
Semenjak perbincangannya terakhir kali dengan Wina , sejak saat itu pula Rinai mulai menjaga jarak dengan Rei , setiap pagi Rinai berangkat ke kampus lebih awal dan pulang dari kampus lebih dulu . Sudah beberapa hari ini Rinai selalu menghindari untuk sekedar berbicara pada Rei entah itu di kampus atau di rumah.
Sikap Rinai yang mendadak berubah dan selalu menghindar membuat Rei bertanya - tanya mengenai penyebab berubahnya sikap Rinai terhadapnya.
Setiap kali akan berpapasan Rinai segera berbalik arah lalu menjauh , Rinai tidak pernah lagi ikut makan bersama saat dirumah , selalu beralasan untuk menolak ajakan makan bersama .
Pagi ini Rei sengaja bangun lebih cepat dari biasanya dan menunggu Rinai di depan gerbang rumah . Sesuai yang di perkirakan , Rinai keluar dari pintu gerbang tanpa dia sadari Rei sudah tiga puluh menit menunggunya di depan gerbang . Sebelum Rinai berhasil melarikan diri lagi Rei lebih dulu mencekal pergelangan tangan Rinai .
"Ikut Gue" Rei menarik tangan Rinai menuju mobil yang sudah terparkir di sisi. Jalan.
Karena masih terlalu pagi Rei sengaja melajukan mobilnya tanpa tujuan di jalanan beraspal di antara lalu lalang kendaraan lain. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun entah sudah berapa bungkus lolipop pagi ini Rinai sudah habiskan.
"Ini sebenarnya Lo mau bawa Gue kemana dari tadi tidak sampai juga" tanya Rinai dan sedikit menggeser posisi stick lolipop ke sebelah kanan.
Mendengar pertanyaannya Rinai Rei menepikan mobilnya dan menghentikan laju kendaraan di tepi jalan raya. Kesepuluh jarinya masih memegang erat kemudi . Rei kini menatap tajam cewek mungil di sampingnya dengan tatapan sedikit mengintimidasi.
"Lo ada masalah ya sama Gue?" Tanya Rei .
"Enggak" jawab Rinai singkat.
__ADS_1
"Gue perhatiin akhir - akhir ini Lo selalu menghindar dari Gue entah itu dirumah atau kampus " Rei memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan kembali ucapannya.
"Kalau Lo marah atau kesel sama Gue . Lo bisa bilang langsung ke Gue jangan malah menghindar dari Gue" Rei menanti jawaban dari Rinai berharap ada penjelasan masuk akal dari pertanyaannya saat ini juga.
"Gue..... Beberapa hari lalu Wina mantan pacar Lo minta Gue untuk jaga jarak dari Lo karena dia masih cinta sama Lo dan dia juga tahu kalau di antara kita tidak ada apa - apa dan hanya pura - pura . Wina tahu kalau Lo lakuin itu hanya untuk membuatnya cemburu kan dengan minta Gue untuk berpura - pura jadi pacar Lo di depan Wina, kalau Lo mau balik sama dia jangan libatin Gue " jelas Rinai .
Tanpa membuang waktu dan tanpa sepatah katapun Rei segera menginjak pedal gas melanjutkan perjalanannya menuju kampus. Sikap bungkam Rei semakin membuat Rinai berpikir jika memang apa yang di katakan Wina memang benar. Jika Rei memang masih mengharapkan Wina .
"Kenapa hati Gue semakin sakit mengetahui jika Rei masih mengharapkan Wina, Rinai sadar Rinai Lo itu cuma dianggap teman masa kecil Rei dan tidak lebih dari itu harusnya Lo tahu" benak Rinai dalam hati.
Rei memarkirkan kendaraannya di parkiran kampus dengan kasar dan bergegas turun dari mobil . Rei menarik tangan Rinai dan berjalan melalui koridor kampus menuju lapangan basket . Aksinya itu kontan menjadi pusat perhatian para mahasiswa lain . Rei menarik tangan Rinai hingga ke tengah lapangan basket . Wina dan Siska yang kebetulan baru datang ikut melihat ke arah Rei dan Rinai yang berdiri di tengah lapangan .
Meski cuaca sedikit gerimis namun Rei tidak memperdulikannya, tak sedikitpun Rei melepaskan genggaman tangannya dari Rinai . Ale , Ridho dan Miko yang kebetulan lewat lalu melihat kerumunan orang penasaran dan ikut melihat ke arah lapangan basket untuk melihat apa yang terjadi .
"Nanti kita bisa kehujanan Rei ayo kita ke kelas saja" Rinai menarik tangan Rei namun tak bergeming sedikitpun Rei hanya menatapnya tajam tanpa bicara sedikitpun .
"Lo boleh benci Gue, Lo boleh marah sama Gue tapi Gue tidak suka kalau Lo menghindar dari Gue apapun itu alasannya" Rei mulai membuka pembicaraan dan melangkah satu langkah lebih mendekat pada Rinai .
Rei menarik tangan Rinai agar lebih mendekat lagi dengannya . Dihadapan banyak orang , di bawah rintik gerimis Rei mencium bibir Rinai. Rinai mematung tak mengira jika Rei akan melakukan hal ternekat padanya di hadapan banyak orang .
__ADS_1
" Ohhh yaa ampuunnnn melon Gue!!!!" teriak Ridho ketika melihat Rei mencium Rinai di depan matanya.
Ale tak kalah terkejut sama halnya dengan Ridho tak mengira jika Rei benar menyukai Rinai. Wina serta para cewek penggemar berat Rei memilih untuk beranjak dengan hati dongkol karena lagi - lagi Rinai yang mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengan Rei .
"Ini jawaban dari pertanyaan Lo di mobil" bisik Rei di telinga Rinai. Rei menepuk puncak kepala Rinai sebelum beranjak meninggalkan Rinai yang masih berdiri dan mematung.
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share .
__ADS_1