
"kita pulang saja, lagian sudah tidak mungkin masuk kelas terakhir sudah sangat terlambat dan ini semua gara-gara - gara nolongin Lo" Rei masih mengapit leher Rinai berjalan sepanjang koridor kampus menuju area parkiran tanpa memberi sedikitpun celah bagi Rinai untuk kabur dan meloloskan diri.
" Reiiiii lepasin tangan Lo. Gue nggak bisa nafas kalau Gue mati bagaimana REIIII" Rinai masih berusaha melepaskan diri dari tangan Rei .
" Nggak bakalan mati paling cuma die " Rei terkekeh .
"Itu sama saja " Rinai mengerutkan alis .
"Berisik sekali cepat masuk" perintah Rei menyuruh Rinai untuk segera masuk mobil.
Rei mulai menstarter mobilnya dan segera melajukan mobil jeepnya di jalanan beraspal keluar dari area kampus . Ditengah perjalanan arah pulang Rei menepikan mobilnya perlahan dan berhenti . Dengan kesepuluh jarinya masih memegang erat stir kemudi mobil. Rinai celingukan ke kanan dan ke kiri heran melihat Rei menghentikan laju kendaraan tiba - tiba tidak seperti biasanya.
"Loh ini kan belum sampai kenapa berhenti ??" Rinai mendelik pada cowok disampingnya .
Rei memalingkan matanya menatap Rinai yang masih kebingungan .
"Jawab Gue , Lo bikin ulah apalagi sekarang sampai - sampai ada orang yang sengaja ngunciin Lo dari luar?" Tanya Rei berharap suatu penjelasan yang masuk akal dari Rinai kali ini.
"Bikin ulah apanya ? Gue itu jelas - jelas dikuncinya dari luar oleh para fans fanatik Lo . Mereka tidak suka kalau Lo terlalu dekat sama Gue dan mereka bilang Gue nggak pantes bersanding dengan seorang Rei yang perfectionist" jelas Rinai cemberut menatap balik mata Rei yang terkejut mendengar penjelasan darinya.
"Apa??? Lalu kenapa Lo tidak lawan saja mereka? Lo kan biasa kalahin para cowok, masa melawan cewek - cewek saja tidak sanggup"
" Gue bisa saja membuat mereka sampai nangis - nangis bila perlu tapi Lo tahu kan akibatnya kalau Gue nekat lakuin itu" Rinai kembali menyandarkan kepalanya pada sandaran jok.
"Lalu kenapa Lo nggak telpon Gue?"
"Baterai hp Gue habis gimana mau telpon, lagian Lo baik banget sih sampai bela - belain nyariin Gue dan bolos mata kuliah terakhir" Rinai kembali menatap Rei kali ini dengan raut wajah penuh senyum.
"Ngapain Lo lihatin Gue seperti itu, hentikan . Lagian jangan ke geeran deh, Gue itu nyari kucing garong yang kebetulan lari ke arah toilet cewek dan kebetulannya lagi Gue dengar suara teriakan minta tolong Lo " Rei berkilah mencari alasan .
__ADS_1
Tawa Rinai berhamburan begitu mendengar alasan yang di berikan Rei barusan. Setiap kali Rei ditanya dan di pojokan Rei selalu saja mengatakan hal yang sama yaitu mencari kucing garong entah ada salah apa sehingga Rei menjadikan kucing garong sebagai kambing hitam disaat terjepit dan sulit mencari alasan yang lebih masuk akal.
" Ya ya ya ... mencari kucing garong Meawwww" Rinai menirukan suara kucing tapi lebih mirip suara kucing garong tersedak duri ikan .
"Nai , tapi Lo tidak apa - apakan ? Tidak ada yang lukakan?" Tanya Rei khawatir .
"Iya Gue tidak apa - apa lagian mereka cuma ngunciin Gue dari luar" Rinai tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Rinai merogoh setiap saku pakaian yang di kenakanya mencari - cari sesuatu .
" Yah habis lagi" desah Rinai.
"Tuh di dashboard banyak" Rei menunjuk dashboard di depan Rinai . Rei tahu betul apa yang di cari Rinai saat ini.
"Wuiiihhhh banyaknya....... " Rinai melihat begitu banyak lolipop kesukaannya dari dalam dashboard. Rinai membuka pembungkus lolipop sebelum memakannya .
"Masih enak???" Tanya Rei singkat.
"Itu sebenarnya lolipop sisa dua tahun lalu yang lupa gue buang syukurlah kalau kamu suka" Rei tersenyum polos.
Mendengar ucapan Rei , Rinai segera mengeluarkan lolipop dari mulutnya lalu membersihkan sisa rasa lolipop dengan tisu .
"Weekkksssss"
Reaksi Rinai semakin membuat Rei tertawa terpingkal .
" Hanya bercanda itu baru Gue beli kemarin di minimarket" Rei terkekeh senang karena berhasil menjahili Rinai dengan sukses. Rei kembali melajukan kendaraanya melewati jalanan beraspal menuju rumah.
Hujan turun membasahi jalanan beraspal beberapa kali terlihat kilatan cahaya di iringi gemuruh .
__ADS_1
"Hujan....." Ucap Rei masih sambil fokus menyetir.
"Iya hujan, Gue dari kecil sangat suka hujan" ucap Rinai menatap Rei lalu segera mengalihkan pandangannya ketika Rei menoleh kearahnya.
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share yang banyak untuk nambah semangat author 😊 thanks you .
__ADS_1