RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Gue percaya Lo Rinai


__ADS_3

Rei melajukan kendaraannya di atas jalanan beraspal , di antara lalu lalang kendaraan lain. Tangan kanan Rei meraih handsfree dari atas dashboard. Rei menghubungi seseorang yang Rinai sendiri tidak tahu siapa .


" Dalam 10 menit lagi Gue sampai, Lo tahu harus apakan ? Oke baiklah " Rei memutus sambungan telpon genggam miliknya .


Di liriknya Rinai sekilas dengan bibir masih **** lolypop kesukaannya. Rei memarkirkan mobilnya di samping mobil sedan berwarna merah . Keduanya keluar dari mobil bersamaan .


Rei meraih pergelangan tangan Rinai dan berjalan beriringan . Beberapa pasang mata masih menatap sinis pada Rinai , namun dia sudah tidak terlalu menghiraukan dan terus melangkah mengikuti langkah kaki Rei .


Ketika Rinai baru melangkahkan kakinya di koridor depan kelas sebuah pengeras suara mulai melengking dan tidak begitu lama terdengar sebuah percakapan yang sudah dapat di pastikan itu adalah suara Wina dan Siska .


"Sekarang baik Rei maupun seluruh mahasiswa percaya jika Rinai bersalah , rencana Lo memang benar - benar jenius Win"


" Asal Lo tahu  siapapun orang yang menghalangi jalan Gue , Gue pasti akan singkirkan dengan cara apapun termasuk Rinai " Wina terkekeh .

__ADS_1


" Tidak sia - sia Gue melukai diri Gue sendiri dan berhasil melimpahkan kesalahan pada si bodoh Rinai semua itu tidak seberapa di bandingkan hasil yang sudah Gue dapat sekarang . Rei sudah jadi milik Gue lagi"


" Dan sekarang Rinai sudah TAMAT" Keduanya tertawa begitu lantang.


Pengeras suara pun berhenti menghentikan rekaman percakapan antara Wina dan Siska. Hanya dalam beberapa menit saja sudah membuat se isi kampus geger dan tidak habis pikir cewek secantik dan secerdas Wina bisa melakukan hal rendahan seperti itu hanya untuk mendapatkan Rei kembali .


Sementara di tempat lain si pemilik suara terkejut bukan main karena kebohongan mereka telah terbongkar dan seluruh kampus sudah mengetahui segalanya . Baik Wina maupun Siska memilih untuk kembali pulang dan tidak jadi kuliah untuk menghindari hal yang tidak di inginkan .


                                                              ****


" Sorry kalau beberapa hari ini Gue pura-pura tidak percaya sama  Lo dan pura - pura cuek karena dengan begitu Gue bisa dengan mudah mencari bukti kalau Lo tidak bersalah dengan cara mendekati Wina dan mengabaikan Lo  Nai , sorry karena sikap Gue belakangan ini sangat menyulitkan buat Lo , Gue minta maaf" Rei mengusap pipi Rinai lembut, merasa sedikit bersalah karena sudah mengacuhkannya beberapa hari ini .


"Gue pasti akan selalu mempercayai Lo meski semua orang meragukan diri Lo karena Lo adalah Rinai" tatap Rei pada Rinai .

__ADS_1


" Rei......" Rinai tersenyum lega begitu mengetahui jika dari awal Rei memang masih mempercayainya. Rinai  memperlihatkan sepasang lesung pipi dan sederet gigi putih yang selalu dia perlihatkan selama ini kebahagiaan yang teramat sangat kini Rinai rasakan setelah tau kebenaran tentang Rei . Berkat bantuan dari Rei nama baiknya kini telah kembali.


DEGG.........


Lolypop Rinai terlepas dari genggaman tak lama waktu berselang Rinai ambruk seketika di hadapan Rei begitu saja  . Kepanikan Rei  begitu terlihat ketika melihat Rinai yang tidak sadarkan diri ambruk di depan kedua matanya  dengan keringat yang begitu banyak dari sekujur tubuhnya yang mulai mendingin.


"RINAAAAAII!!!!!!" Teriak Rei panik.“Nai bangun RINAI!!!!!” Rei mencoba membangunkan Rinai namun Rinai tetap tak sadarkan diri., Suhu tubuhnya perlahan mulai dingin.


“Rei buruan bawa ke rumah sakit! Cepat” Ale setengah berteriak. Tanpa buang waktu Rei segera melarikan Rinai ke rumah sakit terdekat.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2