
Pagi menjelang.....
Rei dan Rinai keluar dari kamar masing - masing secara bersamaan . Rinai berjalan lebih dulu di depan Rei . Dengan cepat tangan Rei mencekal tas Rinai dan menghentikan langkahnya ketika akan menuruni anak tangga pertama.
"Adawww!!!" Rinai menyipitkan ke dua matanya terkejut langkahnya di cegal Rei .
"Tunggu" cegah Rei , Rinai menoleh menatap Rei heran.
"Ada apa ??"
" Lo berangkat bareng Gue. Awas kalau coba kabur lagi" Rei mendekatkan wajahnya menatap Rinai hingga membuatnya tersudut. Setelah puas mengintimidasi korbannya Rei berlalu dan menuruni anak tangga lebih dulu.
"Nai ayo sini sarapan bareng" ucap Mamah membuyarkan lamunan Rinai .
"Ahh iya Tan " Rinai bergegas duduk di samping Rei seperti biasa.
"Nai , hari ini ke kampusnya bareng Rei ya kamu kan masih sakit kalau kenapa - kenapa di jalan gimana"
" Iya Tante " Rinai tersenyum sambil melahap makanan di hadapannya.
"Kamu juga Rei , kamu kan cowok jadi sudah tugas kamu jagain Rinai " pinta Mamah.
"Iya Mah , Rei pasti jagain kok bila perlu Rei ikat pake rantai" Rei terkekeh menjulurkan lidahnya pada Rinai .
" Hus kamu ini, jangan dengerin si Rei, Nai dia kadang suka begitu suka bercanda"
Rinai hanya mengangguk pasrah .
Rei beranjak dari tempat duduknya lalu meraih tas ransel yang tergeletak di bawah di samping kursi .
"Sudah siang ayo berangkat"
"Gue belum selesai " dengan mulut masih penuh makanan Rinai bergegas berdiri dan menenggak habis segelas susu segar hingga tak tersisa sebelum beranjak mengejar langkah kaki jenjang Rei .
"Tunggu!!!!Gueee!!! Tan Nai berangkat!!!!" Rinai setengah berteriak .
****
__ADS_1
Mata kuliah pertama sudah selesai, masih ada waktu dua jam kosong sebelum mata kuliah ke dua . Rei terlihat asik bermain basket bersama Ale , Ridho, dan Miko . Di sisi lapangan Wina dan Siska sudah berdiri di antara kerumunan para penggemar cowok - cowok bintang basket idola kampus terutama Rei .
Setiap kali Rei berhasil memasukan bola ke dalam ring, sorak sorai dan suara tepukan tangan begitu santer terdengar dari kerumunan para penonton yang semuanya sudah dapat di pastikan di dominasi oleh para cewek.
Rinai yang kebetulan lewat melihat begitu banyak orang berkerumun menghadap lapangan basket , penasaran mendengar mereka berteriak histeris, dan tiba - tiba melompat dan beberapa di antara mereka bertepuk tangan . Dengan tubuh mungilnya Rinai berusaha keras untuk menerobos kerumunan para cewek , salah - salah bisa kena cakar atau minimal kena Jambak . Tapi karena tubuh Rinai yang lumayan ramping membuatnya dengan mudah menerobos kerumunan dan berdiri paling depan .
Semula di kira ada idola KPOP nyasar ternyata jauh meleset dari perkiraan. Rinai berdecak tak menyangka jika ke empat cowok yang asik bermain basket di depannya sanggup membuat para cewek ini kehilangan ke warasannya. Kadang berteriak histeris, kadang lompat kegirangan, bahkan langsung kecewa saat idolanya tak berhasil memasukan bola ke dalam ring basket.
"REIII!!!!!" teriak salah satu suara pendukung antusias dan tak lama yang lain mengikuti.
Mendengar nama Rei di eluh - eluhkan ,Miko langsung menebar kiss bye dari jarak jauh pada para penonton hingga membuat bulu kuduk berdiri seketika . Bagaimana tidak diantara para pemain inti team basket, Miko cenderung jauh dari kata oke. Rambut plontos dan dua gigi depan atas sudah lama terlepas dari gusi atau istilah kerennya ompong . Jadi kebayangkan gimana jadinya saat Miko nekat tebar - tebar senyum apalagi kiss bye . Nenek - nenek pun bisa langsung pingsan melihatnya.
Para penonton semakin riuh mendukung idolanya masing - masing ada yang meneriakkan nama Rei , dan ada juga yang meneriakkan nama Ale , tidak sedikit pula yang menyerukan nama Ridho .
Hanya satu nama yang tidak pernah di disebut bahkan di teriakan yaitu Miko . Makhluk plontos itu hampir tak memiliki atau minus penggemar bukan hal yang aneh lagi bagi Miko jika namun dia tidak pernah ambil pusing .
"MIKOOOO!!!!!" teriak Rinai beberapa kali menyebut nama Miko hingga membuat semua mata menatap ke arahnya.
Semuanya tercengang tak dapat di percaya Bahkan mereka berpikir jika pendengaran mereka mulai bermasalah. Para cowok yang semula sibuk berebut bola ikut menoleh dan bengong tak mempercayai dengan apa yang baru saja di dengar .
Masalahnya baru kali ini nama Miko di sebut dan di eluh - eluhkan padahal biasanya dianggap penonton sebagai makhluk tak kasat mata tak pernah ada dan tak pernah terlihat.
"Ohh ya ampun penggemar pertama Gue!" Miko berteriak kegirangan dan berlari mendekat pada Rinai .
Rei tak kalah takjub melihat pemandangan super langka ini. Ale berdecak kagum pada sosok Rinai .
"Keindahan yang sungguh luar biasa, anak fakultas mana kok Gue belum pernah lihat ?" Gumam Ale .
" Teman satu kelas Rei , baru pindah beberapa hari yang lalu " jawab Ridho menjelaskan seperlunya.
Ale mengangguk mulai tertarik pada sosok Rinai .
"Hai Gue Miko , boleh minta tanda tangannya di baju Gue di sini " Miko menunjuk bahu kanannya.
"Tanda tangan??" Rinai mengerutkan alis.
"Iya tanda tangan , karena baru kali ini ada yang support Gue dari barisan penonton dan Lo adalah pendukung Gue yang pertama" ucap Miko terharu dan terbawa suasana.
Rinai terkekeh memperlihatkan lesung pipi. Setelah memberikan tanda tangan di baju Miko , Rinai merogoh saku celana mengambil lolipop ke sukaannya.
"Ehh tunggu , ini buat Lo" Rinai memberikan lolipop pada Miko .
__ADS_1
"Thanks " Miko melompat kegirangan dan kembali ke lapangan basket .semua cewek heran dan mengira jika Rinai kena jampi - jampi atau kena pelet nya si Miko . Dari sekian banyak cowok tampan pandangannya malah jatuh pada Miko .
"Busett habis mandi kembang Lo tong bisa - bisanya tuh anak baru Kesambet Lo " ledek Ale terkekeh.
"Ndasmu mandi kembang , itu anak baru khilaf atau kelilipan sepertinya makanya teriakin nama Gue hahahaha" semuanya tertawa dan kembali melanjutkan pertandingan. Suara dukungan kembali santer terdengar seperti biasa namun ada yang berbeda kali ini dari para pendukung yaitu kehadiran Rinai sebagai satu - satunya suporter tunggal untuk Miko .
Hingga pertandingan usai kerumunan para cewek belum bubar karena sudah dapat di pastikan. Para idola mereka akan keluar dari pintu dan itu tidak jauh dari posisi mereka saat ini berdiri.
Masing - masing cewek memegangi sebotol air mineral dan di tangan satulagi memegangi sapu tangan kecil berharap jika idola mereka mau mengambil air mineral dan menyeka keringat dengan sapu tangan yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Lain halnya dengan Rinai saat cewek - cewek lain sibuk untuk cari perhatian. Rinai malah dengan santai dan cuek mengemut lolipop di mulutnya.
Rei lebih dulu keluar . Melihat Rinai masih berdiri di antara kerumunan, Rei melangkah dan berdiri di depan Rinai . Sedikit membungkuk lalu meraih ujung kemeja motif kotak - kotak terluar yang di kenakan Rinai dan menyeka keringat di wajahnya menggunakan ujung kemeja Rinai. Kontan membuat para penggemar Rei iri dan ternganga melihat pemandangan yang baru saja di lihatnya.
"Jorok" Rinai mendelik dan cemberut melihat Rei menyeka keringat menggunakan pakaian miliknya.
Rei tersenyum dan berlalu dari pandangan di ikuti oleh Ridho dan Ale mereka berdua keluar bersama dari lapangan basket.
Rinai mengibas - ngibas ujung kemejanya , Ale dan Ridho datang menghampiri cewek mungil anak baru yang berhasil menyita banyak perhatian mereka.
"Hai kenalin Gue Ale " ucap cowok berambut panjang sebahu, ukiran tato tampak jelas di pergelangan tangan kanannya .
Rinai mendongakkan kepala dan melihat dua sosok yang tadi bermain basket bersama Rei .
"Nai .... nama Gue Rinai " Rinai menyambut uluran tangan Ale dan Ridho bergantian.
To be continued...
Don't be silent readers guys and don't forget to click favorite , comment, and share .
Buat tambah semangat author 😊 thanks you .
__ADS_1