RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Miko


__ADS_3

Semua kembali melanjutkan permainan dengan suasana baru dimana hanya ada nama Miko yang selalu diteriakan paling banyak dan paling santer terdengar. Selama pertandingan berlangsung Miko tak henti - hentinya tebar pesona dan karisma sebagai cowok yang di idolakan saat ini.


Beberapa kali Miko melemparkan kiss bye kearah kerumunan supporter. Sebelumnya hanya ada satu dan sekarang sudah dapat di pastikan lebih dari 30 cewek meneriakan dan menyerukan namanya berulang kali. Meskipun dalam hati mereka melontarkan sumpah serapah untuk Miko namun mereka tetap memberikan dukungan penuh untuk Miko. Berharap dengan aksi nekat yang mereka lakukan saat ini mereka bisa mendapat perhatian langsung dari para idola kampus yaitu Rei ,Ale , dan Ridho sama seperti yang Rinai dapatkan setelah mendukung Miko .


Rinai berjalan melewati koridor depan lapangan basket , dan menatap heran dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya . Cewek - cewek yang biasa berpakaian mini , terkesan sexy dan feminim sekarang berubah 180 derajat . Teriakan menyebut nama Miko kembali terdengar begitu gaduh, Rinai hanya melewati kerumunan begitu saja dan langsung menuju kantin kampus.


"MIKOOOO!!! SemangaTTT!!!!! " Dengan penuh senyum mereka begitu menyemangati Miko .


"Lihat tuh gayanya sudah sok kecakapan banget ihhh mana pake tebar - tebar kiss bye nggak banget" desis salah satu cewek paling depan.


"Iya bener gila aja kalau bukan demi mendapat perhatian dari Ale gue ogah" bisik cewek di sebelahnya .


" Lihat bulu kuduk gue langsung berdiri dari tadi" ucap cewek ditengah setengah berbisik .


" Sudah deh tahan aja sebentar lagi demi tujuan kita" desis cewek bertubuh tinggi sedikit pelan.


"MIKOOOO"


"Kamu pasti bisa ayooo mikkkooooo!!!"


****


Pertandingan basket telah usai , ini adalah saat yang paling di tunggu - tunggu oleh mereka. Saat dimana Ale , Ridho, dan Rei keluar dari lapangan basket. Para cewek tak sabar lagi untuk mendapatkan perhatian salah satu dari ketiga cowok yang selama ini mereka sangat idolakan.


Seperti biasa Rei keluar dari lapangan basket lebih dulu . Dalam pikiran mereka Rei akan berjalan mendekat lalu meraih sudut kemeja terluar mereka  untuk menyeka keringatnya sama seperti yang di lakukan Rei sebelumnya pada Rinai .


Sama seperti yang ada di pikiran mereka Rei berjalan semakin mendekat membuat jantung mereka berdebar lebih cepat . Rei semakin berjalan mendekat namun jauh dari perkiraan Rei hanya melewati mereka begitu saja bahkan tanpa tersenyum sedikitpun. Semuanya melongo melihat Rei berjalan semakin menjauh .


Ale dan Ridho keluar dari lapangan bersamaan. Semua cewek masih belum hilang harapan . Mereka masih berharap jika Ale atau Ridho akan mengajak mereka kembali ke kelas bersama - sama dan mengantarkan mereka hingga di depan pintu kelas.


Ale dan Ridho berjalan semakin dekat dan langkah keduanya terhenti di depan kerumunan para cewek . Dalam hati mereka melompat kegirangan penuh syukur akhirnya Ale dan Ridho berdiri di hadapan mereka menatap mereka dengan tatapan tajam . Dalam benak mereka sudah terbayangkan jika Ale dan Ridho akan mengajak mereka ke kelas .

__ADS_1


"Minggir Gue mau lewat, kalian berdiri menghalangi jalan" ucap Ale sedikit ketus . Membuyarkan lamunan indah mereka begitu saja.


Mendapati sikap cuek dari Rei , Ale bahkan Ridho, meskipun mereka sudah mengikuti apa yang Rinai lakukan sebelumnya yaitu dengan mendukung Miko dan merubah penampilan mereka secara derastis hanya untuk menarik perhatian dari ke tiga cowok idola namun tak ada satupun yang berhasil malah sikap cuek dan dingin yang mereka dapatkan.


kekecewaan mereka meningkat ketika Miko keluar dari lapangan dengan senyum lebar dan tebaran kiss bye yang selalu di lontarkan Miko membuat para cewek yang semula meneriakan dan menyerukan namanya kini berubah menjadi cibiran pedas.


Semuanya bubar seketika langkah Miko semakin mendekat, hingga membuat Miko bingung dengan perubahan sikap para cewek supporter barunya.


****


Rei pergi mencari Rinai ke kantin ,  Tak jauh dari perkiraan Rei , Rinai memang  sedang asik melahap semangkuk bakso makanan kesukaannya  dengan sambal ekstra pedas dan segelas teh manis hangat.


Rei duduk di hadapan Rinai .


"Bagi minum"


Tanpa menunggu izin dari pemiliknya, Rei  menenggak lebih dari setengah minuman Rinai .


Tanpa sempat melarang Rei sudah lebih dulu meraih gelas di hadapannya . Keringat Rei masih bercucuran Rei meraih tisu yang disodorkan Rinai padanya lalu menyeka keringatnya .


"Siomay satu" pesan Rei pada ibu kantin .


Rei beranjak mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari pendingin lalu duduk kembali di depan Rinai . Pesanan sepiring siomay sudah siap di meja Rei mulai melahapnya satu demi satu .


"Pedassss" Rinai mulai kepedasan dan mengambil kembali gelas teh hangat miliknya yang sudah lebih dari setengah di habiskan Rei tanpa izin. Rinai menghabiskan minumannya tanpa sisa setetes pun . Rei membuka segel air mineral yang tadi di ambilnya dan memberikannya pada Rinai .


Meski sudah menghabiskan hampir setengah gelas teh hangat dan setengah botol air mineral dingin namun rasa pedas yang menyengat masih terasa di lidah Rinai .


Rei menatap Rinai yang melihatnya dengan tatapan memohon.


"Masih pedas???" Tanya Rei

__ADS_1


Rinai menjawab cepat dengan anggukan .


"Nih makan siomay Gue kalau Lo mau biar pedasnya hilang " Rei menyodorkan sendok berisi potongan siomay ke mulut Rinai .


"Gue bisa makan sendiri " tolak Rinai cemberut .


" Ya sudah kalau nggak mau " Rei menyuapkan sendok berisi potongan siomay ke dalam mulutnya sendiri .


Rinai mengambil sendok dari mangkuk bakso dan bermaksud akan mengambil potongan siomay dari piring Rei .


"Mau apa?" Rei mendelik pada Rinai .


"Bagi" Rinai kembali memelas menahan pedas di lidahnya .


" Tadi katanya nggak mau " Rei terkikik .


"Ihhh.... Bagi... Rei..." Rinai kembali memohon. Hingga akhirnya Rei mendorong piringnya ketengah agar Rinai lebih mudah mengambilnya.


Pemandangan Rei dan Rinai makan satu piring berdua dan saling membagi minuman satu sama lain . Langsung membuat Rinai dan Rei heboh menjadi bahan perbincangan anak kampus yang kebetulan menyaksikan langsung kedekatan antara Rei dan Rinai di kantin.


Kabar begitu cepat menyebar dan Rinai kembali menjadi trending topik para cewek di kampus . Tentu saja Wina tidak heran kenapa Rei bisa sedekat itu dengan Rinai . Pertama kali bertemu Rinai di kampus Rei sudah mengatakan dengan jelas jika Rinai itu adalah pacarnya. Meski Rinai menjadi perbincangan hangat namun winatak ingin ikut ambil pusing dengan berbagai spekulasi yang muncul di kalangan para mahasiswi.


Di hari yang sama selepas pulang kuliah semua cewek berkumpul dan berunding membicarakan langkah selanjutnya . Langkah pertama di hari pertama mereka gagal total  dengan hasil nihil ,namun mereka  masih belum menyerah pada keberuntungan Rinai yang sanggup untuk membuat para cowok idola kampus bertekuk lutut . Dari pertemuan itu dan setelah melewati perbincangan yang cukup alot telah disimpulkan bahwa ketiga cowok populer itu bukan tertarik pada penampilan fisik Rinai dan bukan juga tertarik pada sikap Rinai yang tiba - tiba mendukung Miko  karena , keduanya sudah mereka coba lakukan namun tetap nihil bahkan jauh dari perkiraan .


To be continued...


Don't be silent readers guys  and don't forget to click favorite , comment, and share .


Buat tambah semangat author 😊 thanks you .


 

__ADS_1


 


__ADS_2