... uhukkkkk.. Rinai tersedak mendapati wajah Rei begitu dekat dengannya . Yang semula hanya membuat perhatian dan konsentrasinya buyar terhadap film di depan kini Rei membuat jantung Rinai berdegup makin cepat.


Rei menyodorkan soft drink miliknya pada Rinai .


Tanpa pikir panjang Rinai menenggak habis sisa minuman Rei.


“enak?” tanya Rei menatap wajah Rinai. Yang di jawab dengan sebuah  anggukan kepala.


“Padahal itu sedotan bekas bibir Gue loh” Rei terkekeh melihat ekspresi wajah Rinai semakin memerah .


“Boodoooo” ucap Rinai nyaris tanpa suara . Membuat Rei semakin tak kuat menahan tawa.


“Rinaiiiii...Lo dengar tadi Rei bilang apa?? Lo minum minuman bekas dia minum . Itu sama saja ciuman secara tidak langsung ogebbbbb, ya lord cobaan apa lagi ini kenapa jantung ini berdebar – debat sangat cepat please jangan biarin Rei mendengar debaran jantung Gue”Rinai memohon dalam hati.

__ADS_1


To be continued...


Don't be silent readers guys  and don't forget to click favorite , comment, and share  yang banyak ya


Untuk nambah semangat author 😊 thanks you .


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2