RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Epilog


__ADS_3

5 tahun kemudian ......


Ridho kini sudah menjadi pengusaha kuliner cukup terkenal beberapa cabang sudah di buka . kesuksesan di bidang kuliner tidak serta merta membuatnya sukses di ke hidupan pribadi. Ridho masih asik dengan ke sendiriannya baginya saat ini karir lebih utama ketimbang cinta .


Miko berkat kerja kerasnya yang pantang menyerah kini Miko telah berhasil menikahi Hanny anak dosen killer  di kampus  dan sudah memiliki seorang anak laki – laki dan seorang anak perempuan untungnya kedua anaknya lebih mirip Hanny ketimbang Miko tahu deh kalau kedua anaknya nekat mirip Miko tapi untungnya itu tidak sampai terjadi lanjut ke yang berikutnya .


Ale, 3 tahun setelah lulus kuliah Ale dan Wina memutuskan untuk bertunangan namun keduanya belum ada rencana buat melanjutkan ke jenjang selanjutnya karena pekerjaan keduanya yang terlalu sibuk membuat keduanya belum memiliki waktu untuk memikirkan tentang pernikahan.


*****


“Ya ampun sudah jam segini masih belum siap – siap juga kita bisa terlambat nanti” ucap Rinai setengah berteriak sembari memakai anting panjang menjuntai  di sebelah telinganya kanannya yang di biarkan terlihat . gaun satin berwarna sedikit kalem Rinai memakai sedikit riasan wajah natural .


“Mamah Mamah...., kata Papa Mamah sama Papa mau buat adik buat gio nanti mayam kalo gio mau nurut bobo cepet. sekarang Papa sama Mamah mau pergi dan puangnya bawa adik buat gio ya ? gio mau adik peyempuan ya Mamah ya” gio menarik – narik gaun Rinai senang meski  tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan.


“Papa......, jangan ajarin yang enggak – enggak gio masih kecil” Rinai melirik Rei tajam .


“Gio sayang , hari ini gio bobok sama omah dulu ya Mama dan Papa mau pergi dulu sebentar gio jangan nakal di rumah dan bobonya jangan malam – malam oke?”


“Iya Mamah gio janji tidak nakal” gio tersenyum memperlihatkan 2 gigi ompongnya.


“Anak Mamah pinter banget sih sini cium Mamah dulu”


“ Muuuahhhhh, Mamah jangan lupa puangnya bawain gio Adik perempuan yang cantik”


“Sudah siap?” Rei berdiri di samping Rinai dan gio .


“Uhhh anak Papa ayo kita ke Omaaahhh” Rei menggendong gio dengan penuh kasih sayang .


“Ayooooo” gio tertawa bersama Rei . kebahagiaan Rinai dan Rei terasa semakin  lengkap berkat  kehadiran gio yang melengkapi keluarga kecil mereka .


*****


“Ini dia pasangan fenomenal kita akhirnya datang juga” Ridho menyambut ke datangan Rei dan Rinai .


Setelah 5 tahun tidak bertemu kini semua berkumpul di acara reuni yang di adakan di restoran milik Ridho.

__ADS_1


Ridho duduk berhadapan dengan Anisa , Miko dengan Hanny , Ale dengan Wina, dan Rei dengan Rinai  tentu saja . Banyak perbincangan melepas rasa kangen setelah sekian lama tidak berjumpa .


“Jadi kapan kalian mau nambah adik lagi buat gio?” tanya Miko .


“Maunya sih nanti malam” Rei setengah berbisik .


“Perlu gue ajarin enggak Rei?” tambah Ridho  yang merasa sangat pro meski belum pernah merasakan secara langsung bersentuhan dengan yang namanya kaum hawa berkat koleksi Vidio yang di koleksinya di laptop pribadi miliknya  yang jumlahnya ratusan itu .


“ Geblek lo pipis aja masih belum lempeng mau sok ajarin gue njiirrrr”


“Nah betul itu lempengin dulu pipis lo baru boleh ajarin Rei” tambah Ale ikut nimbrung.


“Kalian ini, enggak lihat apa ada anak gadis masih polos dengerin di sini” Anisa menyeruput jus jeruk miliknya.


“Maafkan hamba yang tidak tau diri ini” Ridho memasang wajah sangat menyesal.


Seakan tidak ada yang berubah sama sekali ketika semua sahabat berkumpul kembali , ke gilaan , ke bisingan dan ke absurdan mereka kembali seperti saat masih di kampus dulu , ada banyak tawa canda dan saling berbagi cerita satu sama lain dan waktu berlalu begitu cepat .


“Kapan – kapan kita kumpul lagi oke?” ucap Rhido


“ Oke kabari aja nanti , kita pamit duluan tc kalian semua” Rei melambaikan tangan.


“Sampai jumpa lain waktu” Rinai melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam mobil bersama Rei .


****


Waktu sudah menunjukan pukul 00:05 begitu tiba di rumah Rinai melepaskan anting dan kalung yang di kenakan , mengganti baju dengan baju tidur lalu membersihkan makeup di depan cermin rias.


Rei datang berjalan menghampiri lalu memeluk Rinai dari belakang .


“Diem dulu Rei , masih belepotan ini”


“Kita bikin adik yuk buat gio” Rei menggelayut manja .


“Diem dulu ishhh lagi bersihin make up juga”

__ADS_1


Rei menciumi leher Rinai dari belakang .


“Reii....” Rinai berbaik langsung menarik Rei kedalam pelukan.


“Mau aku yang buka atau...”


“Bukain” Rinai semakin mengeratkan ciumannya .


Plooooppp!!!


“Nih” Rei memberikan potato chips yang sudah di buka pada Rinai .


“Makasih sayang” sebuah kecupan di bibir Rei .


“Kamu mau?” Rinai melirik melihat Rei yang masih duduk menatapnya dengan cemberut .


“Aku habisin ini sebentar nanti kita lanjutkan lagi yang tadi” Rinai mengedipkan sebelah matanya.


“Seriuss??? bener ya habis ini kita.....anu..” Rei terlihat senang .


“Huum” Rinai mengangguk pasti dengan cemilan di dalam mulutnya.


Setelah menghabiskan semua potato chipsnya Rinai kembali mendekat pada Rei .


“Ayo kita lanjutkan yang tadi”


“Ayooo” Rei setengah berbisik tersenyum senang .


Rindu Rinai untuk hujan yang selalu terobati , tidak ada lagi yang namanya kerinduan yang ada hanyalah kebahagiaan yang semakin terlengkapi setiap harinya, kebersamaan, keceriaan dan kebahagiaan yang selalu menghampiri Rinai , Rei dan gio kecil.


                           Fin............


Terima kasih untuk para readers rindu Rinai untuk hujan yang mengikuti hingga episode terakhirnya 😉


jangan lupa untuk vote, klik fav , comment dan like serta share . terima kasih banyak semuanya ☺️.

__ADS_1


__ADS_2