RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Ajakan


__ADS_3

Rei, Rinai mulai bersiap di tengah lapangan. Rinai melambungkan bola ke atas dalam hitungan detik Rei berhasil meraih bola terlebih dahulu lalu mendribble bola menuju ring basket. Melihat hal itu Rinai tidak tinggal diam , Rinai mencoba menghalangi Rei agar tidak bisa memasukan bola ke dalam ring . Tak butuh waktu lama bagi Rei untuk dapat melemparkan bola ke dalam ring dan berhasil mencetak skor pertamanya. Rei meraih bola yang memantul dan berjalan menuju tempat Rinai berdiri saat ini dengan senyum penuh kemenangan Rei menepuk - nepuk puncak kepala Rinai pelan. Rinai memindahkan posisi stick lolipop di mulutnya ke sebelah kanan. Permainan kembali di lanjutkan Rei masih menguasai bola dan Rinai tidak bisa berbuat banyak untuk mencegahnya. Rei kembali berhasil mencetak skor kedua. Bola kembali melambung Rinai berhasil merebut bola dari tangan Rei , Rinai mulai mendribble bola dan mengecoh Rei . Meski tubuhnya lebih pendek dari Rei . Rinai begitu lihai mendribble bola . Rinai melakukan jump shoot dan berhasil memasukan bola ke dalam ring basket. Senyum kemenangan Rinai mengacungkan jempol ke arah Rei dan sesaat membalikkannya .


Rei tersenyum melihat Rinai mulai dapat mengimbangi permainannya . Rinai masih menguasai bola dan kali ini Rei di buat tak berkutik di hadapan Rinai , sekali lagi Rinai kembali mencetak skor keduanya. Rinai berjalan mendekati Rei dan berdiri tepat di hadapannya . Kaki Rinai menjinjit dan menepuk - nepuk puncak kepala Rei pelan dengan tangan kanan. Sebuah senyuman manis dan sepasang lesung pipi terlihat jelas .


Kini skor keduanya seimbang .permainan kembali di lanjutkan Rinai masih menguasai permainan. Keduanya masih berebut bola dari tangan lawan, Rinai berlari mendribble bola dan Rei mencoba menghalangi Rinai agar tidak melemparkan bola ke dalam ring. Pertandingan semakin sengit ketika hampir mendekati ring Rinai melompat dan melakukan shoot bola melambung memasuki ring dan berhasil mencetak skor . Rinai bersorak kegirangan karena berhasil mengalahkan Rei .


Rei masih tak percaya dengan kekalahannya hari ini.


"HATTCHIIHHH!!!!!" Rinai bersin  karena terlalu lama di bawah guyuran hujan .


Rei menarik tangan Rinai lalu membawanya ke mobil. Rinai tak henti - hentinya bersin. Rei meraih sweater yang dia simpan di jok belakang lalu memakaikannya pada Rinai .


"Lo tuh ya, sudah tahu gampang kena flu malah ngajak bertanding basket dan hujan - hujanan" Rei mulai menstarter mobil miliknya beranjak dari kampus.


Seperti biasa Mamah dengan kepanikannya memarahi Rei karena selalu saja pulang dalam keadaan basah kuyup, bahkan kali ini dia juga mengajak Rinai hujan - hujanan bersamanya.


"Ya ampun Rei , kamu ini ngapain pakai ajak - ajak Rinai sampai basah kuyup begini pasti kamu paksain Rinai hujan - hujanan libatkan jadi kena flu"


"Tapi Ma..."


"Sudah nggak ada tapi - tapi sekarang kalian cepat mandi pakai air hangat dan ganti baju kalian biar nggak masuk angin"


Tiap kali ada Rinai selalu saja Rei yang akan jadi kambing hitam dan menjadi satu - satunya orang yang patut untuk di salahkan dan berujung pada Rei lah yang telah membawa pengaruh buruk bagi Rinai bukan sebaliknya.


"Tante.... Nai nggak apa - apa kok"


HATTCHIIHHH...!!!!

__ADS_1


Rinai tersenyum menunjukan deretan gigi putih dan lesung di kedua pipinya.


"Tuh kan apa Mamah bilang, sudah sana cepat mandi terus ganti baju" Mamah mendelik pada keduanya.


Rei berjalan meninggalkan Rinai dan Mamahnya . Menaiki anak tangga satu persatu.


"Mbb... Ehh Rei tunggu Gue!!!"


HATTCHIIHHH!!!!


Rinai berlari mengejar langkah Rei yang sudah lebih dulu menaiki anak tangga .


Mamah hanya bisa menggelengkan kepala dan mengelus dada


"Selalu saja" gerutu Mamah.


 


 


Handphone Rinai berdering bertuliskan Aris calling


"Hallo Ris" sapa Rinai .


"Nai!!!!! kemana saja Lo susah banget di hubungin" teriak Aris.


"Astaga pelan sedikit kenapa bisa budeg Gue kalau Lo teriak - teriak begitu" gerutu Rinai .

__ADS_1


"Iya sorry - sorry. Lo dimana ?? Anak - anak nyariin Lo , besok anak kampus sebelah mau nyerang lagi . Lo bisa datang kan??" Pinta Aris .


Hening......


"Nai ?? Lo pasti datang kan? anak - anak butuh Lo ".


"Tapi Ris , Guee.... Lo tahu kan bokap Gue gimana kalau sampai tahu. Ini saja Gue sampai di pindahin".


"Nai Lo tuh pemimpin kita semua, kalau Lo nggak ada lalu bagaimana dengan mereka" bujuk Aris.


"Gue usahain tapi Gue nggak bisa janji"


"Nah itu baru Rinai yang Gue kenal. Kita semua tunggu Lo besok di tempat biasa "


Tok ... Tok... Tok... Terdengar suara pintu di ketuk.


"Nai, ayo makan dulu Tante sudah siapin makanan ke sukaan kalian"


"Iya Tante bentar lagi Nai turun, Tante duluan saja".


"Ris, Gue tutup dulu Tante Gue manggil".


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2