
Rinai berjalan keluar dari balik pintu kamar mandi , di lihatnya Baim sudah berdiri di tengah – tengah ruangan lengkap dengan baju karate sabuk hitamnya, Rinai berjalan lebih mendekat lalu berdiri di jarak 1 meter dari Baim .
“Serang Gue” Baim sedikit menaikan nada suaranya . Tanpa menunggu lagi sebuah tendangan dilayangkan ke arah Baim , dengan sigap Baim berhasil menghindar jika terlambat sedikit saja wajah mulusnya pasti terkena tendangan Rinai . Tidak sampai di situ saja dengan sekuat tenaga Rinai berkali – kali melayangkan beberapa pukulan keras namun tetap saja Baim berhasil menghindar dan malah menyerang balik Rinai dengan membantingnya di atas matras entah sudah berapa kali Baim membanting tubuh mungil Rinai Hari ini. Dengan nafas yang mulai terengah – engah Rinai bangkit dari matras memasang kuda – kuda bersiap menyerang Baim kembali .
“Cuma segitu saja kemampuan Lo” Baim sedikit merendahkan kemampuan beladiri Rinai .
“Berisik , HIATTTTTTT !!!!!!!” pukulan dan tendangan Rinai kembali menyerang Baim , dengan tenaga yang nyaris habis Rinai masih berupaya menjatuhkan Baim dan menguncinya , tentu saja Baim bukanlah lawan yang bisa di remehkan begitu saja semua serangan Rinai berhasil dia tangkis. Bahkan dengan sangat mudahnya Baim menjatuhkan tubuh Rinai dan mengunci Rinai di bawah tubuhnya. Semua terhenti ketika Mama Baim datang membawa nampan berisi cemilan dan minuman dingin.
“Tanteeee!!!! Toloooong” Rinai memelas .
“Baimmmm lepasin Rinai” cukup satu tatapan dari Mamanya Baim langsung patuh dan melepaskan Rinai begitu mudahnya.
“Sini Nai , Tante bawain makanan kesukaan kamu nih”
Rinai segera lari ke arah Mama Baim, dan berbaik menjulurkan lidah pada Baim, merasa tertolong berkat kehadiran Mamanya .
“Baim kamu ini , baru juga ketemu sama Rinai masa sudah langsung di ajak berkelahi kan kasian Rinai”
__ADS_1
“Tahu tuh Tan masa Rinai di banting berkali-kali tadi sama baim” Rinai memasang raut wajah paling terzolimi.
“Lama enggak ketemu dia makin lemah Mah , masa mukul Baim udah kayak nepuk nyamuk mana enggak berasa , makanya Baim sudah putuskan akan memberi pelatihan tambahan seperti dulu” Baim menyeringai jahat.
“ WH@@#*TTTTT!!!” bulu kuduk Rinai auto berdiri saking horornya.
****
Hari sudah menjelang sore, sesekali Rei masih berusaha menghubungi ponsel Rinai namun masih di luar jangkauan . Rei , Ale, Ridho dan Miko masih berkeliling tanpa tujuan yang jelas berjam – jam menelusuri sepanjang jalan hanya demi mencari keberadaan Rinai namun belum juga mereka temukan . Karena hari sudah semakin sore ke empatnya memutuskan untuk mencari Rinai di sekitar kampus lagi, menyebar dan memulai pencarian di ke seluruh penjuru kampus.
“ketemu?” Rei melihat ke arah Ale , Ridho dan Miko bergantian. Ketiganya menjawab dengan sebuah gelengan kepala bersamaan.
“Lo coba cari di rumah barang kali dia sudah di rumah” ridho memberi usul .
“Biar gue dan yang lain cari di sekitar sini, Lo coba cari di rumah kalau sudah ketemu kabarin kita” Ale menyuruh Rei segera pulang.
Tangan Rei kembali memutar kunci mobil dan mulai menstarter , kembali melajukan kendaraannya menuju rumah .
__ADS_1
Tak butuh waktu lama bagi Rei untuk sampai di rumah , Rei memarkirkan mobil jeepnya lalu bergegas mencari Rinai ke seluruh penjuru rumah namun nihil Rinai sama sekali tidak ada di mana – mana.
“Kamu nyari apa Rei seperti kebingungan begitu ?? Kok pulang enggak bareng Rinai ?? Rinai kemana?”
Rei terdiam sejenak memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan pada Mamahnya agar tidak ikut khawatir.
“Tadi Rinai bilang mau ke tempat temannya dulu Mah , jadi enggak bareng pulangnya” Rei berkilah .
“ Rei lupa kalau masih ada yang harus Rei kerjakan bareng Ridho, Rei berangkat dulu, assalamualaikum”
“Walaikum salam, hati – hati di jalan jangan ngebut Rei, dan jangan pulang larut malam juga” .
“Iya Mah” Rei kembali melesat keluar untuk kembali mencari Rinai .
To be continued....
__ADS_1