
Suasana kampus yang biasa tenang dan jauh dari kegaduhan tiba - tiba terusik oleh ulah pengendara sepeda motor ninja berwarna hijau . Helm hitam menutupi wajahnya, pengendara sepeda motor ninja berwarna hijau dengan brutal memarkirkan kendaraan sepeda motornya di deretan parkiran khusus mobil .
Helm yang semula menutupi seluruh wajah, dia lepaskan , semua mata hampir menoleh ke arahnya, wajah rupawan di dukung dengan penampilan yang begitu terlihat modis , dengan mengenakan tas ransel di punggung , dia turun dari motor. Pancaran penuh karisma membuat siapapun cewek yang melihat akan melongo dan terpesona di buatnya .
Namanya Baim Rayendra anak fakultas kedokteran mahasiswa pindahan dari kota Jakarta . Penampilannya yang nyaris mendekati kata perfect tak jarang membuat Baim selalu menjadi pusat perhatian kaum hawa yang tanpa sengaja bertemu atau berpapasan dengannya. Semenjak kedatangan Baim di kampus baru semenjak itu pula Baim menjadi pusat perhatian terutama di kalangan hawa bagaimana tidak wajah dan senyumannya ibarat sangat mematikan bagi siapapun yang melihatnya. Hampir tidak ada yang sanggup untuk tidak tergoda oleh ketampanannya .
Tampan, tampan dan tampan itu lah kata yang mewakili Baim saat ini , selain tampan Baim adalah seorang calon dokter bedah di masa depan. Tidak hanya ketampanannya saja yang menjadi pesona seorang Baim Rayendra , baim termasuk mahasiswa tercerdas di angkatannya itu cukup buat modal kaum hawa mengklaimnya sebagai calon suami idaman masa depan .
Sepanjang jam kuliah pertama baim menjadi pusat perhatian kaum hawa yang berebut untuk curi – curi pandang terhadapnya , tanpa mempedulikan dosen yang sedang berbicara di depan .
Tangan baim mencoret – coret buku kosong di hadapannya menuliskan sebuah nama yang dia pikirkan saat ini .
__ADS_1
RINAI RINAI RINAI
Begitu banyak Baim menuliskan nama Rinai di halaman kosong pada bukunya.
***“sebentar lagi kita akan segera bertemu Rinai”***benak Baim \, sebuah senyuman terlihat di bibirnya . Baim sangat tidak sabar ingin segera bertemu dengan Rinai dan memberinya kejutan dan kejutan itu bernama Baim Rayendra.
Perlu di ketahui sebelum Baim mulai kuliah di kampus barunya Baim sudah lebih dulu mencari tahu tentang Rinai , di mana dia kuliah , tinggal dan kapan saja jadwal Rinai kuliah di kampusnya. Baim sengaja menyesuaikan jadwal kuliahnya dengan jadwal kuliah Rinai, dengan begitu dia bisa dengan mudah menemukan Rinai meski di fakultas yang berbeda.
Setelah menyelesaikan mata kuliah pertama Baim segera beranjak dari kelas menuju fakultas sebelah . Baim berjalan dengan santai melewati beberapa koridor , sesekali dia menoleh melihat sekitar seakan mencari sesuatu yang hilang . Begitu di depan kantin langkah kaki Baim terhenti sejenak sebelum melangkahkan kakinya kembali memasuki area kantin kampus .pandangan matanya terfokus pada satu cewek yang sedang duduk berdua dengan teman perempuannya dan melahap semangkuk bakso begitu lahap.
Rinai menoleh kebelakang dan berfikir jika itu adalah Rei . Rinai menoleh dan langsung berdiri hampir melompat dari tempat duduknya begitu melihat langsung cowok yang berdiri di hadapannya kini menatapnya tajam dengan sedikit senyuman di paksakan penuh intimidasi. Wajah yang tak asing lagi di ingatan Rinai .
__ADS_1
"Hallo... " Sapa Baim penuh senyum.
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share . 😊 thanks you .
__ADS_1