
“Dimana Tante? Kok rumah di biarkan gelap begini tumben sekali” Rinai melangkah masuk ke dalam rumah yang di biarkan dalam keadaan gelap gulita tanpa penerangan.
“Mama ada urusan kerjaan di luar kota katanya untuk 2-3 hari mungkin tidak akan pulang ke rumah” jelas Rei jemarinya mulai menyalakan lampu ruangan.
“Ohh begitu rupanya” Rinai mengangguk tanda mengerti.
Jemari Rei menekan saklar lampu dalam hitungan detik beberapa lampu rumah menyala secara bersamaan menerangi setiap ruangan.
Sebelum Rinai melangkah lebih jauh Rei lebih dulu menarik pergelangan tangan kanannya.
“ Lo enggak apa – apa kan?” tanya Rei masih sedikit khawatir.
“ Iya Gue baik – baik saja maaf sudah membuat Lo khawatir seharian ini” sebuah senyuman dan lesung pipi menghiasi wajah Rinai .
“cowok di rumah tadi siapa? Apa dia orang yang sudah bawa paksa Lo dari kampus ?”
Rinai mengangguk mengiyakan
“Dia Baim dulu sewaktu di Jakarta dialah orang pertama yang banyak mengajari Gue beladiri”.
“Lain kali kalau Lo mau pergi mendadak Lo harus bilang ke Gue lebih dulu mengerti?” Rei sedikit membungkukkan tubuhnya hingga pandangannya sejajar dengan mata Rinai . Di tariknya tubuh Rinai dalam dekapan lalu mengecup lembut kening Rinai, berlanjut kedua pipi Rinai yang tak luput dari kecupan Rei . Mata Rinai sudah terpejam dengan bibir yang sedikit dia monyongkan tak sabar menantikan Rei memberikan sebuah ciuman terindah malam ini untuknya.
“49,50,51...57,58,59,60. Kok Rei malah diam saja sih, buruan dong kiss Gue udah ready juga malah dianggurin nih bibir keceh Gue” Rinai menghitung dalam hati .
Rinai sedikit membuka matanya mengintip apa yang sedang di lakukan Rei saat ini . Rinai perlahan membuka sebelah matanya sedikit dilihatnya kedua mata Rei yang menatapnya tanpa berkedip hanya berjarak 1 jengkal dari wajahnya.
Sebuah sentilan pelan melayang mengenai jidat Rinai.
“Awwww” Rinai meringis membuka kedua matanya.
“Mandi sana ,jangan mikirin yang jorok – jorok mulu Mama lagi enggak ada”
“Dihhh siapa juga yang mikir jorok” elak Rinai .
“Itu apa tadi pake merem dan monyongin bibir”.
“Mana ada”
“Ya sudah sana mandi , biar Gue yang siapin makan malam”
“IYAA baweeell , Gue pergi nih , beneran Gue pergi nih” Rinai sedikit tidak rela beranjak dari hadapan Rei saat ini karena Rei sudah berhasil mempermainkan emosinya.
“Iya sana cepat mandi” tangan Rei membuat sedikit gerakan menyuruh Rinai agar cepat pergi dari hadapannya.
__ADS_1
“Kok enggak di cegah sih udah mau pergi nih Gue” Rinai masih tidak rela .
Rei hanya tersenyum melihat tingkah Rinai yang enggan untuk beranjak .
“Cihhh nyebelin” kali ini Rinai benar-benar beranjak meninggalkan Rei .
****
Satu setengah jam telah berlalu Rinai keluar dari kamarnya berjalan menuju dapur setelah mencium aroma masakan yang begitu menggoda untuk segera menikmatinya. Di dapur Rei terlihat sedang menyajikan masakannya ke atas piring saji .
Rinai berjalan mendekat dan menghirup aroma masakan Rei dari dekat .
“Mau coba?” Rei mengabilkan sebuah sendok tidak jauh dari tepatnya berdiri saat ini.
“Hmmmmm rasanya lumayan juga tidak begitu buruk masih oke lah” Rinai menyuapkan beberapa sendok makan nasi goreng buatan Rei kedalam mulutnya sendiri.
“Itu niat nyicipin , doyan atau lapar sampai sudah mau habis gitu?”
“Selamat semua tebakan anda benar” Rinai tersenyum memperlihatkan sederet gigi putihnya.
“Ahhh kenyangnya” Rinai melahap habis satu piring nasi goreng buatan Rei tanpa sisa satu butirpun.
“Nai”
“Iya ?”
“Ada nasi di pipi Lo, biar Gue..” Rei mendekatkan wajahnya dengan tangan kanan mengusap pipi Rinai lembut.
Rinai kembali memejamkan kedua matanya .
“Mama lagi enggak ada jangan coba menggoda Gue” Rei setengah berbisik .
Rinai kembali membuka kedua matanya menatap ke dua manik Rei yang masih sejajar dengan kedua matanya.
Tanpa ragu Rinai menarik wajah Rei dengan kedua tangannya agar lebih mendekat lagi sebelum akhirnya bibir Rinai mencium bibir Rei kasar dan tanpa peringatan tanpa izin dan tanpa aba-aba .
“Bandel”
“Hummm”
__ADS_1
Kini giliran Rei yang tak ingin melepaskan diri dari Rinai .
“Rei ..”
“Humm”
“ I love you”
“Humm”
“Kok Cuma hummm sih?” Rinai melepaskan pelukannya sedikit cemberut.
“Dih ngambek” Rei terkekeh .
“ Buduuuuu ahhhh Gue mau balik ke kamar aja” Rinai segera berbalik badan baru satu langkah beranjak tangan rei lebih dulu menariknya kembali dan mendekapnya dari belakang.
“Gue belum selesai bicara , masih mau dengerin?” ucap Rei dekat ketelinga Rinai .
“Apa?”
“Hummm Gue juga love you” Rei mengecup puncak kepala Rinai hingga membuatnya kembali luluh.
“Udahh ahhh jangan godain Gue , Mama lagi enggak ada” Rei melepaskan dekapannya dan meninggalkan Rinai di belakang yang masih menahan tawa.
To be continued...
Cieeeh ciehh ada yang mau juga tuh 😂🤣. Jangan lupa like nya ya 😋.
__ADS_1