RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Hilang


__ADS_3

Mata Rei melihat ke sekeliling kelas mencari keberadaan Rinai namun tak menemukannya. Rei melirik jarum jam pada pergelangan tangan kanan masih ada waktu 20 menit lagi sebelum mata kuliah ketiga dimulai. Rei mencoba menghubungi Rinai namun selalu diluar jangkauan, Rei berbalik berjalan keluar kelas untuk mencari keberadaan Rinai mulai dari kantin , perpus , taman kampus, ruang sekretariat sudah Rei datangi namun tidak juga menemukan Rinai , sekali lagi Rei mencoba menghubungi ponsel Rinai namun masih diluar jangkauan.


Beberapa kali Rei bertanya pada orang - orang yang di jumpainya namun tidak ada yang mengetahui keberadaan Rinai saat ini. Rei terus mencari keberadaan Rinai . Rei kembali ke kelas dan berfikir mungkin Rinai sudah berada di kelas saat ini namun sekali lagi Rei tidak melihat keberadaan Rinai dimana pun.


"Nis, Lo tahu Rinai ada di mana?" tanya Rei pada Anisa.


"Tadi sih Gue lihat dia di toilet sekitar kurang lebih 30 menit yang lalu Gue papasan disana. Tapi dia belum kembali lagi ke kelas dan Gue tidak tahu dimana dia sekarang" jelas Anisa .


"Thanks " Rei berlari dan bergegas menuju toilet cewek dan benar saja Rinai ada di toilet . Meski Rei belum masuk satu langkahpun suara teriakan minta tolong Rinai sudah santer terdengar hingga di depan luar toilet .


"SIAPAPUN YANG DI LUAR SANA TOLONG BUKA PINTU GUE TERJEBAK DI DALAM !!!" Teriak Rinai menggedor-gedor pintu toilet berharap ada orang yang akan mendengar lalu menolongnya .


Rinai bisa saja keluar dengan mudah dan mendobrak pintu toilet namun Rinai memilih untuk tidak melakukannya . Semua itu dia lakukan karena tidak ingin terlibat masalah apapun di kampus barunya.


"Nai !!!!!! Lo di dalam??" Rei setengah berteriak .

__ADS_1


"Rei tolong bukain pintunya terkunci dari luar "


Rei melihat kesekeliling mengecek apakah ada orang lain yang lewat setelah dikira aman Rei melangkah masuk dan melihat satu pintu tertutup rapat . Rei mencoba membukanya dri luar namun pintu benar - benar sudah terkunci rapat .


" Lo tunggu disini nanti Gue kembali" Rei berlari mencari  - cari penjaga kampus untuk meminjam kunci serep pintu toilet.


Rei berlari melewati beberapa koridor . Sesekali diliriknya jam dipergelangan tangan kanan sudah menunjukan pukul 15 : 03 mata kuliah ketiga sudah di mulai . Rei masih terlihat sibuk mencari penjaga kampus, ini adalah kali kedua Rei bolos mata kuliah hanya karena Rinai .


Sampai akhirnya Rei berpapasan dengan penjaga kampus yang kebetulan sedang berkeliling .


"Ada apa mas kok mencari saya?" tanya pak Diman yang berperawakan lebih pendek dari Rei .


"Tolong ikut saya pak , ada teman saya terjebak di toilet dan terkunci dari luar"


Rei dan pak Diman bergegas menuju toilet tempat Rinai terkunci dari luar.

__ADS_1


Dengan bantuan dari pak Diman akhirnya pintu terbuka dan Rinai menyembul dari dalam.


"Loh mbak kok bisa terkunci di dalam? untung saja ada mas Rei. Kalau tidak bagaimana caranya keluar " .


" Kalau memang tidak ada yang nolongin terpaksa saya bikin tenda di sini pak" Rinai terkekeh .


"Terima kasih pak atas bantuannya sehingga saya bisa keluar dari toilet dengan cepat " Rinai mulai mendramatisir keadaan.


" Iya nih terima kasih pak Diman atas bantuannya " Rei menambahkan.


"Iya sama - sama mbak, mas Rei . Oh iya lain kali kalau kapan - kapan mau bikin tenda di kamar mandi, tolong panggil saya lagi ya biar saya bukain pintunya lagi" pak Diman terkekeh .


" Pokoknya beres , kalau begitu kami permisi dulu pak Diman " ucap Rinai mengacungkan jempol.


Rei melingkarkan lengannya di leher Rinai  , mengapitnya hingga Rinai tidak bisa leluasa bergerak setelah agak jauh dari pak Diman , keduanya berjalan beriringan sepanjang koridor kampus .

__ADS_1


                              ****


__ADS_2