RINDU RINAI UNTUK HUJAN

RINDU RINAI UNTUK HUJAN
Di batas senja


__ADS_3

" Gue senang Lo balik" ucap Rei tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan sunset di depannya.


Rinai menoleh menatap cowok yang duduk sampingnya sekilas .


" Tadinya gue sempat berpikir jika Lo  sudah tidak mau kembali makanya semua pesan tertulis dan email dari gue tak satupun Lo balas " Rei memberi jeda.


Hening......


"Bahkan demi mengobati rasa kekhawatiran Gue akan kondisi Lo , setiap hari Gue harus bertanya pada salah satu kakak Lo atau nyokap Lo" tegas Rei menenggak habis sisa soft drink di genggamannya tanpa sisa.


"Pulang yuk , sudah mulai gelap " Rei beranjak turun dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Rinai .


Melihat Rei akan melangkahkan kakinya buru - buru tangan Rinai menarik baju bagian belakang Rei , membuat langkah kaki Rei terhenti seketika.


"Rei, Guuee......" Ucap Rinai pelan dengan menundukkan kepalanya .


Rei berbalik badan menatap jelas cewek di hadapannya yang masih enggan untuk menatap ke arahnya.


"Gueee hanya perlu waktu untuk memastikan perasaan Gue ke Lo, itulah kenapa Gue menahan diri untuk tidak membalas ataupun kasih kabar langsung ke Lo " Rinai menatap manik mata Rei .


Rei melangkah maju satu langkah , ditariknya tubuh Rinai ke dalam pelukan.


“Rei...”

__ADS_1


"Gue sayang Lo Nai, please jangan pernah Lo lari dari Gue lagi, Gue tidak ingin kehilangan Lo"  di kecupnya puncak kepala Rinai .


“Gue juga sayang Lo Rei” keduanya tersenyum menatap satu sama lain.


Di antara suara deburan ombak sore dan desiran angin pantai Rei mendekatkan wajahnya pada Rinai , di kecupnya puncak kepala Rinai untuk kedua kalinya, kemudian beralih mengecup pipi kiri Rinai , lalu di kecupnya hidung Rinai sebelum akhirnya bibir Rei melumat bibir Rinai lembut keduanya terhanyut dalam perasaan dan cinta yang ada di antara keduanya. Rei mempererat pelukannya pada Rinai .


Setelah kepergian Rinai untuk yang ke dua kalinya Rei baru menyadari seberapa penting dan berartinya Rinai bagi dirinya , begitu pula sebaliknya jarak dan perpisahan sementara menyadarkan Rinai jika Rei adalah orang yang sangat dia inginkan dan sangat cintai.


Senja saat itu seakan menjadi saksi kisah cinta rinai dan Rei yang baru saja di mulai. Kisah tentang Rinai dan hujan ( Rain / Rei ) , cinta yang terselip di antara batas persahabatan dan kerinduan.


****


Baik Rei maupun Rinai tidak bisa memejamkan matanya untuk tidur malam ini , entah mengapa rasa kantuk malam ini seakan menghilang begitu saja .


“Rei” ucap Rinai memelankan suaranya ketika melihat Rei di dapur dengan segelas air mineral di tangan.


“Lo belum tidur ?” tanyanya .


“Hummm, Gue haus makanya ke sini mau ambil minum”  Rinai berjalan maju menuju dispenser.


“Biar Gue yang ambilkan” Rei mengambil gelas bersih dari rak lalu mengisinya dengan air mineral sebelum dia berikan pada Rinai .


“Thanks, hmmm Rei kenapa Lo masih belum tidur jam segini ?”

__ADS_1


Rei membungkukkan badannya sedikit membuat kedua matanya sejajar dengan mata Rinai .


"Karena Gue mikirin Lo" Rei mengecup bibir Rinai sebelum beranjak meninggalkan Rinai yang masih mematung.


 


To be continued...


Kalian suka dengan ceritanya??


Don't forget to click favorite , comment, and share .


 😊 thanks you .


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2