RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Rahasia tentang Rinai


__ADS_3

" Lama tidak bertemu Black angel " sebuah suara menghentikan langkah Rinai sesaat setelah keluar dari pintu toilet . Sudah sejak 15 menit yang lalu Evan mengikuti Rinai .


Rinai menoleh ke arah sumber suara dilihatnya Evan sudah berdiri bersandar pada tembok dengan sebatang rokok yang terselip di antara bibirnya.kepulan asap rokok sesekali  Evan semburkan ke udara.


" Lama tidak berjumpa ternyata di sini tempat persembunyian Lo sekarang" Evan berjalan lebih mendekat .


" Apa mau Lo dengan bicara seperti itu di sini" tanya Rinai sedikit terkejut melihat salah satu rivalnya berhasil menemukannya, Rinai sama sekali tidak menyadari jika Evan mengenalinya sebagai black angel , sebuah nama yang sudah lama dia tinggalkan bersama masalahnya di Jakarta.


" Tidak ada , Gue hanya ingin memastikan kalau memang itu Lo sang Black angel yang telah menghilang tanpa jejak dan tanpa diketahui keberadaannya" Evan menyeringai.


"Kalau begitu Gue cabut dulu Gue sudah dapat yang ingin Gue cari"  Evan mematikan puntung rokok yang masih  menyala lalu beranjak meninggalkan Rinai .


 


 


                                      ****

__ADS_1


"Jadi Rinai adalah black angel? Cewek yang sering di sebut sebagai pentolan para mahasiswa pembuat onar dan sering terlibat tawuran" Wina yang kebetulan berada di toilet secara tidak sengaja mendengarkan dan menyimak pembicaraan antara Rinai dan Evan dari balik tembok.


Berkat Evan kini Wina bisa mendapatkan ide bagaimana caranya untuk menyingkirkan Rinai dari Rei bahkan kalau bisa sejauh mungkin dan untuk selamanya.


Setelah Evan berlalu dari pandangannya Rinai beranjak dan kembali ke kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya, Rinai sama sekali tidak menyadari akan ke hadiran Wina di dekatnya yang sedari tadi ikut mendengarkan percakapannya dengan Evan .


 


                                     ****


 


Rinai meraih ponsel miliknya dan dengan cepat jari lentiknya menekan  salah satu kontak di ponsel.


" Hello , bisakah jadwal besok di undur sampai lusa ?  karena saya harus menghadiri acara yang sangat penting dan tidak mungkin saya lewatkan" Rinai berbicara lewat telepon.


“Sudah tidak mungkin di undur lagi , kamu sudah mengundur jadwalnya beberapa kali, kali ini sudah tidak bisa di undur kamu harus tetap datang besok kalau tidak saya tidak bisa berbuat banyak”

__ADS_1


“Ayolah saya mohon, kalau begitu kita majukan saja jamnya jauh lebih awal bagaimana? Saya mohon tolong bantu saya” pinta Rinai memelas .


“Baiklah kalau kamu memaksa”


"Terima kasih , saya akan datang sedikit lebih awal saya janji" terlihat senyum di wajah Rinai .


“Jam 06:30 jangan terlambat dan jangan sampai tidak datang kalau tidak saya bisa benar – benar akan marah” ancamnya memberi sebuah peringatan keras untuk Rinai .


" Ok jam 06:30 baiklah saya akan datang lebih awal , terima kasih" Rinai menutup ponsel miliknya dan melempar tubuhnya di atas tempat tidur. Rinai mengalihkan pandangannya lalu di liriknya photo kebersamaan bersama Rei saat masih di bangku TK dan photo baru yang belum lama mereka ambil beberapa Minggu lalu . Terlihat senyuman dari wajah Rinai sebuah senyuman yang dia miliki dan alasannya bernama Rei .


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2