
"Nai.... " Rei menoleh dan mendapati Rinai yang sudah tertidur pulas bersandar di sandaran kursi. Dengan mulut yang masih **** lolipop.
"Ini anak kalau lagi tidur ternyata bisa manis juga" Rei tersenyum sendiri memperhatikan wajah Rinai dari dekat.
Tanpa sadar Rinai menyandarkan kepalanya ke bahu Rei , hingga membuat Rei sedikit terkejut dan menghentikan senyumannya. Rei mematung , tak bisa mengendalikan detak jantungnya yang bergejolak.
Selama satu jam Rei tidak bergerak sedikitpun hingga kereta tiba di stasiun pemberhentian di Bandung. Mendengar pengumuman jika kereta sudah sampai tujuan Rei tersadar dan segera berdiri hingga membuat Rinai terbangun dari tidurnya.
"Ha... Sudah sampai" ucap Rinai sedikit linglung lalu segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar mengikuti langkah Rei. Berjalan di antara para penumpang lain yang juga ikut turun di stasiun.
Hari sudah gelap Rei memacu mobilnya di jalanan beraspal menuju rumah.
"Ingat ya ini terakhir kalinya Lo ikut tawuran, selama Lo tinggal di rumah Gue" Rei melingkarkan lengannya ke leher Rinai lalu menjitak kepala Rinai pelan.
Deg......deg....deg....
Hening....
"Ayo turun"
"Iya bawel" Rinai sedikit manyun.
****
__ADS_1
"Astaga Nai, keningnya kenapa kok sampai di perban begitu?
"Sudah ke dokter?"
"Sudah di obati?"
"Sakit tidak? Kok bisa sampai luka begitu, kamu apain Rinai, Rei? Mamah mendelik pada Rei dengan tatapan menuduh.
"Ya ampun Mah, Nai nggak apa-apa gitu lagian kepalanya lebih keras dari batu jadi nggak mungkin kenapa - kenapa"
"Kamu ini" Mamah kembali menatap tajam Rei yang terkekeh.
"Sakit tidak Nai?" tanya Mamah sekali lagi mencoba memastikan.
"Nggak kok Tan , Nai baik - baik saja" Rinai tersenyum .
"Jadi tadi di kampus Nai nolongin anak kucing garong yang tersangkut di pohon dan nggak bisa turun, karena Nai nggak hati - hati lalu Nai jatuh bersama anak kucing garong itu dan kepala Nai membentur batu deh" jelas Rinai mengarang cerita.
" Ohh terus - terus anak kucing garongnya luka juga?"
"Ya..... Nggak sih Tan " Rinai mengerutkan alis .
"Syukurlah Tante pikir dia ikut di perban juga seperti kamu" Mamah tertawa lega begitu mengetahui jika anak kucing garong baik - baik saja dan berhasil selamat.
__ADS_1
****
Sejak dulu Mamah adalah pencinta kucing sejati . Meski di rumah tidak pernah memelihara kucing namun dapat terlihat jelas beberapa hiasan dan pernak pernik decorasi rumah hampir di dominasi pernak pernik serba kucing, mulai dari sandal,handuk, baju, dan lain - lain.
Pada saat Rei masih kecil dan masih duduk di bangku play group, mulai dari tas, kaos kaki, kotak makan, buku, botol minuman hingga penghapus semua bergambar kucing. Jadi kebayangkan bagaimana kondisi mental seorang Rei pada saat itu.
Untung saja Mamah Rei tidak memakaikan rok bergambar hello Kitty juga . Karena Rei masih kecil dan belum mengerti apa - apa Rei tidak pernah menolak ataupun protes. Namun saat Rei mulai menginjak bangku Tk Rei menolak semua pemberian Mamah yang serba hello Kitty.
"Mamah, Rei nggak mau masa Rei di ledekin temen - temen katanya Rei itu mirip anak perempuan , semuanya bergambar hello Kitty!! Pokoknya Rei nggak mau sekolah kalau masih ada gambar hello Kitty!!"
Sepulang sekolah Rei dan Rinai melakukan aksi mogok pulang kalau permintaan Rei tidak di turuti.
Dalam masalah mogok pulang Rinai memang tidak ada sangkut pautnya namun bukan Rinai namanya kalau tidak ikut mogok pulang bersama Rei .
Tidak sampai setengah jam permintaan Rei di turuti dan Rinai pulang dengan membawa sekantong penuh lolipop stick rasa strawberry kesukaannya pemberian Mamah Rei, sebagai ganti agar keduanya mau di ajak pulang .
Akibat aksi keduanya hingga membuat penjaga sekolah sampai terlambat pulang kerumah. Sejak saat itu juga semua barang - barang yang di pakai Rei di ganti semula serba hello Kitty kini berubah menjadi serba bergambar robot, mobil dan barang - barang yang memang di peruntukan untuk anak laki - laki.
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share .
Buat tambah semangat author 😊 thanks you .
__ADS_1