
Rinai beranjak dari tempat duduknya setelah menghabiskan semangkuk penuh bakso super pedasnya.
"Mau kemana Lo ?" Rei ikut berdiri .
"Gue mau ke toilet " Rinai berjalan pelan membuka pintu. Setelah pintu terbuka Rinai berlari secepat yang dia bisa.
"Astaga dia KABURRR!!! CEPAT KEJARR!!!!" Rei melompat dan berlari mengejar Rinai. Ale , Ridho dan Miko yang tidak tau permasalahannya ikut mengejar Rei dan Rinai .
Rinai berlari di sepanjang koridor kampus . Aksi saling kejar - kejaran Rinai dan Rei dan di ikuti pula oleh Ale , Ridho, serta Miko sontak menjadi tontonan para mahasiswa lain yang kebetulan ada di tempat kejadian.
"AWAS MINGGIR!!!!" Rinai terus berlari tanpa menoleh kebelakang .Rinai terus berlari tanpa menghiraukan keadaan sekitar .
Ale , Ridho dan Miko berlari di belakang berusaha mengejar Rinai sementara Rei mengambil jalan pintas dan memutar berusaha untuk mengejar Rinai . Di koridor persimpangan Rei berhasil sampai lebih dulu dan karena Rinai berlari terlalu cepat sampai tak menyadari jika Rei sudah berdiri di depannya .
Rei mencekal tas ransel Rinai hingga membuat langkah Rinai terhenti begitu saja.
"Adawww" Rinai menoleh di lihatnya Rei sudah berdiri di belakang menatapnya tajam. Rinai tersenyum kecut memperlihatkan kedua lesung pipi.
Rei melingkarkan satu lengannya di pundak Rinai dengan satu tangan lagi menggenggam erat pergelangan tangan Rinai. Kali ini Rei benar - benar tidak memberikan jalan bagi Rinai untuk bisa kabur . Rei membawa Rinai kembali menuju ruang sekretariat basket .
Ale , Ridho dan Miko menghentikan pengejaran ketika melihat Rei sudah berhasil membawa Rinai kembali.
__ADS_1
Di dalam ruangan seluas 6 x 7 meter Rinai kembali berada dalam pengawasan ketat Rei . Kini Ale, Ridho dan Miko tahu kenapa Rei melakukan pengawasan terhadap Rinai, serta ikut bergabung bersama Rei untuk mengawasi Rinai.
"Lolipop Gue habis beliin lagi" rengek Rinai. Rei mendelik menatap Rinai yang masih cemberut karena tidak bisa mengikuti aksi demo hari ini.
Ale merogoh saku sweater biru tosca yang dia kenakan, lalu mengeluarkan beberapa lolipop untuk Rinai .
"Terima kasih Ale" Rinai kembali tersenyum setelah membuka pembungkus lolipop kesukaannya.
"Sama - sama " Ale membalas senyum Rinai.
"Hey kalian bertiga tidak ada kelas memang ? Kenapa masih ada di sini" tanya Rei kini mendelik pada ke tiga sahabatnya secara bergantian.
"Ada satu jam lagi baru mulai"jawab Ridho.
"Jiah nih anak stalking Hani mulu, nih ponsel Lo . Kirain lihat apaan serius bener". Ale mengembalikan ponsel Miko .
"Asal kalian tahu suatu hari nanti Hani pasti akan mengejar - ngejar Gue" ucap Miko penuh percaya diri.
"Keren nih"Rinai bertepuk tangan untuk tekad Miko yang pantang menyerah mengejar cinta hani.
“Nai” panggil Ale.
__ADS_1
“Iya” Rinai menoleh .
“Gue mau kejar – kejar Lo boleh?” ucap Ale sok polos . Semua mata auto menatap Ale .
“Kejar heendasss mu” Rei menimpuk Ale dengan sampah bekas pembungkus lolipop .
“Lo mah jangan kejar Rinai biar Gue saja , ya enggak Nai” Ridho menarik turunkan kedua alisnya berbarengan .
“Awas Lo pada kalau berani nekat Gue sambit juga nih” ancam Rei tak terima .
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share .
Buat tambah semangat author 😊 thanks you .
__ADS_1