RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Penculikan bag 1


__ADS_3

Rinai berlari sedikit  limbung hingga menabrak Siska yang kebetulan baru saja akan masuk kantin. Keduanya terjatuh ke lantai di waktu yang bersamaan.


"Awwww!!! " Teriak Siska kesakitan ketika lengan siku kirinya mendarat kasar mencium lantai .


"Adawwww! " Tanpa sempat memikirkan rasa sakitnya Rinai teringat kembali alasan kenapa dia harus segera berlari sejauh mungkin dari kantin .


Tanpa menunggu lebih lama lagi Rinai segera berdiri dari lantai .


"SORRY!! GUE BURU - BURU"  belum sempat Rinai mengambil langkah pertamanya, Baim lebih dulu menarik tas ransel Rinai hingga membuat tubuh Rinai tertarik mundur kebelakang. Tubuh Rinai limbung menabrak dada bidang Baim, kasar .


"Buru - buru banget mau kemana ? " Baim setengah berbisik, sedikit melembutkan suara ke telinga Rinai .


"GU.....GU....GU....." Rinai terbata .


"Gu.... gula...? Atau gugur?... Gu.. guguk? Gu apa?" Baim menahan tawa melihat sikap Rinai mendadak begitu ketakutan melihat dirinya.


"Rinaiiiiii..... Apaan sih Lo, pake nabrak Gue makanya kalau jalan lihat - lihat kan sakit !" Siska berdiri dari lantai mengebas- ngebas rok dan tas yang sedikit kotor setelah menyentuh lantai secara membabi buta.


Mata Siska tak berhenti terbelalak ketika pandangannya tertuju melihat Baim yang berdiri di belakang Rinai sambil memegangi pinggang Rinai terlihat seperti memeluk Rinai dari belakang .


"Hai ...." Sapa Baim pada Siska memperlihatkan senyum andalannya .


Semakin membuat Siska enggan untuk berhenti memandangnya .

__ADS_1


Wajah tampan, kulit putih langsat, hidung mancung, pemandangan yang sangat indah dan sayang jika di lewatkan begitu saja.


"Ha...iiii" Siska menjawab dengan antusias, tangannya auto merapihkan rambut yang sedikit berantakan .


"Jangan coba - coba lari atau Gue akan ..." bisik Baim mendekatkan diri ke telinga Rinai  sengaja tak menyelesaikan ucapannya .


Reflek membuat Rinai menganggukkan kepalanya dua kali tanda patuh dan sangat mengerti.


"Pintar" puji Baim menepuk - nepuk pelan puncak kepala Rinai .


“Lo enggak apa – apa? Ada yang luka ?” tanya Baim melontarkan pandanganya pada Siska.


“iya Gue baik – baik saja , bahkan sangat baik” Siska melembutkan suara tidak seperti biasanya .


“Syukurlah kalau begitu” Baim tersenyum memperlihatkan sederet gigi putihnya.


“Gue Baim, ahhh Siska sorry Gue lagi ada urusan mendadak” Baim tidak menanggapi uluran tangan Siska .


"Sekarang ikut Gue" kembali Baim berbisik lembut di telinga hingga membuat Rinai semakin ketakutan.


" TIDAKKK!!!" teriak Rinai hingga membuat hampir semua mata tertuju pada keduanya.


"GUE ADA URUSAN PENTING, GUE GUEE HARUS PERGI" Rinai berusaha berontak, berusaha kabur dari Baim.

__ADS_1


Namun bukan Baim namanya jika tidak bisa mengatasi pemberontakan Rinai . Dalam waktu kurang dari satu menit Baim sudah bisa meringkus Rinai dalam gendongan di atas bahunya dengan posisi Rinai yang tengkurap tak berdaya saat Baim membawa paksa dia keluar dari area kantin .


Semua orang hanya mampu melihat adegan Rinai di bawa paksa oleh cowok yang baru saja mereka lihat untuk yang pertama kalinya .


“Lo mau bawa Rinai kemana !!! Baim turunkan Rinai !!” Anisa berusaha menolong Rinai dari Baim, namun usahanya sia – sia saja .


Melihat jadian tersebut Anisa tidak tinggal diam , Anisa segera berlari keluar kantin mencari Rei untuk meminta pertolongan.


 


To be continued...


Masih penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya ? Don't be silent readers guys  and don't forget to click favorite , comment, and share .


Buat tambah semangat author 😊 thanks you .


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2