
"REIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!" teriak Anisa selantang - lantangnya dengan nafas terengah – engah begitu menemukan Rei di ruang sekretariat basket tempat Rei dan yang lain berkumpul . Hingga membuat sang pemilik nama segera bangkit dari tempat duduknya sedikit panik.
"REIIIIIIIIIIIII..." Dengan nafas terengah Anisa berlari menuju tempat Rei berdiri saat ini . Suasana mendadak tegang dengan kehadiran Anisa yang begitu mendadak . Semua mata kini tertuju pada cewek berkacamata minus 1 itu .
"Rei ...... Rinaiiiiii .... Rinaiiiiii....hoshhhhh hoshhhhh" Anisa kembali mengatur nafas.
"Rinai kenapa NIS???? " Rei mulai khawatir
"Ada apa sama Rinai ??? Dia di mana? kenapa tidak sama kamu ??" Rei tak sabar menunggu penjelasan dari Anisa .
"Rinai ... Rei Rinaiiiiii " Anisa kembali mengatur nafas dan beberapa kali mengambil nafas panjang.
"Iya Rinai kenapa cepat katakan " Rei mengguncang pundak Anisa mulai tidak sabar .
"Rinai di bawa paksa sama cowok!!!!"
"APA LO BILANG!!!!" Rei menaikan suaranya .
__ADS_1
Ridho, Ale dan Miko ikut bangkit dari tempat duduk mulai ikut khawatir .
"Siapa cowok itu? sekarang Rinai dimana!!!! Cepat katakan !!!" Rei mulai emosi .
"Gue enggak tau Rinai mau di bawa kemana kalau enggak salah namanya Baim Gue baru kali ini lihat tuh cowok dan Rinai kelihatan sangat ketakutan . Rinai di bawa paksa keluar kantin " jelas Anisa .
“Kenapa enggak Lo bilang dari tadi sihhh!!” ucap Rei sedikit membentak Anisa karena terbawa emosi.
Tanpa pikir panjang dan menunggu lebih lama Rei segera berlari menuju kantin dengan di ikuti oleh Miko , Ale dan ridho juga Anisa .
"Lo lihat Rinai tadi di bawa kemana?" Tanya Rei panik pada salah satu mahasiswa yang ada di koridor kantin .
Tanpa bilang terima kasih Rei langsung berlari mengejar Rinai .
"Lo lihat tadi ada cewek yang di bawa paksa tidak? Lewat sini ?" tanya Rei pada salah satu anak fakultas kedokteran yang dia jumpai.
"Ohhh cewek yang di gendong tadi? Mereka kearah parkiran di sana " tunjuknya.
__ADS_1
"Thanks " Rei kembali berlari menuju parkiran fakultas kedokteran secepat mungkin , sekilas Rei melihat Rinai pergi naik motor bersama seorang cowok baru saja berlalu dari parkiran .
"RINAIIIIII!!!!!!!!!" panggil Rei namun Rinai tidak mengetahui jika Rei berusaha untuk mengejarnya . Rei berbalik berlari menuju parkiran tempat dia meninggalkan mobilnya . Saat dalam perjalanan kembali menuju parkiran Rei berpapasan dengan ke tiga sahabatnya yang juga ikut mengejarnya.
" Rinai di bawa keluar kampus barusan !!!!!" Secepat kilat tanpa membuang waktu Rei ,Miko, ridho dan Ale sudah melompat masuk ke dalam mobil Jeep Rei .
Rei segera menstarter mobilnya lalu menginjak pedal gas melajukan mobilnya keluar dari kampus dengan ugal – ugalan dan berusaha mencari Rinai tanpa tau arah dan tujuan .
" Kalian bertiga perhatikan jalan, mereka berdua menaiki motor berwarna hijau " Rei memberi perintah .
" Oke!!" Ketiganya kompak menjawab.
Sudah lebih dari 20 menit Rei menyelusuri sepanjang jalan tanpa arah dan tujuan hanya untuk mencari keberadaan Rinai namun belum juga di temukan. Berkali - kali Rei mencoba menghubungi ponsel Rinai namun nihil tak ada satupun panggilan keluar dia jawab dan sekarang ponsel Rinai malah di non aktifkan.
"BRENGSE@*#!!!" Rei menggebrak kemudi mobil cukup keras .
To be continued...
__ADS_1
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share .
Buat tambah semangat author 😊 thanks you .