
Semenjak ke pindahan Baim di kampus yang sama, membuat hidup Rinai kembali terusik dengan adanya Baim Rayendra kembali di hidupnya .
Satu kata untuk mewakili seorang Baim Rayendra adalah M-A-S-A-L-A-H . Kenapa tidak ? Semenjak kedatangan Baim ,hidup Rinai kembali terusik hampir di setiap waktu luangnya di kampus tak luput dari gangguan yang namanya Baim Rayendra. Entah itu saat Rinai seorang diri atau saat bersama Rei , di mana ada Rinai di situlah Baim selalu muncul entah dari mana seakan ada pelacak yang selalu memberikan baim informasi dimanapun Rinai berada .
“Bagi Gue” baru juga rinai akan menyuapkan satu sendok siomay ke dalam mulutnya, Baim tiba – tiba muncul begitu saja dan merebut suapan pertama Rinai siang ini, itupun di hadapan Rei .
“Buat Gue ya Gue lapar banget nih” belum sempat Rinai menolak Baim sudah lebih dulu merebut piring dan sendok berisi siomay hangat dari hadapan Rinai dan duduk dengan santainya di samping Rinai .
“Bang batagor dan siomaynya pesan satu lagi” Rei kembali memesan makanan.
“Nai , nih Lo makan punya Gue aja dulu” Rei menggeser piring siomay ke hadapan Rinai .
“ Terus Lo ?”
“Gampang bentar lagi juga pesannya datang, Lo makan aja duluan”
“Uluhh uluhhhh perhatian banget sih cowok Gue” Rinai kembali tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang berbalas senyuman manis Rei .
Tidak sampai situ saja kebiasaan Baim yang selalu muncul tiba – tiba di hadapan Rinai sudah seperti suatu rutinitas.
Seperti saat ini , Baim kembali muncul tepat di saat Rinai baru saja mendapatkan pesanannya yaitu seporsi nasi dengan ayam geprek lengkap dengan sambal matah level 6 .
“Buat Gue ya , Gue lapar nih belum makan dari kemarin kasian cacing – cacing di perut Gue ikut kelaparan” Baim langsung menyerobot makanan di atas meja jatah makan siang Rinai .
“Makanan Gue ituuuu balikin enggak”
“Pelit banget sih Lo , enggak kasihan apa Gue belum makan loh dari kemarin kalau cacing di perut Gue pada mati gimana memang Lo mau tanggung jawab?” Baim memasang muka melas .
__ADS_1
“Bodoooo...Haamaaattt , belum makan dari kemarin your eeendasssshhh. Lah Lo yang selalu makan jatah makan siang Gue kemarin, kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi dan kemarinnya lagi balikin makanan Gue” Rinai mendelik .
Baim terkikik mendengar ucapan Rinai barusan.
“Bodooo yang penting Gue lapar” dengan cepat tangannya meraih ayam geprek di hadapannya satu gigitan Baim mencabik dengan barbar paha ayam goreng milik Rinai .
“Jangannnn dima...kan ayam Guee” Rinai gagal melindungi makanannya dari jarahan Baim .
“Ehhh ada neng Anisa Haii Anisa” Baim melambaikan tangan pada Anisa yang duduk manis tepat di hadapannya sok akrab dengan mulut masih mengunyah nasi ayam geprek hasil jarahan dari Rinai .
“Hai juga” Anisa membalas lambaian tangan Baim .
Rinai hanya bisa melongo pasrah melihat kembali jatah makan siangnya hari ini di makan Baim begitu saja .
“Lihat tuh Rinai gila banget kan di tempat umum saja masih sempat-sempatnya godain cowok lain selain Rei” bisik perempuan berbaju merah yang sesekali memperhatikan kedekatan Rinai dan Baim.
Sikap dan perlakuan Baim terhadap Rinai tak ayal membuat hampir semua mata netizen yang melihat memiliki pemikiran yang buruk terhadap Rinai . Banyak gosip mulai beredar jika Baim anak fakultas kedokteran sengaja pindah ke kampus yang sama dengan Rinai hanya demi mengejar cinta Rinai . Ada lagi gosip yang mengatakan jika Rinai telah berselingkuh dengan Baim secara terang-terangan telah terjadi cinta segitiga antara Rei – Rinai – Baim .
“Uhukkkkk uhukkkkk uhukkkkk...” Baim terbatuk setelah hampir menghabiskan sisa ayam geprek hasil jarahannya.
“Minta minum Gue uhukkkkk uhukkkkk”
“ bodo.....hamaatttttt syukurin batuk – batuk” srluuuuuppppp Rinai sengaja menyedot habis jus jeruk di hadapannya sebelum Baim kembali menjarah minumannya .
Uhukkkkk uhukkkkk...
“kejamnya uhuukkk uhukkkkk” Baim masih terbatuk .
__ADS_1
“Bodo weeekkkssss” Rinai menjulurkan lidahnya pada Baim.
“ Nih minum aja minuman Gue, belum Gue minum sih itu” Anisa berbaik hati memberikan minumannya pada Baim .
Uhukkkkk uhukkkkk....
Tanpa pikir panjang Baim segera meminumnya hingga habis tak tersisa .
“Makasih Anisa Lo emang bidadari penyelamat Gue” Baim tersenyum pada Anisa sebelum kembali memasang wajah masam pada Rinai .
“Iya sama – sama” Anisa mesem .
“Apa lihat – lihat” Rinai kembali bersiaga kalau – kalau Baim membalasnya.
“Lagian Lo kenapa sih jauh – jauh makan di sini di fakultas Lo kan juga ada cafetaria” Rinai menyipitkan kedua matanya .
“Kenyang juga , makasih ya atas makan siangnya hari ini. Gue cabut dulu” Baim menepuk – nepuk puncak kepala Rinai pelan sebelum beranjak pergi.
“Ahhh ya sampai lupa , Anisa makasih minumannya kapan – kapan Gue traktir oke, dah”
Baik Rinai maupun Anisa hanya melongo tanpa sanggup berbuat sesuatu .
“Lo lihat sendirikan bagaimana kedekatan antara Rinai dan mahasiswa fakultas kedokteran itu”wina setengah berbisik ke telinga Rei mencoba memanfaatkan peluang yang ada.
To be continued....
__ADS_1