
" LO MAU BAWA GUE KEMANA !!! GILA LO YAAAA!!! TUUURUNIN GUE SEKARANG !!!! BAAIMMMMMM TURUNIN GUE!!!!" Teriak Rinai sekencang - kencangnya di telinga Baim . Rinai terus meronta berusaha untuk turun dari atas bahu kokoh Baim . Bukan kali pertama Rinai berteriak kencang di telinga Baim . Bukan hal aneh lagi jika tuh kuping sudah bolot saking seringnya mendengar teriakan cempreng Rinai.
Baim terkekeh licik persis seperti tokoh antagonis . Semua orang yang kebetulan berada di sepanjang koridor menyaksikan secara live bagaimana Rinai di gendong dan di bawa paksa oleh seorang cowok super ganteng , cowok yang belum pernah mereka lihat sebelumnya di area kampus. Sebagian besar dari mereka mengira Baim adalah mantan pacar Rinai yang tidak terima jika Rinai kini sudah berpacaran dengan Rei . Dan sebagian kecil menghujat Rinai karena meski baru jadian dengan Rei cowok idola kampus nomor 1 namun Rinai masih saja keganjenan sama cowok lain , di kampus , dan di tempat terbuka serta secara terang - terangan di depan umum.
" Ihhhhhh jijay banget sih kelakuan mereka apalagi si Rinai itu gila cowok secakep Rei dan sangat di idolakan itu tetap saja di selingkuhi secara terang - terangan " cibir anti fans Rinai
" Iya isss cewek kegatelan emang . Semua cowok populer dan tampan dia goda semua, sekarang nambah lagi itu cowok satu " timpal cewek bertubuh gemulai menanap sinis Rinai dan Baim.
“Gilak ganteng banget cowoknya, please Gue rela gantiin Rinai jangankan di gendong di pundaknya di ajak langsung nikah juga mau Gueee” celoteh cewek bertubuh sedikit gemuk, merasa iri. Membuat semua yang mendengar auto mendelik berjamaah.
Sepanjang koridor Baim menebarkan senyum manisnya semanis gula tebu di pasaran , kaca mata hitam, topi hitam dan Rinai yang masih bertengger di atas bahu Baim mulai pasrah tidak tahu lagi bagaimana caranya melepaskan diri dari cengkeraman Baim.
“Kok diem enggak mau teriak – teriak lagi memang? Lo tenang saja kuping Gue sudah di pasang alat peredam suara jadi masih bisa tahan kalau cuma mendengar teriakannya Lo beberapa kali lagi” Baim terkikik.
“SEMERDEKA LO AJA BUAMBANNGGGGG!!!!” teriak Rinai untuk sekian kalinya merubah nama Baim seenaknya, dan mengagetkan sang pemilik nama yang kebetulan ada di koridor yang mereka lewati.
__ADS_1
“Lo manggil Gue??” pemilik nama asli Bambang merasa terpanggil dan menoleh pada Rinai yang telah menyebutkan namanya begitu lantang.
“Ehhh...????” kepala Rinai mendongak melihat cowok berkumis tipis yang menatapnya penuh tanda tanya .
“Nama Lo Bambang?” tanya Baim berbalik badan tersenyum pada sang pemilik asli nama Bambang .
“Iya Gue Bambang”
“Nama Gue juga Bambang sorry ya tadi cewek Gue biasa gitu kalau lagi pms”
Rinai hanya mampu berdecak melihat keakraban antara Bambang asli dan Bambang kw .
“Thanks bro” Baim kembali melanjutkan langkahnya tentu saja dengan Rinai yang masih di atas pundak.
Baim membawa Rinai ke area parkiran tempatnya memarkirkan motor .
__ADS_1
Baim menurunkan Rinai dari atas pundaknya dan tangan kanannya masih menggenggam erat pergelangan tangan Rinai sengaja biar Rinai tidak melarikan diri lagi .
"Jangan coba - coba untuk kabur " Baim menepuk pipi Rinai pelan di ikuti sebuah anggukan kepala Rinai .
" Bagus " Baim kini melepaskan cengkeraman tangannya dan meminta Rinai untuk segera naik keatas motor . Pasrah Rinai mengikuti perintah Baim tanpa perlawanan.
****
__ADS_1